Ilmu Dasar Teknik Sipil
  • HOME
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy policy
  • terms of service
  • Home
  • Struktur
    • GEDUNG
    • JEMBATAN
    • JALAN
    • BANGUNAN AIR
  • BAHAN
    • BETON
    • BAJA
    • KAYU
  • PROGRAM
    • SAP 2000
    • AUTOCAD
    • HEC RAS
    • PLAXIS
    • MICROSOFT PROJECT
  • TEKNIK FONDASI
    • FONDASI RUMAH
    • FOOTPLATE
    • BORPILE
  • LAINNYA
    • TEKNIK GEMPA
    • GEOTEKNIK
    • MANAJEMEN
    • MEKANIKA TANAH
  • Daftar Isi

Rabu, 20 November 2024

PERBANDINGAN BATA MERAH, BATU TELA, DAN BATA HEBEL

 Jefri Harjawinata     November 20, 2024     BATA MERAH, BATA RINGAN, BATU TELA, DAN BATA HEBEL, HEBEL, PERBANDINGAN BATA MERAH     No comments   

BATA MERAH

PERBANDINGAN BATA MERAH, BATU TELA, DAN BATA HEBEL
(Sumber : Google.com)

Bata merah adalah jenis bahan bangunan yang terbuat dari tanah liat yang dicetak dalam bentuk dan ukuran yang sama, kemudian dibakar pada suhu tinggi sehingga menjadi kering dan keras. Bata merah merupakan jenis bata yang banyak digunakan untuk membangun rumah maupun gedung, khususnya di bagian wilayah Indonesia yang daerahnya memiliki jenis tanah merah atau tanah liat, misalnya di daerah pulau Jawa dan di Papua misalnya adalah Merauke.

KELEBIHAN 

  1. Harga relatif murah karena banyak tersedia. 
  2. Pemasangan mudah karena lebih dikenal atau umum digunakan
  3. Mudah dalam pengangkutan karena ukurannya yang kecil
KEKURANGAN
  1. Menyerap air sehingga membuat dinding mudah lembab
  2. Material cukup berat 


BATU TELA

PERBANDINGAN BATA MERAH, BATU TELA, DAN BATA HEBEL
(Sumber : Google.com)

Batu tela adalah batu yang digunakan untuk dinding rumah, gedung, pagar, dan bangunan lainnya.  Batu tela dapat ditemukan di wilayah Indonesia bagian timur khususnya daerah yang memiliki jenis tanah karang dan berbatu, misalnya daerah Biak, Serui, dan Waropen. 

Batu tela terbuat dari batu karang, pasir, air, dan semen sebagai pengikatnya. Proses pembuatan batu tela sama seperti pembuatan campuran bagi beton, yaitu materialnya di campur/aduk terlebih dahulu, kemudian di cetak. Namun tidak seperti bata merah yang di bakar, batu tela umumnya setelah di cetak hanya dibiarkan terkena sinar matahari untuk proses pengeringan dan setelah kering sudah dapat digunakan. 

KELEBIHAN 

  1. Harga relatif murah untuk wilayah produksi
  2. Pemasangan mudah karena lebih dikenal atau umum digunakan
KEKURANGAN
  1. Bobot batu berat
  2. Ukuran yang besar


BATU BATA HEBEL

PERBANDINGAN BATA MERAH, BATU TELA, DAN BATA HEBEL
(Sumber : Google.com)

Bata Hebel atau sering dikenal dengan Bata Ringan adalah bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen, pasir silika, gypsum, batu kapur, air, dan aluminium bubuk yang diawetkan dengan cara dipanaskan dan diberi tekanan tinggi menggunakan mesin autoclave. Bata hebel ini memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan bata merah dan batu tela, namun jauh lebih ringan. 

Hebel sendiri sebenarnya adalah nama sebuah perusahaan yang pertama kali memproduksi bata ringan, yaitu pada tahun 1995 yaitu PT Hebel Indonesia. Setelah PT Hebel Indonesia tidak memproduksi hebel, penyebutan hebel yang merujuk bata ringan tetap digunakan oleh sebagian masyarakat.

KELEBIHAN 

  1. Memiliki ukuran batu yang besar namun bobot yang ringan
  2. Memiliki kemampuan isolasi termal yang baik sehingga dapat menyerap panas dan memberikan suhu udara yang dingin dalam ruangan. 
  3. Tahan terhadap api sehingga dapat memperlambat penyebaran api jika terjadi kebakaran. 
  4. Memiliki perekat khusus untuk pemasangan sehingga lebih mudah dikerjakan dan rapi saat finishing.
  5. Kedap suara dan air 
  6. Cocok digunakan untuk bangunan bertingkat karena mengurangi beban struktur. 
KEKURANGAN

  1. Harga lebih mahal
  2. Perlu tukang yang berpengalaman
  3. Proses pengeringan yang lebih lama
  4. Butuh perekat khusus yang cukup mahal. 


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 17 November 2024

PERBEDAAN GYPSUM DAN GRC

 Jefri Harjawinata     November 17, 2024     APA ITU GRC, APA ITU GYPSUM, GRC, Gypsum, PERBEDAAN GYPSUM DAN GRC     No comments   

PERBEDAAN GYPSUM DAN GRC BOARD

Perbedaan Gypsum dan GRC
(Sumber : Google.com)

Gypsum dan GRC adalah material yang sering kita temui dalam pekerjaan konstruksi. Umumnya gypsum dan GRC biasanya digunakan untuk pekerjaan arsitektur yaitu seperti pekerjaan dinding dan juga plafond. 

Namun karena bentuknya yang hampir mirip dan juga penggunaanya, maka sering kali banyak orang sulit membedakan kedua material ini. Maka, mari kita bahas sedikit tentang perbedaan, juga kelebihan serta kekurangan kedua material ini.


GRC  (Glassfiber Reinforced Concrete)

GRC adalah material yang terbuat dari campuran serat kaca, semen, dan beton. Campuran dari bahan-bahan tersebutlah yang membuat GRC memiliki ketahanan yang tinggi.

Material GRC berbeda dengan beton pada umumnya. GRC memiliki identitas fisik dan kimia serta fitur yang serupa. Meskipun demikian, material ini juga memiliki ketahanan yang baik dan tidak kalah kuat dengan beton.

Keunggulan dari GRC meliputi kemudahan dalam pembentukannya, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, serta memiliki kekuatan dan daya tahan yang tinggi.

Selain itu, proses pemasangan GRC relatif cepat. Berbeda dengan gypsum, GRC mampu bertahan pada kelembapan tinggi sehingga membuatnya lebih tahan lama.

Meskipun demikian, terdapat pula kekurangan dalam penggunaan material GRC. Misalnya, material ini cenderung mudah mengalami retakan pada setiap sambungannya. Proses pemasangan GRC juga cukup rumit dan memakan waktu.

Selain itu, pemotongan material ini termasuk sulit dan memerlukan alat seperti gerinda. Kekurangan lainnya adalah keterbatasan dalam variasi produk yang tersedia.


GYPSUM

Gypsum adalah mineral yang sering ditemukan dalam batuan sedimen. Material satu ini seringkali menjadi pilihan untuk berbagai proyek konstruksi, termasuk sebagai bahan dasar untuk pembuatan plafon, konstruksi dinding partisi, serta ornamen seperti cornice dan rosette. 

Selain itu, gypsum juga dapat berfungsi sebagai pengisi celah, peredam suara, pengatur kelembapan, serta bahan tahan api untuk keamanan dalam konstruksi dinding dan plafon. Plafon gypsum memiliki nama lain sheetrock atau wallboard. Material ini terdiri dari lapisan gypsum yang dikelilingi oleh dua lembar kertas tebal.

Biasanya, plafon gypsum tersedia dalam ukuran lembaran yang berkisar antara 4 hingga 8 kaki. Namun, ada juga plafon gypsum yang memiliki ukuran lembaran sepanjang 16 kaki. Ketebalan plafon gypsum dapat bervariasi, ada yang memiliki ketebalan dari 1/4 hingga 5/8 inci.

Gypsum memiliki keunggulan dalam proses pemasangannya yang sederhana. Selain itu, material ini akan memberikan hasil akhir yang lebih rapi dan halus tanpa memerlukan nat. Keunggulan lainnya, material gypsum juga dapat menyesuaikan berbagai desain dan warna. Material ini juga mudah Anda dapatkan di pasaran.

Namun, ada kekurangan dalam penggunaan gypsum, seperti ketidakmampuannya dalam menahan kelembapan. Sehingga, gypsum rentan terhadap kerusakan jika terkena air. Tidak hanya itu, daya tahan gypsum juga relatif pendek, yakni sekitar 3 hingga 5 tahun.


PERBEDAAN GRC DAN GYPSUM

Anda perlu mempertimbangkan beberapa perbandingan gypsum dan GRC untuk menentukan pilihan terbaik. Berikut adalah ulasan mengenai beberapa faktor perbandingan antara keduanya.

1. Ketahanan Material

Ketika membahas ketahanan, pilihan terbaik jatuh kepada GRC daripada gypsum. Pasalnya, GRC terbuat dari bahan yang cukup tangguh, yakni seperti semen dan serat kaca. Material ini juga terbukti tahan terhadap air atau kelembapan.

Sementara itu, gypsum tidak tahan terhadap kelembapan. Ini membuatnya memiliki ketahanan yang lebih rendah dari GRC dan rentan rusak.

Penggunaan gypsum lebih cocok untuk plafon. Sedangkan GRC memiliki aplikasi yang lebih luas dalam konstruksi, seperti plafon, kubah, dinding, dan lain sebagainya.

 2. Perawatan

Dalam hal perawatan, GRC dinilai lebih praktis daripada plafon gypsum. Material ini memiliki ketahanan yang cukup tinggi sehingga tidak memerlukan perawatan rutin. Berbanding terbalik dengan material gypsum yang harus mendapatkan perawatan rutin agar tidak cepat rusak.

3. Penempatan

Secara umum, gypsum memiliki sifat yang tidak terpengaruh oleh suhu ruangan. Akan tetapi, material gypsum rentan terhadap kerusakan akibat air dan serangan rayap. Sebaliknya, GRC tahan terhadap air dan serangan rayap sehingga ini membuatnya cocok digunakan dalam berbagai lingkungan.

4. Pemasangan

Perbedaan gypsum dan GRC lainnya terletak pada bahan baku pembuatannya. Karena menggunakan bahan baku berbeda tentunya proses pemasangan GRC dan gypsum juga tidak sama.
GRC memerlukan waktu yang lebih lama dalam pemasangannya. Sebaliknya, proses pemasangan gypsum lebih cepat karena bobotnya yang lebih ringan.

Selain itu, pemasangan GRC harus dilakukan dengan teliti dan hati-hati. Inilah yang membuat waktu pemasangannya menjadi lebih lama.

5. Harga

Selain ketahanan, terdapat perbedaan antara GRC dan gypsum dari segi harga. Harga GRC cenderung lebih tinggi dibandingkan gypsum. Perbedaan harga ini berkaitan dengan kualitas dari material keduanya.

GRC memiliki kualitas material yang lebih unggul. Harga GRC yang relatif lebih mahal ini menyesuaikan dengan kualitas yang ada. Jika Anda menginginkan kualitas plafon yang terbaik, GRC adalah pilihan yang tepat.

Namun, Anda juga dapat memilih gypsum jika memiliki anggaran yang terbatas. Gypsum dapat menjadi alternatif karena harganya yang lebih ekonomis.

Perbedaan Penggunaan dan Pengaplikasiannya

Perbedaan dalam penggunaan serta pengaplikasian gypsum dan GRC adalah hal yang harus diperhatikan dengan seksama. Berikut adalah beberapa perbedaannya:

  • Penggunaan gypsum biasanya adalah untuk kebutuhan rumah tangga dan proyek bangunan berukuran kecil. Sedangkan penggunaan GRC biasanya untuk proyek bangunan berukuran besar, seperti gedung bertingkat.
  • Pengaplikasian gypsum pada dinding membutuhkan bantuan plester semen atau lem khusus yang dirancang untuk gypsum. Sebaliknya, pengaplikasian GRC membutuhkan baja ringan untuk menjadi penyangga struktural.
  • Gypsum lebih sesuai untuk aplikasi di dalam ruangan, seperti dinding dan langit-langit. Di sisi lain, GRC lebih cocok digunakan di luar ruangan, khususnya untuk aplikasi seperti fasad bangunan.

 

Terkait proses pengaplikasiannya, gypsum memerlukan waktu pengeringan yang lebih singkat daripada GRC. Dalam waktu 24 jam, umumnya gypsum telah mengering sepenuhnya.

Sementara itu, proses pengeringan GRC memerlukan waktu sekitar 3-7 hari agar kekuatannya lebih optimal. Itulah mengapa penggunaan gypsum lebih sesuai untuk proyek-proyek dengan tenggat waktu yang singkat.

Sedangkan penggunaan GRC lebih cocok untuk proyek-proyek yang memerlukan ketahanan yang lebih tinggi dan bersedia mengalokasikan waktu ekstra untuk proses pengeringan.

GRC vs Gypsum, Lebih Baik yang Mana?

Itulah pembahasan mengenai perbedaan gypsum dan GRC. Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda telah memutuskan pilihan? Pada intinya, kedua material tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Pilihan material terbaik dapat menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika Anda memerlukan material dengan kemampuan dukung beban yang tinggi, daya tahan yang baik, serta tidak terbatas oleh anggaran, maka GRC bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Namun, jika Anda memiliki anggaran terbatas dan memerlukan pemasangan cepat dalam ruangan, maka gypsum bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Rabu, 06 November 2024

JENIS - JENIS BAJA RINGAN DAN KELEBIHANNYA

 Jefri Harjawinata     November 06, 2024     Baja ringan, JENIS - JENIS BAJA RINGAN, kelebihan baja ringan, mengenal baja ringan     No comments   

JENIS - JENIS BAJA RINGAN DAN KELEBIHAN

(Sumber : Google.com)

Baja ringan yang juga dikenal sebagai baja cold-formed atau cold-rolled steel merupakan salah satu jenis besi baja yang terkenal karena ringan dan mudahnya digunakan khususnya untuk rangka atap, besi baja dengan bahan cold-formed ini dapat digunakan dalam proses konstruksi yang kecil maupun yang besar. Baja ringan saat ini banyak digunakan untuk membangun rumah, ruko, dan bangunan lainnya. Jenis baja ringan dan ukurannya bermacam-macam. Selain itu, baja ringan lebih kuat dan harganya cukup terjangkau dibanding menggunakan kayu atau bambu. Meskipun ringan, baja ringan sangat kokoh dan dapat mempertahankan bentuknya dalam waktu lama.

Baja ringan terbuat dari Carbon Steel atau Galvalum. Bahan ini membuatnya lebih tahan lama dan tahan korosi. Campuran berbagai unsur seperti: karbon, mangan, alumunium, zink, silikon, dan tembaga membuat bobotnya lebih ringan. Karena ringan dan kuat, baja ringan cocok untuk membangun atap atau area atas bangunan. Baja ringan memiliki komposisi karbon maksimum antara 0,16% sampai 0,29% dengan titik lelehnya yang relatif tinggi antara 1450 °C sampai 1520 °C. Baja ringan dengan kandungan karbon lebih tinggi dari baja struktur biasa lainnya. Temperatur leleh yang tinggi ini berarti bahwa baja ringan lebih ulet dan tahan saat dipanaskan, sehingga sangat cocok untuk penempaan, pemotongan, pengeboran, pengelasan dan mudah dibuat dan digunakan dalam konstruksi.

Berikut adalah beberapa jenis baja ringan yang bisa ditemui di lapangan dan fungsinya masing-masing. 

1. JENIS-JENIS BAJA RINGAN

BAJA RINGAN HOLLOW

(Sumber : Google.com)

Baja ringan jenis hollow terbuat dari material Galvanis. Ciri-cirinya adalah berbentuk balok, ujungnya berbentuk persegi, dan bagian dalamnya kosong. Fungsi baja ringan hollow adalah: Sebagai bahan baku atap, kanopi, plafon dan juga kebutuhan interior. 

RENG

(Sumber : Google.com)

Reng merupakan baja ringan dalam bentuk bilah-bilah. Reng dipasang melintang untuk menahan atau sebagai sangkutan genteng atau seng pada kasau. Baja ringan reng memiliki bentuk 2 macam yaitu simetris dan asimetris. Untuk membedakannya, baja ringan reng simetris memiliki dua sisi miring, sedangkan baja ringan reng asimetris memiliki satu sisi miring dan satu sisi dengan sudut 90 derajat. Reng dari baja ringan lebih ringan dan tahan lama dibanding reng dari bahan kayu. Reng terbuat dari Zinc tahan karat sehingga lebih tahan karat dari kondisi cuaca tropis di Indonesia.

KANAL C

(Sumber : Google.com)

Sesuai namanya, jenis baja ringan kanal C memiliki bentuk menyerupai huruf C. Saat saling dihadapkan dengan baja ringan lain akan membentuk kotak persegi. Fungsi utama dari baja ringan kanal C adalah sebagai penyusun rangka atap dan kanopi rumah. Baja ringan ini kuat dan bisa menahan atap, kanopi, dan langit-langit rumah.

BAJA RINGAN BONDEK

(Sumber : Google.com)

Bondek adalah salah satu jenis baja ringan yang paling mudah ditemui. Bondek berfungsi sebagai rangka pada tulangan, sebagai pelapis, atau pembungkus untuk menahan beban dan tekanan beton. Bondek biasanya digunakan untuk membangun rangka atap atau untuk menggantikan triplek

SPANDEK

(Sumber : Google.com)

Spandek adalah jenis baja ringan yang berbentuk seperti lembaran. Spandek berbentuk gelombang ini biasanya digunakan sebagai penutup atau lapisan luar kerangka atap rumah atau kanopi. Selain itu, spandek juga biasa dipakai sebagai pelapis dinding. Sama seperti baja ringan lain, spandek juga ringan, tahan lama, dan anti karat.

2. Kelebihan Baja Ringan

Setiap jenis baja ringan punya kelebihannya masing-masing. Jika dibandingkan dengan material atap bangunan lain, baja ringan memiliki banyak keunggulan, yaitu:

Tahan Karat dan Anti Rayap

Berbeda dari kayu dan bambu, baja ringan lebih tahan dari serangan rayap. Baja ringan terbuat dari material logam Galvalum yang anti karat. Karena lebih tahan lama, baja ringan lebih menguntungkan dibanding kayu dan bambu. Anda tidak perlu keluar uang lagi untuk mengganti material atap yang lapuk karena sering terkena hujan dan panas.

Lebih Murah

Dulu harga baja ringan memang lebih mahal dibanding kayu. Namun karena sekarang kayu dan bambu mulai langka, harganya jadi semakin mahal. Saat ini, menggunakan baja ringan untuk atap lebih murah dibanding kayu atau bambu. Apalagi jika dibandingkan dengan daya tahannya, lebih ekonomis jika menggunakan baja ringan.

Mudah Dipasang

Kelebihan lain dari baja ringan adalah mudah dipasang. Kecepatan waktu dan biaya pengerjaan jadi lebih murah dibanding memasang atap dari kayu. Proses pengerjaan yang lebih singkat, otomatis membuat biaya tukang lebih murah.

Lentur dan Kuat

Baja ringan lebih lentur dibanding baja konvensional. Tegangan tarik baja ringan mencapai 550 Mpa, sedangkan baja konvensional hanya 300 Mpa. Sifat yang lentur ini membuat baja ringan dapat menyerap energi lebih besar. Walaupun lebih lentur dari baja konvensional, baja ringan dapat menahan kestabilan bangunan dibanding kayu.

Material Bisa Didaur Ulang

Material baja ringan bisa dimanfaatkan kembali untuk membangun bangunan lain. Jadi, jika suatu saat Anda ingin membongkar bangunan, rangka baja ringan bisa dibongkar dan digunakan kembali. Baja ringan masih bisa Anda gunakan karena tidak mudah lapuk atau mengalami penyusutan.

3. Perbedaan Ukuran Baja Ringan

Secara umum ketebalan baja ringan berada di kisaran 0.6 mm hingga 1 mm. Setiap jenis baja ringan punya ukuran masing-masing. Berikut ini tabel ukuran baja ringan berdasarkan jenisnya:


Demikian informasi tentang baja ringan, semoga bermanfaat. 

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Selasa, 05 November 2024

Perbedaan, Kelebihan dan Kekurangan Sumur Bor dan Sumur Gali

 Jefri Harjawinata     November 05, 2024     Kekurangan Sumur Bor dan Sumur Gali, Kelebihan Sumur Bor dan Sumur Gali, Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali, Sumur bor, sumur gali     No comments   

Sumur Bor dan Sumur Gali

Biasanya, orang menggunakan air dari sejumlah sumber, bisa dari mata air maupun dari jaringan PAM. Atau malah kamu memiliki kedua sumber mata air, tentunya tergantung dari pasokan air yang ada. Jika kamu memakai sumber air tanah, maka sumbernya bisa berasal dari sumur bor atau sumur gali. Namun, kalau kamu memang tinggal di perkotaan maka pastinya kamu menggunakan sumur bor. Kecuali kamu memang tinggal di pinggiran kota atau dekat pedesaan sehingga masih memiliki sumur gali. 

Apapun sumber air, kebutuhan air untuk sehari-hari memang banyak terutama untuk mandi, mencuci pakaian, minum, memasak, dan lainnya. Meski ada juga yang memilih minum air kemasan karena kualitas air dari dalam tanah kurang bagus. 

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai perbedaan sumur bor dan sumur gali, tentunya agar kamu tahu bedanya. Selain itu, juga akan diulas mengenai kelebihan dan kekurangan dari sumur bor dan juga sumur gali. Beda sumur bor dan sumur gali tentu dari pembuatan, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. 

PERBEDAAN SUMUR BOR DAN SUMUR GALI

Perbedaan sumur bor dan sumur gali secara mendasar adalah cara membuatnya terutama dalam penggunaan alat. 

Saat menggali sumur bor, maka orang menggunakan alat modern dan canggih untuk membuatnya. 

Sementara saat membuat sumur gali, orang akan memanfaatkan tenaga manusia ketimbang alat modern. 

Ketika membuat sumur gali, orang masih memakai peralatan sederhana seperti cangkul, sekop, dan lainnya. 

Selain dari perbedaan sumur bor dan sumur gali tadi, ada juga kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

Terkait mengenai kelebihan dan kekurangan sumur bor dan sumur gali, akan dijelaskan di bawah ini.

KELEBIHAN SUMUR GALI. 

Sumur gali memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan sumur bor, namun juga punya beberapa kekurangan. 

Kelebihan tersebut adalah bisa memiliki ukuran atau diameter yang lebih besar, cara memperdalam yang mudah, dan biaya yang murah. 

1. Cara Membuat Mudah 
Untuk membuat sumur gali ini sebenarnya mudah, tukang gali sumur akan menggali tanah sehingga kedalaman tertentu. 

Jika ukuran lahan cukup luas, maka penggalian bisa dilakukan dengan cepat karena akan membuka lubang dalam tanah.

2. Diameter Lebih Besar 
Hal ini menjadi kelebihan sumur galian karena memang ukurannya memang besar, kamu bisa melihat ke dalamnya. 

Sumur gali adalah sumur yang memang dibuat dengan memanfaatkan tenaga manusia yang menggalinya. 

Cara membuatnya memang mudah, orang menggali secara manual dengan menggunakan cangkul hingga kedalaman tertentu. 

Diameter sumur yang besar tentunya membuat debit air semakin besar sehingga bisa memenuhi kebutuhan.

3. Cara Memperdalam Sumur Juga Mudah 
Jika sumur mengering, maka cara memperdalamnya juga mudah yaitu dengan menggalinya lebih dalam. 

Tukang gali sumur akan menggali lebih dalam sehingga bisa memperbesar debit air dari dalam tanah. 

4. Biaya Pembuatan Murah 
Lantaran hanya memanfaatkan tenaga manusia dan tidak memakai mesin, maka biaya pembuatan pun murah. 

Kamu hanya membayar jasa tukang gali sumur dan juga biaya untuk membuang tanah yang telah dikeluarkan. 

KEKURANGAN SUMUR GALI. 

Meski ada sejumlah kelebihan, namun sumur gali memiliki sejumlah kekurangan lho, bahkan di antaranya fatal. 

Salah satu kekurangan adalah faktor keamanan karena orang bisa tercebur ke dalamnya dan sulit diselamatkan.

1. Lahan Harus Luas 
Untuk membuat sumur gali, kamu harus memiliki rumah dengan lahan luas, hal ini hanya bisa terjadi di pinggiran kota. 

Kalau kamu ingin membuat sumur gali di perkotaan tentunya menyulitkan jika melihat luas lahan. 

2. Potensi Tercemar 
Biasanya, sumur gali dalam keadaan terbuka sehingga ada potensi tercemar jika ada sesuatu yang jatuh ke dalamnya. 

Sumur gali juga bisa tercemar oleh saluran air got, pembuangan tinja, air hujan, dan masih banyak lagi. 

3. Risiko Keamanan 
Lantaran sumur gali dalam posisi terbuka, hal ini berisiko terhadap anak-anak yang iseng bermain. 

Atau juga orang dewasa yang mengambil air di dalamnya sehingga bisa saja terjatuh dan kemudian tenggelam.


KELEBIHAN SUMUR BOR. 

Sumur bor juga memiliki kelebihan dan kekurangan seperti halnya sumur gali, seperti apa saja kerugian dan keuntungannya. 

Keunggulan dari sumur bor ini adalah proses pembuatan, kedalaman, dan juga tidak memerlukan lahan yang besar. 

1. Proses Membuat Lebih Cepat 
Kamu tidak mungkin gali sumur bor, bukan? Namun, memerlukan alat untuk mengebor tanah untuk mencari sumber mata air. 

Karena menggunakan mesin, maka pembuatan sumur bor lebih cepat dan tidak memerlukan banyak orang. 

2. Menentukan Kedalaman Sumur Lebih Mudah 
Penggunaan alat bor memudahkan dalam menuju sumber mata air karena memang menggunakan alat yang modern. 

3. Tidak Memerlukan Lahan yang Luas 
Coba lihat lubang sumur bor, pastinya kecil dan tidak memerlukan lubang yang luas dibandingkan sumur gali. 

Tidak jarang, orang menempatkan sumur bor di pojok rumah atau bahkan di dalam rumah, karena memang memungkinkan. 

4. Bisa Mendapatkan Sumber Mata Air yang Baik

Pada umumnya sumur bor akan digali hingga mendapatkan sumber mata air pada kedalaman yang cukup jauh sehingga benar-benar bisa mendapatkan sumber mata air tanah yang baik dan debit yang cukup untuk kebutuhan. 


KEKURANGAN SUMUR BOR.

Meskipun memiliki sejumlah kelebihan, namun ada juga sejumlah kekurangan dari sumur bor ini. 

Salah satunya terkait dana, kamu memang harus menyiapkan uang yang banyak untuk memilikinya.

1. Biaya Lebih Mahal 
Lantaran menggunakan alat, biaya untuk mengebor tanah dan membuat sumur bor juga membutuhkan dana besar. 

2. Pompa Air Juga Mahal 
Kamu juga akan menggunakan pompa air yang bagus agar bisa memperoleh air sesuai kebutuhan.

Pompa air yang bagus tentunya berharga mahal karena memiliki kualitas terbaik, tetapi memang tahan lama. 

Nah, setelah membaca artikel ini, kamu mengetahui perbedaan sumur bor dan sumur gali, kamu mau pilih yang mana?
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Jumat, 01 November 2024

PENJELASAN WIREMESH, FUNGSI, JENIS DAN HARGANYA

 Jefri Harjawinata     November 01, 2024     Berat Besi Wiremesh, Fungsi Wiremesh, Harga Wiremesh, Penjelasan Wiremesh, Wiremesh     No comments   

PENJELASAN WIREMESH, FUNGSI, JENIS DAN HARGANYA

PENJELASAN WIREMESH, FUNGSI, JENIS DAN HARGANYA
(Dok. Pekerjaan Pembangunan Puskesmas Bosnik - Biak, Papua)

Apakah sobat pernah dengar tentang wiremesh? Wiremesh menjadi salah satu bagian dari sebuah struktur bangunan, khususnya sering digunakan pada plat lantai dan dinding penahan tanah sebagai pengganti tulangan konvensional.

Apa Itu Wiremesh?

Wiremesh adalah jaring-jaring baja yang biasanya digunakan untuk memperkuat struktur bangunan dan juga digunakan sebagai tulangan pondasi gedung bertingkat. Wiremesh ini tersusun dari kawat-kawat yang di las dengan mesin otomatis sehingga menghasilkan wiremesh dengan jarak antar kawat yang seragam.


Fungsi dan Penggunaan Wiremesh

Berikut adalah fungsi-fungsi wiremesh pada sebuah konstruksi bangunan.

1. Sebagai besi tulangan saluran drainase beton pracetak.

2. Sebagai komponen untuk memperkokoh dak beton dan plat lantai.

3. Sebagai plat beton yang diletakkan di tanah untuk memperkeras tanah dan mampu menahan beban yang berada di atasnya.

4. Sebagai plat beton menggantung yang digunakan pada gedung atau saluran pembuangan air hujan sebagai penulangan yang diberi plat beton.


Jenis-jenis Wiremesh dan Harganya

Penyebutan wiremesh biasanya menggunakan inisial huruf “M” sebagai penanda ukuran diameter besi dengan satuan milimeter (mm). Dalam dunia bahan bangunan, terdapat 2 jenis wiremesh yang biasa ditemui di pasaran yakni:

1. Wiremesh berbentuk lembaran dengan ukuran standar 210 cm x 540 cm.

2. Wiremesh berbentuk gulungan (roll) yang memiliki panjang 5400 cm dengan lebar 210 cm.


Berikut adalah spesifikasi wiremesh dan harganya.

(Sumber : Google.com)

Harga untuk tiap daerah bisa berbeda-beda ya sobat. Itulah penjelasan tentang wiremesh. Semoga ulasan di atas dapat membantu sobat memahami apa itu wiremesh, serta fungsi, dan jenis-jenisnya.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 31 Oktober 2024

Info Kuliah Jurusan Teknik Sipil dan Prospek Kerjanya

 Jefri Harjawinata     Oktober 31, 2024     JURUSAN TEKNIK SIPIL, KULIAH TEKNIK SIPIL, PEKERJAAN TEKNIK SIPIL, teknik sipil     No comments   

 

JURUSAN TEKNIK SIPIL

APA ITU TEKNIK SIPIL?

Program studi Teknik Sipil mempelajari proses merancang, membangun, serta merenovasi, tidak hanya bangunan gedung, tapi juga infrastruktur jalan, jembatan, bendungan, dan infrastruktur lainnya. Mempelajari ilmu Teknik Sipil, kamu akan memahami unsur-unsur bangunan seperti beton, baja, aspal, dan lain-lain. Kamu juga akan memahami bagaimana perancangan struktur bangunan yang kuat, layak, dan efisien. Di jurusan Teknik Sipil kamu juga akan mempelajari dasar rancangan arsitektur. Teknik sipil punya peran yang sangat penting terhadap kehidupan manusia, ilmunya berkembang sejalan dengan kebutuhan dan pergerakan manusia. Kemajuan teknologi transportasi akan berpengaruh pada pembangunan infrastruktur, seperti perluasan jalan, pembangunan jalan toll, underpass, flyover, dan lain-lain. Perubahan lingkunganpun akan berpengaruh terhadap pembangunan. Unsur cuaca, iklim, struktur tanah, dan gempa bumi, menjadi pertimbangan penting dalam pembangunan gedung dan infrastruktur. Karena itu para profesional di bidang Teknik Sipil haruslah cermat dan teliti.

KENAPA PILIH JURUSAN TEKNIK SIPIL?

Teknik sipil menjadi salah satu program studi yang punya peran penting dalam perkembangan suatu negara, terutama dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Sebagai negara berkembang, Indonesia sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur di mana-mana. Karenanya, para ahli di bidang Teknik Sipil akan sangat di butuhkan untuk menyukseskan pembangunan. Program studi ini menyediakan peluang untuk bekerja dan berkarya yang sangat besar. Syaratnya, kamu harus punya minat besar dalam bidang desain dan konstruki. Selain itu kamu harus menguasai matematika dan fisika dengan baik, sebab kedua bidang itu menjadi pondasi dalam pembelajaran Teknik Sipil.

MATA KULIAH APA SAJA KULIAH JURUSAN TEKNIK SIPIL?

  1. FISIKA DASAR
  2. KALKULUS
  3. KIMIA DASAR
  4. PENGANTAR REKAYASA DAN DESAIN
  5. GAMBAR TEKNIK
  6. REKAYASA BAHAN KONSTRUKSI
  7. MATEMATIKA TEKNIK
  8. MEKANIKA FLUIDA DAN HIDRAULIKA
  9. MEKANIKA BAHAN
  10. MEKANIKA TAHAN
  11. REKAYASA HIDROLOGI
  12. REKAYASA LALU LINTAS
  13. ANALISIS STRUKTUR BANGUNAN
  14. GEOMATIKA/PEMETAAN
  15. GEOMETRI JALAN RAYA
  16. STRUKTUR BETON
  17. IRIGASI DAN DRAINASE
  18. MANAJEMEN KONSTRUKSI
  19. STRUKTUR BAJA
  20. UTILITAS BANGUNAN
  21. DASAR-DASAR ARSITEKTUR
  22. TEKNIK FONDASI
  23. KONSTRUKSI JALAN RAYA
  24. EKONOMI TEKNIK
  25. REKAYASA LINGKUNGAN
  26. PERANCANGAN PERKERASAN JALAN
  27. STRUKTUR BANGUNAN TAHAN GEMPA
  28. SURVEI DAN PEMETAAN LANJUT
  29. MANAJEMEN KUALITAS KONSTRUKSI
  30. COMPUTER AIDED DESIGN (CAD)
  31. ASPEK HUKUM JASA KONSTRUKSI

KEMAMPUAN SOFTSKILL UNTUK JURUSAN TEKNIK SIPIL 
  1. TELITI
  2. TEKUN
  3. DETAIL
  4. RASIONAL
  5. OBSERVAN
  6. TERSTRUKTUR
  7. INDEPENDEN
  8. EKSAK (SENANG HITUNGAN)
  9. ANALISIS
  10. SENANG RISET
  11. TEAM WORKING

PROSPEK KERJA JURUSAN TEKNIK SIPIL

Perekonomian Indonesia masih berkembang, pembangunan masih akan berlangsung untuk jangka waktu yang cukup panjang. Jika kamu mengambil jurusan Teknik Sipil, kamu tidak perlu khawatir akan peluang kerja. Sejauh kamu memiliki kompetensi dan kualitas keahlianmu bisa diandalkan, maka kamu bisa bekerja di berbagai perusahaan properti, konstruksi, atau pengembang. Peluang kerja lulusan Teknik Sipil juga terbuka lebar di instansi pemerintah seperti di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Perencanaan Nasional (BPN), dan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Senin, 26 September 2022

Metode Pengeboran dan Jenis - Jenis Alat Sumur Bor

 Jefri Harjawinata     September 26, 2022     Jenis alat sumur bor, Metode Pengeboran sumur, Sumur bor     No comments   


1. METODE PEMBORAN

Metode pemboran sumur air banyak macamnya, dari yang tradisional dengan bor tangan sampai dengan menggunakan mesin. Beberapa metode yang menggunakan mesin diantaranya adalah metode:

a)   Bor tumbuk atau dikenal dengan nama cable tool drilling juga disebut perkusi atau spudder. Pada dasarnya pemboran sumur air dengan metode ini adalah dengan cara mengangkat dan menjatuhkan berulang-ulang kali serangkaian alat pemboran ke dalam lubang bor.

Mata bor melumatkan atau menghancurkan batuan yang konsolidasi dan tidak terkonsolidasi (batuan lepas) dilumatkan menjadi partiel atau diurai bercampur dengan air tanah, membentuk bubur, atau lumpur di dasar lubang bor.

Jika tidak ada atau hanya sedikit air dari formasi yang ditembus, ditambahkan air untuk membentuk bubur. Akumulasi bubur meningkat seiring dengan hasil kemajuan pemboran pada giliranya akan mengurangi atau meredam kemampuan alat dalam menghancurkan batuan. Bila tingkat penetrasi menjadi tidak dapat diterima karena adanya redaman bubur cutting, secara periodik bubur diambil dari lubang bor oleh pompa pasir atau menggunakan alat yang disebut bailer. Pemboran dengan metode ini, sekarang di Indonesia sudah jarang dijumpai.

    b)  Pemboran Putar Sirkulasi Langsung

    Mata bor dipasang melekat pada ujung bawah dari serangkaian pipa bor yang disebut sebagai drill string, yang meneruskan aksi berputar dari mesin bor yang disebut sebagai rig ke mata bor.Mata bor yang mendapat beban dari drill string, menggiling dan melumatkan batuan menjadi partikel serbuk bor atau selanjutnya disebut cutting, yang bercampur dengan air atau lumpur, bubur dan serpihan batuan ini kemudian diambil dengan cara memompakan cairan pemboran untuk “menghanyutkan” cutting.

Gambar 1. Garis Besar Peralatan Pemboran Tumbuk

Cairan pemboran yang dipompakan mengambil cutting secara umum disebut sebagai fluida, dapat berupa air saja, campuran air dan lempung, sudah tentu termasuk udara didalamnya. Pemboran putar dengan fluida campuran air dan lempung serta sebagan kecil bahan tambahan, fluida ini dilapangan sering disebut sebagai lumpur pemboran atau lumpur saja. Selanjutnya dalam artikel ini apabila disebutkan sebagai fluida, maksudnya berlaku umum, jika disebutkan lumpur konotasinya adalah terbatas pada fluida yang terdiri dari campuran air dengan lempung (termasuk disini bentonite)  serta sedikit bahan tambahan (additives)  , fluida pemboran mempunyai banyak fungsi, karena itu, sering ditambahkan bahan pencampur (additives) yang akan dijelaskan kemudian.

Gambar 2. Garis Besar Peralatan Pemboran Putar Sirkulasi Langsung

Fluida dipompakan masuk melalui lubang dalam pipa stang bor atau  drill pipe sampai ke ujung mata bor dan keluar melalui lubang penyemprot (nozle) yang terdapat di mata bor, fluida mengalir disamping mendinginkan dan melumasi mata bor juga menghanyutkan partikel hancuran batuan yang digiling oleh mata bor dalam bentuk suspensi terbawa naik melalui ruang anulus yaitu ruang antara dril string dengan lubang sumur hasil pemboran, aliran fluida yang membawa muatan cutting meluap di permukaan dan mengalir melalui parit kedalam kolam pengendap kemudian sebagian besar cutting  mengendap turun terkumpul di dasar kolam, sedangkan cairan yang bersih dialirkan ke  kolam tempat cadangan lumpur dipompa dengan menggunakan pompa lumpur. 
Fluida sebagai sebagai media sirkulasi bahan dasarnya dapat berupa air (water base fluid) yang umum digunakan untuk pemboran air, dan dapat berupa minyak (oil base fluid) yang umumnya untuk pemboran minyak. 


Gambar 3. Garis Besar Peralatan Pemboran Putar Sirkulasi Terbalik

Fluida berbasis air, untuk mendapatkan hasil lubang sumur yang optimal menggunakan berbagai macam bahan pencampur (additiv), diantaranya bentonite, polimer, udara, CMC, barite dan lain sebagainya yang akan dijelaskan kemudian. Pemboran dengan metode putar sirkulasi langsung ini yang sangat umum dan paling banyak dilakukan dalam pemanfaatan air tanah di Indonesia.

Metode putar sirkulasi langsung dapat juga menggunakan udara sebagai fluida pemboran. Beberapa ahli memisahkan metode ini dari metode pemboran berbasis air, sehingga ada yang menyebutkan terdapat juga metode pemboran putar berbasis udara (Air base) dalam hal ini udara bertekanan tinggi ditiupkan dari kompresor melalui drill string menuju mata bor dan meniup cutting melalui anulus ke permukaan untuk membuang cutting.


C) Pemboran Putar Sirkulasi Terbalik

Pemboran putar sirkulasi terbalik ini pada prinsipnya sirkulasi dalam pengambilan serbuk bor (cutting) dilakukan dengan menyedot bubur campuran fluida dengan cutting. Pompa sentrifugal yang cukup besar kapasitasnya menyedot fluida bersama-sama cutting. Media fluida berupa air, baik yang berasal dari air formasi batuan atau air yang ditambahkan dialirkan masuk melalui anulus sampai ke ujung mata bor di bawah permukaan disedot melalui lubang mata bor masuk kedalam drill pipe disedot ke pompa sentrifugal di permukaan dan di curahkan ke kolam tandon air, dalam kolam tersebut cutting di endapkan dan air bersih kembali dimasukkan ke ruang anulus untuk disirkulasikan kembali.

Pipa hisap pompa dan drill pipe yang digunakan pada metode ini dengan demikian harus memiliki diameter yang cukup besar, biasanya berukuran 6 inci, mata bor yang digunakan juga cukup besar, biasanya antara 10 sampai 22 inci. 


2. LANGKAH - LANGKAH PEMBORAN

Di Indonesia, kondisi geologi dan hidrogeologi pada daerah pengembangan pemanfaatan air tanah umumnya memiliki karakter yang hampir sama. Kebanyakan irigasi air tanah berkembang pada daerah aluvial, lithologi atau batuan dengan umur relatif muda atau berumur kuarter. Daerah pengembangan pemanfaatan air tanah untuk irigasi kebanyakan kondisi batuanya belum kompak, atau pada daerah dengan litologi produk vulkanisme yang juga relatif muda dan belum kompak, namun pada daerah aluvial yang banyak pemanfaatan air tanah, susunan formasi batuan sangat bervariasi ukuran butirnya, berselang seling antara batuan berbutir kasar sampai batuan sedimen berbutir halus atau lempung.

Dari kondisi tersebut, maka metode rotary direct circulation mud flush yang paling banyak dilakukan, karena dinilai paling sesuai dengan kondisi geologisnya.

Untuk selanjutnya dalam modul ini, dengan alasan untuk pengembangan pemanfaatan air tanah untuk irigasi dan air baku air minum, hanya akan dibahas metode pemboran putar sirkulasi langsung atau searah berbasis air dengan beberapa pencampur (additives). Perencanaan pekerjaan pemboran dan kontruksi sumur dengan metode pemboran putar sirkulasi langsung atau searah berbasis air dengan bahan pencampur (additive) meliputi perencanaan untuk :

    • Mobilisasi, persiapan site, alat, dan bahan termasuk perijinan lokal.
    • Pemasangan peralatan mesin bor, menara bor, pompa lumpur, kompresor dan alat bantu
    • Pemasangan pipa konduktor termasuk pemboran atau penggalian lubang untuk pipa konduktor, penggalian kolam lumpur.
    • Pemboran lubang pandu atau pilot hole diameter antara 4” - 8 3/4" dengan kedalaman sampai rencana akhir pemboran dan pengambilan contoh batuan (cutting) tiap meter kedalaman dari awal sampai akhir pemboran.
    • Loging geofisik dapat menggunakan Logging Resistivity dan Self Potential Log. Jika memungkinkan dilakukan gamma ray logging atau jika terdapat artesian akuifer digunakan juga water flow logging 
    • Desain dan konstruksi sumur termasuk pemasangan konstruksi pipa sumur, meliputi pemilihan material konstruksi sumur pemasangan dan ketegak lurusan  pipa produksi dan  pengisian gravel pack, untuk irigasi  berdiameter tidak kurang dari 6", untuk air baku dan air minum disesuaikan kebutuhan, antara 3” – 4 “ bagi skala pedesaan, pemasangan bail plug/sumbat bawah dan reducer.
    • Pencabutan pipa konduktor sementara, penyemenan atau grouting.
    • Pemasangan tutup sumur, patok tanda sumur, dan kunci pengaman
    • Pengisian semen atau "grouting" kedalam rongga disekeliling pipa jambang.
    • Pembongkaran mesin bor.
    • Pengembalian site/ pemulihan site lokasi pemboran. 

3. JENIS - JENIS ALAT BOR

Jenis rig atau mesin bor yang digunakan dapat dipilih sesuai kondisi medan, dan ketersediaan alat, jika kondisi jalan dan jalan masuk ke lokasi cukup baik, rata dan mampu dilewati truck maka rig yang digunakan adalah truck mounted, atau tractor mounted. Tetapi bila kondisi medan tidak mungkin dilalui kendaraan berat, maka dapat digunakan jenis skid mounted yang dapat menyeret dirinya ke titik lokasi dengan menggunakan kabel baja serta memanfaatkan drum liner/ sand liner yang ada pada rig atau mesin bor tersebut.

Rencana jalan yang dilewati atau route harus di cek kondisinya, apakah terdapat jembatan yang tidak mampu dilewati mobilisasi (terutama jika menggunakan mesin bor alat berat). Kemungkinan perlu tidaknya perkuatan jembatan/ gorong-gorong yang akan dilalui. Kondisi jalan berlumpur atau berbatu yang mungkin perlu perekayasaan perkerasan atau perataan.

Persiapan site adalah mempersiapkan lokasi pemboran sedemikian sehingga peralatan dapat masuk dengan mudah, aman dan tertata rapi sehingga memudahkan dan cukup leluasa melakukan kegiatan operasional pemboran. Lokasi pekerjaan harus dibebaskan dari kondisi becek, berlumpur atau berdebu, bila perlu dilakukan penimbunan, perataan dan perkerasan.

Persiapan alat pemboran sedapat mungkin dibuatkan list atau tabel nama peralatan, jumlah dan kondisinya. Peralatan yang akan dibawa ke lapangan, peralatan khususnya mesin-mesin harus di cek terlebih dahulu, sehingga peralatan langsung dapat digunakan di lapangan. 

Persiapan bahan meliputi bahan bahan lumpur pemboran berupa bentonite termasuk bahan additive-nya untuk menanggulangi kesulitan yang tiba tiba muncul di lapangan. Bahan konstruksi, casing, screen, pump cassing, reducer, centralizer, bottom plug, gravel pack, kawat las, lem pipa, mur-baut, bahan bakar, pelumas, air accu  dan lain sebagainya.


Gambar 4. Mesin Bor (RIG) Model Skid Mounted Dengan Pemutar Spindle Head



Gambar 5. Mesin Bor (RIG) Model Truck Mounted Dengan Pemutar Rotary Head

Penataan bahan harus cukup aman dan tidak mengakibatkan kerusakan atau turunya mutu bahan. Penataan pipa pipa termasuk saringan harus disusun ditempat yang teduh rata dan tidak terinjak hewan, misalnya pipa PVC harus diganjal minimal 3 tempat sehingga tumpukan material rata horisontal tidak melengkung.

Gambar 6. Mesin Bor (RIG) Model Tractor Mounted Dengan Pemutar Rotary Head

Penyimpanan gravel pack tidak terganggu atau terinjak-injak orang atau hewan, dan tidak kebanjiran atau berceceran tercampur tanah atau lumpur. Bentonite dan bahan additives serta bahan lain yang peka terhadap hujan dan panas harus dibuatkan peneduh atau disimpan di direksi keet / gudang lapangan.

Perijinan masuk lokasi harus sudah tuntas diurus ke desa, warga pemukiman disekitar lokasi.

Untuk keperluan pekerjaan pemboran perlu penyediaan air untuk sirkulasi dan kebutuhan lain proses pemboran, harus dijamin kelancaran penyediaannya.  Mutu air harus bersih dan tawar, Air yang payau atau asam (air gambut) akan mempengaruhi kualitas lumpur pemboran sehingga dapat menimbulkan gangguan pengambilan cutting, keruntuhan lubang bor karena viskositas dan densitas lumpur berubah yang disebabkan adanya reaksi kimia antara air tersebut dengan bentonite. Bahkan air keruh, berpasir atau asam dapat merusak pompa lumpur dan ausnya mata bor.  Jumlah air yang disediakan harus dapat diperhitungkan kebutuhannya, jika lokasi pengambilan atau penyaluran air cukup jauh dan tersendat-sendat, perlu disiapkan tangki atau tandon air sementara didekat lokasi pemboran

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 22 September 2022

TAHAPAN PERENCANAAN SUMUR BOR

 Jefri Harjawinata     September 22, 2022     perencanaan sumur bor, sumur, Sumur bor     No comments   

(Dok. Pekerjaan Sumur Bor Perumahan Wakre - Kabupaten Supiori, Papua)

Kondisi ketersediaan air saat ini pada dasarnya sangatlah terbatas. Sementara itu, karena adanya pertambahan penduduk yang cepat dan adanya perkembangan pendapatan penduduk serta perkembangan diluar sektor pertanian, menyebabkan kebutuhan air semakin besar, baik secara kuantitatif dan kualitatif. Dengan demikian persaingan antar sektor dalam penggunaan air semakin kompetitif.

Pemanfaatan air pemukaan, seperti sungai, danau, waduk, embung dan lain-lain telah lama dilakukan masyarakat. Namun demikian, karena kebutuhannya belum proporsional dibandingkan dengan kesediaannya terutama di musim kemarau, maka sering kali tanaman yang dibudidayakan pada periode tersebut mengalami kekeringan. Berdasarkan fakta empiris tersebut, maka perlu dipikirkan alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air tanaman dari sumber air yang lain. Air tanah merupakan salah satu pilihan sumber air yang dapat dikembangkan untuk pertanian. 

Air tanah sebagai salah satu pemasok untuk memenuhi kebutuhan hidup sangat diperlukan, sebagai akibat tidak terpenuhinya kebutuhan tersebut oleh air permukaan. 
Penggunaan air tanah yang terus meningkat, dapat menyebabkan terjadinya pengambilan air tanah yang melebihi cadangan pada cekungan air tanah.
Untuk menjaga keseimbangan antara pengambilan dan imbuhan, pemanfaatan air tanah harus melalui tahapan-tahapan tertentu.

1. TAHAPAN STUDI HIDROGEOLOGI
Studi diharapkan dapat mengetahui kapasitas air tanah yang berada pada suatu cekungan air tanah, geometri luas dan tebal cekungan dan batas-batasnya, daerah imbuhan (recharger), potensi kemampuan cekungan air tanah untuk digunakan, prakiraan produktivitas sumur yang akan dibuat serta prakiraan jumlah sumur dan jarak antar sumur yang akan dibangun. Tahap studi hidrogeologi membahas dan menghitung debit optimum pada sumur bor. 
Disamping studi tentang air tanah tersebut, diperlukan studi tentang kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya, untuk mengetahui prioritas kebutuhan air dan kesiapannya dalam memanfaatkan air tanah.
Teknik investigasi hidrogeologi setidaknya harus dilakukan beberapa hal diantaranya (Hiscock, K.M., 2005):
  • Pengukuran muka air tanah
  • Hidrograf muka air tanah dan barometrik selama beberapa tahun
  • Pemetaan kontur muka air tanah
  • Pengukuran presipitasi
  • Pengukuran evapotranspirasi dan estimasinya 
  • Kalkulasi Infiltrasi dan soil water 
  • Estimasi imbuhan
  • Estimasi lapangan dan analisis sifat akuifer
  • Kualitasi air tanah daerah penelitian 
  • Pemodelan 
a) Survei Geofisika 

  Survei geofisika dapat dilakukan dengan beberapa metode, diantaranya (Kovalevsky.V.S.et al, 2004) : 
  • Metode Magnetis
  • Metode Elektro magnetic 
  • Metode Electrical Resistivity 
  • Metode Polarissi Induksi
  • Metode seismik 
  • Metode Gravitasi 
  • Metode Ground Penetrating Radar (GPR)
  • Metode Bore Hole Logging  
b) Pemboran Sumur Eksplorasi
    Setelah dilakukan survey hidrogeologi dan geofisika untuk mengetahui kepastian dan ketepatan lapisan pembawa air (akuifer), selanjutnya perlu dilakukan pemboran sumur eksplorasi. Pemboran eksplorasi dengan diameter kecil sampai kedalaman yang diinginkan untuk mendapatkan sampel tanah (drilling cutting) dan data air dengan metode pemompaan uji tipe air lift test. 
Sumur eksplorasi ini setelah mendapat data yang cukup akurat kadang kadang hanya dikonstruksi dengan pipa diameter 6” sebatang sebagai tanda bahwa daerah ini pernah diteliti dengan cermat.
Beberapa sumur eksplorasi kadang juga dikonstruksi dengan pipa diameter 4” sampai dengan kedalaman susunan perlapisan akuifer yang difungsikan sebagai sumur pengamat (observation well), atau dapat juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air dilingkunganya. 

c) Pemboran Sumur Uji
  Setelah pemboran eksplorasi selesai dilaksanakan dan hasilnya menunjukkan adanya potensi air tanah, maka dilakukan pembuatan/ pemboran sumur uji. Konstruksi sumur uji biasanya sama dengan pembuatan konstruksi sumur produksi yang akan dibuat pada tahap pengembangan berikutnya. Pembuatan sumur uji dapat dengan memanfaatkan sumur eksplorasi yang sudah ada, yang kemudian ditingkatkan menjadi sumur uji dengan melebarkan diameter sumur, dibor sampai dengan kedalaman serta dikonstruksi sesuai dengan terdapatnya lapisan akuifer.
Sumur uji dipergunakan untuk menguji akuifer daerah tersebut dengan pemompaan uji bertahap dan uji menerus selama 3 hari. Bahkan kadang bilamana diperlukan dapat dilakukan pemompaan uji menerus selama 7 hari menerus atau selama yang diinginkan oleh ahli hidrogeologi, atau sesuai kepentinganya. Pengujian jangka panjang bertujuan untuk mengetahui kondisi kemampuan akuifer secara regional (satu cekungan air tanah).

2. LANGKAH PERENCANAAN SUMUR BOR
   Perencanaan sumur air tanah memerlukan beberapa hal atau langkah yang harus diperhatikan : 



2.1) Diameter Sumur 
   A) Besaran diameter casing yang digunakan sesuai dengan keperluan, 
   B) Jenis casing yang digunakan dapat berbahan metal, plastik atau serat gelas.                    Pemilihannya berdasarkan pertimbangan :  
    • Harga barang atau pertimbangan ekonomis
    • Kualitas air tanah untuk daerah dengan kualitas korosif dipilih pipa bahan plastik atau metal jenis stainless steel, bukan jenis low carbon. Pertimbangan lain mungkin diperlukan dengan mengingat kondisi lingkungan dan keperluannya. 
    • Kemudahan dalam pemasangan, untuk pemboran dengan mesin bor yang cukup kuat dapat menggunakan material dari bahan metal. Penyambungan juga menjadi pertimbangan apakah tersedia mesin las untuk metal atau lem dan baut pasak untuk bahan plastik. 
    • Kemudahan dalam pemeliharaan. Dalam periode tertentu secara berkala, sumur perlu dicuci atau di redevelopment untuk membersihkan kotoran. Proses development dengan tekanan tinggi atau dengaan pengocokan, akan sangat beresiko rusak pada sumur dengan material yang lemah.
2.2. Kedalaman Sumur
  1. Tergantung pada berapa lapisan akuifer yang akan disadap dan potensi akuifernya. 
  2. Penentuan jenis akuifer (tertekan atau tidak) berdasarkan data log bor
  3. Besar debit rencana operasi juga menentukan kedalaman sumur. 
2.3. Penggunaan Screen 
Pemilihan bahan screen mempunyai pertimbangan yang sama dengan pemilihan casing, namun jumlah air yang dapat disadap oleh sumur dan umur sumur sangat tergantung dengan ukuran lebar celah screen disamping gravel pack.  Lebar celah atau slot opening yang terlalu lebar akan mengurangi kekuatan material meskipun diperoleh air dalam jumlah besar karena rasio Opening area yang besar. Pada screen dengan slot opening yang besar tetapi tidak sinkron dengan ukuran gravel pack dapat menyebabkan masuknya pasir atau material formasi batuan kedalam sumur, kemudian akan terpompa dan berakibat pompa menjadi lebih cepat rusak.

2.4. Gravel Pack 
Material berupa kerikil yang ditempatkan pada ruang anulus disekitar screen yang berguna sebagai filter untuk menahan material–material batuan pada akifer tidak masuk kedalam sumur dan terpompa. Gravel pack juga berfungsi menstabilkan lubang bor agar tidak runtuh. 

2.5. Development
Proses pembersihan sumur dari lumpur pemboran agar diperoleh produktivitas sumur yang tinggi. Proses development mempunyai banyak metode, yang umum digunakan adalah metode Air Jetting, dengan menggunakan alat kompresor ditiupkan udara bertekanan tinggi kedalam permukaan saringan sumur.

2.6 Grouting 
Suatu lapisan buatan (berupa lapisan semen) yang berfungsi untuk menahan konstruksi lubang bor, menahan rembesan air permukaan atau soil water yang tidak diinginkan masuk kedalam lubang bor, sekaligus sebagai penguat konstruksi sumur didekat permukaan tanah.


3. DATA PERENCANAAN YANG DIPERLUKAN
  1. Evaluasi dan survey (di lapangan dan luar lapangan) dari semua informasi geologi, hidrologi, kualitas air, geomorfologi, pedologi, dan lain-lain dari area yang bersangkutan. 
  2. Hasil pemetaan yang sebenarnya adalah koleksi dari data terbaru dan pengecekan data di lapangan, penerapan geologi, geofisika, kimia, geologi foto-kartografi dan metode lainnya. 
  3. Data dasar kondisi hidrogeologi, saati ini sudah dirangkum dan tersimpul menjadi peta Cekungan Air Tanah. Didalam peta CAT disamping terlihat penyebaran tiap cekungan air tanah juga dapat diketahui ketebalan satuan akuifer pada tiap daerah CAT. 
  4. Laporan hasil penelitian terdahulu, laporan-laporan pemboran disekitarnya. 
(Dok. Pekerjaan Sumur Bor Perumahan Wakre - Kabupaten Supiori, Papua)


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Konversi Kuat Tekan Beton F'c (MPa) ke K (Kg/cm2)
    Sumber : Google.com Beton terkenal karena kekuatannya dalam menahan gaya tekan. Kuat tekan beton merupakan parameter dari mutu/kualitas beto...
  • Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan
    Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca ...
  • Membuat Laporan Harian, Mingguan, Bulanan
    Apa sih itu Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan? dan Bagaimana sih cara membuatnya? Bisa jadi inilah pertanyaan yan...
  • CARA MENENTUKAN TIPE RUMAH
    Apa sih maksudnya TIPE RUMAH 21, 36, 45, 54 dll ? seringkali para developer menawarkan jasa pembuatan rumah ataupun menjual rumah dengan me...

Follow Kami

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram

HALAMAN

  • Home
  • About Me

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • APA ITU RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
      • Jenis - Jenis Fisher dan Fungsinya
  • ►  2024 (12)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2021 (11)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (11)
  • ►  2017 (16)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut Blog

Daftar Pengunjung Blog

MOTTO PENULIS

Sebanyak apapun Ilmu yang anda miliki, itu tidak akan berguna jika hanya untuk DIRI SENDIRI - Admin

Copyright © Ilmu Dasar Teknik Sipil | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates