Ilmu Dasar Teknik Sipil
  • HOME
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy policy
  • terms of service
  • Home
  • Struktur
    • GEDUNG
    • JEMBATAN
    • JALAN
    • BANGUNAN AIR
  • BAHAN
    • BETON
    • BAJA
    • KAYU
  • PROGRAM
    • SAP 2000
    • AUTOCAD
    • HEC RAS
    • PLAXIS
    • MICROSOFT PROJECT
  • TEKNIK FONDASI
    • FONDASI RUMAH
    • FOOTPLATE
    • BORPILE
  • LAINNYA
    • TEKNIK GEMPA
    • GEOTEKNIK
    • MANAJEMEN
    • MEKANIKA TANAH
  • Daftar Isi
Tampilkan postingan dengan label Baja ringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baja ringan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 November 2024

JENIS - JENIS BAJA RINGAN DAN KELEBIHANNYA

 Jefri Harjawinata     November 06, 2024     Baja ringan, JENIS - JENIS BAJA RINGAN, kelebihan baja ringan, mengenal baja ringan     No comments   

JENIS - JENIS BAJA RINGAN DAN KELEBIHAN

(Sumber : Google.com)

Baja ringan yang juga dikenal sebagai baja cold-formed atau cold-rolled steel merupakan salah satu jenis besi baja yang terkenal karena ringan dan mudahnya digunakan khususnya untuk rangka atap, besi baja dengan bahan cold-formed ini dapat digunakan dalam proses konstruksi yang kecil maupun yang besar. Baja ringan saat ini banyak digunakan untuk membangun rumah, ruko, dan bangunan lainnya. Jenis baja ringan dan ukurannya bermacam-macam. Selain itu, baja ringan lebih kuat dan harganya cukup terjangkau dibanding menggunakan kayu atau bambu. Meskipun ringan, baja ringan sangat kokoh dan dapat mempertahankan bentuknya dalam waktu lama.

Baja ringan terbuat dari Carbon Steel atau Galvalum. Bahan ini membuatnya lebih tahan lama dan tahan korosi. Campuran berbagai unsur seperti: karbon, mangan, alumunium, zink, silikon, dan tembaga membuat bobotnya lebih ringan. Karena ringan dan kuat, baja ringan cocok untuk membangun atap atau area atas bangunan. Baja ringan memiliki komposisi karbon maksimum antara 0,16% sampai 0,29% dengan titik lelehnya yang relatif tinggi antara 1450 °C sampai 1520 °C. Baja ringan dengan kandungan karbon lebih tinggi dari baja struktur biasa lainnya. Temperatur leleh yang tinggi ini berarti bahwa baja ringan lebih ulet dan tahan saat dipanaskan, sehingga sangat cocok untuk penempaan, pemotongan, pengeboran, pengelasan dan mudah dibuat dan digunakan dalam konstruksi.

Berikut adalah beberapa jenis baja ringan yang bisa ditemui di lapangan dan fungsinya masing-masing. 

1. JENIS-JENIS BAJA RINGAN

BAJA RINGAN HOLLOW

(Sumber : Google.com)

Baja ringan jenis hollow terbuat dari material Galvanis. Ciri-cirinya adalah berbentuk balok, ujungnya berbentuk persegi, dan bagian dalamnya kosong. Fungsi baja ringan hollow adalah: Sebagai bahan baku atap, kanopi, plafon dan juga kebutuhan interior. 

RENG

(Sumber : Google.com)

Reng merupakan baja ringan dalam bentuk bilah-bilah. Reng dipasang melintang untuk menahan atau sebagai sangkutan genteng atau seng pada kasau. Baja ringan reng memiliki bentuk 2 macam yaitu simetris dan asimetris. Untuk membedakannya, baja ringan reng simetris memiliki dua sisi miring, sedangkan baja ringan reng asimetris memiliki satu sisi miring dan satu sisi dengan sudut 90 derajat. Reng dari baja ringan lebih ringan dan tahan lama dibanding reng dari bahan kayu. Reng terbuat dari Zinc tahan karat sehingga lebih tahan karat dari kondisi cuaca tropis di Indonesia.

KANAL C

(Sumber : Google.com)

Sesuai namanya, jenis baja ringan kanal C memiliki bentuk menyerupai huruf C. Saat saling dihadapkan dengan baja ringan lain akan membentuk kotak persegi. Fungsi utama dari baja ringan kanal C adalah sebagai penyusun rangka atap dan kanopi rumah. Baja ringan ini kuat dan bisa menahan atap, kanopi, dan langit-langit rumah.

BAJA RINGAN BONDEK

(Sumber : Google.com)

Bondek adalah salah satu jenis baja ringan yang paling mudah ditemui. Bondek berfungsi sebagai rangka pada tulangan, sebagai pelapis, atau pembungkus untuk menahan beban dan tekanan beton. Bondek biasanya digunakan untuk membangun rangka atap atau untuk menggantikan triplek

SPANDEK

(Sumber : Google.com)

Spandek adalah jenis baja ringan yang berbentuk seperti lembaran. Spandek berbentuk gelombang ini biasanya digunakan sebagai penutup atau lapisan luar kerangka atap rumah atau kanopi. Selain itu, spandek juga biasa dipakai sebagai pelapis dinding. Sama seperti baja ringan lain, spandek juga ringan, tahan lama, dan anti karat.

2. Kelebihan Baja Ringan

Setiap jenis baja ringan punya kelebihannya masing-masing. Jika dibandingkan dengan material atap bangunan lain, baja ringan memiliki banyak keunggulan, yaitu:

Tahan Karat dan Anti Rayap

Berbeda dari kayu dan bambu, baja ringan lebih tahan dari serangan rayap. Baja ringan terbuat dari material logam Galvalum yang anti karat. Karena lebih tahan lama, baja ringan lebih menguntungkan dibanding kayu dan bambu. Anda tidak perlu keluar uang lagi untuk mengganti material atap yang lapuk karena sering terkena hujan dan panas.

Lebih Murah

Dulu harga baja ringan memang lebih mahal dibanding kayu. Namun karena sekarang kayu dan bambu mulai langka, harganya jadi semakin mahal. Saat ini, menggunakan baja ringan untuk atap lebih murah dibanding kayu atau bambu. Apalagi jika dibandingkan dengan daya tahannya, lebih ekonomis jika menggunakan baja ringan.

Mudah Dipasang

Kelebihan lain dari baja ringan adalah mudah dipasang. Kecepatan waktu dan biaya pengerjaan jadi lebih murah dibanding memasang atap dari kayu. Proses pengerjaan yang lebih singkat, otomatis membuat biaya tukang lebih murah.

Lentur dan Kuat

Baja ringan lebih lentur dibanding baja konvensional. Tegangan tarik baja ringan mencapai 550 Mpa, sedangkan baja konvensional hanya 300 Mpa. Sifat yang lentur ini membuat baja ringan dapat menyerap energi lebih besar. Walaupun lebih lentur dari baja konvensional, baja ringan dapat menahan kestabilan bangunan dibanding kayu.

Material Bisa Didaur Ulang

Material baja ringan bisa dimanfaatkan kembali untuk membangun bangunan lain. Jadi, jika suatu saat Anda ingin membongkar bangunan, rangka baja ringan bisa dibongkar dan digunakan kembali. Baja ringan masih bisa Anda gunakan karena tidak mudah lapuk atau mengalami penyusutan.

3. Perbedaan Ukuran Baja Ringan

Secara umum ketebalan baja ringan berada di kisaran 0.6 mm hingga 1 mm. Setiap jenis baja ringan punya ukuran masing-masing. Berikut ini tabel ukuran baja ringan berdasarkan jenisnya:


Demikian informasi tentang baja ringan, semoga bermanfaat. 

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 12 Mei 2018

Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan

 Jefri Harjawinata     Mei 12, 2018     Baja, Baja konvensional, Baja ringan, Material, Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan     No comments   

Oke di artikel ini, kita mau bahas tentang apa sih bedanya Baja Konvensional dan Baja Ringan ? sebenarnya kalau dari namanya aja pasti kita sudah tau bedanya. Umumnya kalau baja biasanya kita tau ukurannya pasti besar, memiliki beban berat, dan biasa di gunakan untuk konstruksi - konstruksi besar seperti Menara Pemancar, Jembatan, Gudang - gudang besar, dan masih banyak lagi. Nah kalau baja ringan, pasti langsung yang tersirat dipikiran kita karena ada kata 'ringan' pasti adalah baja tapi memiliki beban yang ringan. 
Yups, sebenarnya secara sederhana apa yang kita simpulkan sudah benar, tapi disini kita mau lihat segi teknis yang lebih mendalam lagi tentang perbedaan dari BAJA DAN BAJA RINGAN. 

BAJA KONVENSIONAL

baja konvensional
SUMBER : GOOGLE.COM
Definisi Baja adalah logam paduan, dimana logam besi (Fe) yang berfungsi sebagai unsur dasar dicampur dengan beberapa elemen lainnya, termasuk unsur karbon (C). Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% - 2.1% dari berat total baja tersebut sesuai grade-nya. Walaupun unsur utama pembentuk baja adalah besi (Fe) dan Karbon (C) tetapi ada unsur kimia lain lagi yang terlibat dalam pembentukan baja ini, diantarannya yaitu mangan, fosfor, sulfur, silikon, oksigen, nitrogen dan alumunium. 


BAJA RINGAN

baja ringan
SUMBER : GOOGLE.COM
Definisi dari Baja Ringan adalah Baja berkualitas tinggi dimana baja ringan ini memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan baja konvensional  tetapi memiliki tampilan fisik yang unik yaitu lebih tipis dan memiliki beban yang ringan. Baja ringan memiliki tegangan tarik tinggi yaitu (G550) maksudnya kuat tariknya bisa mencapai 550 MPa. selain itu, baja ringan ini memiliki modulus geser 80.000 MPa dan Modulus Elastisitasnya 200.000 MPa, sama kayak baja konvensional kan ?? 
Dalam pemilihan baja ringan pun tidak sembarangan, misalnya kita akan memilih baja ringan untuk di gunakan pada struktur bangunan contohnya atap maka kita akan gunakan baja ringan dengan kuat tarik 550 MPa sedangkan jika akan digunakan pada bagian non struktur maka cukup dengan menggunakan baja ringan dengan tegangan tarik yang lebih rendah misalnya kualitas G300 atau G250, yang pasti harganya pun berbeda. 

Nah sekarang kita mau lihat perbedaan yang signifikan dari baja konvensional dan baja ringan ini. yang pertama adalah : 

1. Proses Pembentukan
Dari segi proses pembentukannya, baja konvensional dibentuk saat masih berwujud liquid atau cairan dengan suhu yang sangat panas. Cairan baja tersebut akan dituang ke cetakan dengan teknik khusus yang tidak sembarang orang mampu melakukannya.
Beda halnya dengan baja ringan yang dibentuk saat suhu cairan baja mulai agak dingin. Perbedaan suhu tersebut menjadi faktor penyebab berat dan tidaknya massa besi baja itu.

2. Berat
Seperti yang singgung di awal artikel, yang pasti perbandingan berat dari baja ringan dan baja konvensional menjadi sangat signifikan. Baja Konvensional dengan bentuk dan ukurannya yang besar lebih baik jika di gunakan menjadi struktur utama seperti tiang kolom atau pilar karena akan lebih efektif dalam penyaluran beban sedangkan baja ringan akan lebih efisien jika digunakan pada struktur yang lebih membutuhkan kuat tarik tinggi tapi materialnya tetap ringan seperti pembuatan atap karena akan menggurangi beban yang harus di terima gedung/konstruksi tersebut. 

3. Komposisi Karbon. 
Kadar kandungan karbon dalam baja ringan sekitar 0.16% - 0.29% dari total berat sedangkan kadar karbon dalam baja konvensional mencapai 0.3% - 1.7 % dari berat total. Perbedaan komposisi kandungan karbon ini sangat mempengaruhi kekuatan dan daktalitas baja. Semakin banyak kandungan karbon, maka tingkat kekerasan dan kekuatan tarik akan tinggi tapi hal ini akan membuatnya menjadi getas dan pastinya tidak ulet. 

4. Kekuatan
Dari segi kekuatan, baja konvensional masih lebih unggul di bandingkan baja ringan karena baja konvensional banyak mengandung karbon sehingga menjadikan baja konvensional lebih kaku dan kuat dalam menerima beban tapi tentunya tidak ulet ya !!. 

5. Daktalitas
Nah kalau soal daktalitas pasti baja ringanlah pemenangnya, karena lebih daktail atau lentur di bandingkan dengan baja konvensional. 


Oke, sampailah kita pada kesimpulan bahwa BAJA RINGAN dan BAJA KONVENSIONAL memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing, Soo... pilihlah material mana yang akan kalian gunakan dengan tentunya menyesuaikan kondisi lapangan dan proyek yang akan di kerjakan. berikut adalah contoh proyek yang saya kerjakan, dengan menggunakan kombinasi antara pipa Galvanis sebagai tiang, beton sebagai kolom, dan konstruksi atap dengan Baja Ringan. 
kombinasi baja dan beton
TERIMAKASIH



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Konversi Kuat Tekan Beton F'c (MPa) ke K (Kg/cm2)
    Sumber : Google.com Beton terkenal karena kekuatannya dalam menahan gaya tekan. Kuat tekan beton merupakan parameter dari mutu/kualitas beto...
  • Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan
    Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca ...
  • CARA MENENTUKAN TIPE RUMAH
    Apa sih maksudnya TIPE RUMAH 21, 36, 45, 54 dll ? seringkali para developer menawarkan jasa pembuatan rumah ataupun menjual rumah dengan me...
  • Membuat Laporan Harian, Mingguan, Bulanan
    Apa sih itu Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan? dan Bagaimana sih cara membuatnya? Bisa jadi inilah pertanyaan yan...

Follow Kami

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram

HALAMAN

  • Home
  • About Me

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • APA ITU RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
      • Jenis - Jenis Fisher dan Fungsinya
  • ►  2024 (12)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2021 (11)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (11)
  • ►  2017 (16)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut Blog

Daftar Pengunjung Blog

MOTTO PENULIS

Sebanyak apapun Ilmu yang anda miliki, itu tidak akan berguna jika hanya untuk DIRI SENDIRI - Admin

Copyright © Ilmu Dasar Teknik Sipil | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates