Ilmu Dasar Teknik Sipil
  • HOME
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy policy
  • terms of service
  • Home
  • Struktur
    • GEDUNG
    • JEMBATAN
    • JALAN
    • BANGUNAN AIR
  • BAHAN
    • BETON
    • BAJA
    • KAYU
  • PROGRAM
    • SAP 2000
    • AUTOCAD
    • HEC RAS
    • PLAXIS
    • MICROSOFT PROJECT
  • TEKNIK FONDASI
    • FONDASI RUMAH
    • FOOTPLATE
    • BORPILE
  • LAINNYA
    • TEKNIK GEMPA
    • GEOTEKNIK
    • MANAJEMEN
    • MEKANIKA TANAH
  • Daftar Isi

Senin, 01 April 2019

AIR 1 g/cm3, Beton 2200 Kg/m3, BERAT JENIS ATAU MASSA JENIS ?

 Jefri Harjawinata     April 01, 2019     Berat Jenis, massa jenis, tabel     1 comment   

Banyak dari antara kita para engineer belum bisa membedakan apa itu BERAT JENIS dan apa itu MASSA JENIS ? 
Misalnya kalau ditanya, berapa berat jenis air? maka biasanya kita jawab 1000 Kg/m3. 
Atau mungkin kita ditanya berapa berat jenis beton? maka dengan pedenya kita menjawab 2200 Kg/m3. 

Oke sobat, jika anda adalah salah satu orang yang berpikir jawaban diatas benar, maka anda WAJIB membaca artikel ini ya!!

Pertama-tama mari kita cari tahu perbedaan antara Massa dan Berat.
1. Massa adalah materi yang dikandung oleh zat itu sendiri.
Lambang : m
Dimensi : M
Satuan : SI kg

2. Berat adalah massa yang dipengaruhi oleh gravitasi. 
Lambang : w
Dimensi : MLT-2
Satuan : Newton atau Kgm/s2

Maka berdasarkan rumusan diatas, sekarang kita bisa menjabarkan apa itu BERAT JENIS dan apa itu MASSA JENIS.

1. DEFINISI BERAT JENIS
Berat jenis adalah perbandingan relatif antara massa jenis sebuah zat dengan massa jenis air murni. Berat jenis biasanya dicari dengan rumusan : 

Berat Jenis = (m x g/v) atau w/v 
Satuan = N/m3

dimana : 
m = massa
g = gravitasi
v = volume
w = weight (berat)

2. DEFINISI MASSA JENIS
Massa Jenis atau densitas adalah pengukuran massa setiap satuan volume benda. semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda yang memiliki massa jenis lebih tinggi misalnya besi akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah misalnya air. 
Rumus untuk menentukan massa jenis adalah : 

Satuan = Kg/m3 atau g/cm3

dimana : 
p = Massa Jenis
m = massa
v = Volume


Nah berikut adalah beberapa massa jenis dari beberapa material yang dapat saya bagikan untuk kawan-kawan sekalian. Jika ada perubahan nilai massa jenis, tolong dikoreksi di kolom komentar ya.

No
Jenis Material
Massa Jenis
Satuan
1
Alumunium
2712
Kg/m3
2
Air
1000
Kg/m3
3
Baja
7850
Kg/m3
4
Bambu
300 – 400
Kg/m3
5
Balsa
170
Kg/m3
6
Batu Alam
2600
Kg/m3
7
Batu Belah
1500
Kg/m3
8
Batu Karang
700
Kg/m3
9
Batu Pecah
1450
Kg/m3
10
Besi Cor
6800 – 7800
Kg/m3
11
Besi Tuang
7250
Kg/m3
12
Besi Tempa
7750
Kg/m3
13
Beton
2200
Kg/m3
14
Beton Bertulang
2400
Kg/m3
15
Emas
19.300
Kg/m3
16
Granit
2691
Kg/m3
17
Gipsum Padat
2787
Kg/m3
18
Kardus
689
Kg/m3
19
Kayu Kelas I
0,9
Ton/m3
20
Kayu Kelas II
0,6 – 0,9
Ton/m3
21
Kayu Kelas III
0,4 – 0,6
Ton/m3
22
Kayu Kelas IV
0,3 – 0,4
Ton/m3
23
Kayu Kelas V
< 0,3
Ton/m3
24
Krikil, Koral, Split
1800
Kg/m3
25
Kertas Standar
1200
Kg/m3
26
Kapur
2100
Kg/m3
27
Kaca
2580
Kg/m3
28
Marmer
2563
Kg/m3
29
Pasangan Batu Merah
1700
Kg/m3
30
Pasangan Batu Belah
2200
Kg/m3
31
Pasangan Batu Ceak
2200
Kg/m3
32
Pasangan Batu Karang
1450
Kg/m3
33
Pasir
1400
Kg/m3
34
Perak
10.490
Kg/m3
35
Perunggu
8800
Kg/m3
36
Semen
3150
Kg/m3
37
Seng
7135
Kg/m3
38
Serbuk Potongan Gergaji
210
Kg/m3
39
Stainless Steel
7480 – 8000
Kg/m3
40
Tanah Lempung Basah
2000
Kg/m3
41
Tanah Lempung Kering
1700
Kg/m3
42
Tembaga
8920 - 8960
Kg/m3
43
Timbel
11400
Kg/m3
44
Lapis Resap Pengikat/Prime Coat
0,4 – 1,3
Liter/m3
45
Lapis Resap Perekat/Tack Coat
0,15 – 0,5
Liter/m3
46
Aspal Hotmix (Laston)
2,3
Ton/m3
47
Zinc
7135
Kg/m3
Jharwinata.blogspot.com



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 24 Maret 2019

Metode - Metode Perbaikan Tanah

 Jefri Harjawinata     Maret 24, 2019     Alat Berat, bahan kimia, Beton pracetak, dewatering, geotekstil, Metode - Metode Perbaikan Tanah, Perbaikan Tanah     3 comments   


Tanah adalah bagian yang penting ketika kita akan mendirikan suatu bangunan atau konstruksi, MENGAPA? karena tanah adalah tempat dari fondasi bangunan itu berpijak. Jika tanah yang digunakan untuk mendirikan bangunan itu tidak memiliki daya dukung yang tinggi atau tanah yang labil maka sekuat apapun konstruksi yang kita bangun, pasti tidak akan berguna karena akan hancur ketika tanah mengalami perubahan yang disebabkan oleh gempa ataupun perubahan bentuk dan sifat dari tanah itu sendiri. 
Maka sangat penting bagi kita, untuk mengetahui metode - metode apa saja yang biasa digunakan dalam bidang sipil khususnya untuk memperbaiki tanah yang labil menjadi tanah yang memiliki daya dukung tinggi, memenuhi spesifikasi teknik, aman dan layak untuk didirikan sebuah bangunan. Secara garis besar, perbaikan tanah dibagi menjadi dua metode yaitu : 1) Perbaikan tanah secara tradisional dan ke 2) Perbaikan tanah dengan cara yang mekanis atau maju. Mari kita bahas kawan - kawan sekalian. 

Metode Perbaikan Tanah Secara Tradisional ialah dengan cara memberikan pupuk organik dalam peningkatan kesuburan tanah, melalui pembentukan agregat yang lebih stabil, aerasi dan drainase tanah yang baik. Infiltrasi air hujan ke dalam tanah dapat berlangsung sangat baik, sehingga run-off berkurang yang pada gilirannya juga akan mengurangi erosi. Bahan organik tanah juga meningkatkan kemampuan tanah menahan air (water holding capcity), sehingga jumlah air tersedia bagi tanaman juga meningkat.
Pengolahan tanah secara tradisional berkaitan juga dengan kegiatan lain seperti penyebaran benih (penanaman bibit), perlindungan tanaman dan panen. Berkaitan dengan sejarah pengolahan tanah maka perkembangan dalam tujuan serta metode pengolahan tanahnya diikuti pula dengan perkembangan disain peralatan baik dari segi bahan maupun alatnya (misalnya : alat bajak sawah).

Perbaikan Tanah yang Maju atau secara mekanis disebut juga perbaikan tanah dengan enersi. Umumnya dilakukan terhadap tanah timbunan. Jenis tanah dapat berupa tanah berbutir halus maupun berbutir kasar. Pemadatan dapat dilakukan dengan cara :
a. Gilasan
b. Tumbukan
c. Getaran
d. Kombinasi a-c dan b-c
Energi gilasan, tumbukan dan getaran berperan mendorong udara dan air tanah dari rongga atau pori-pori tanah, sekaligus memampatkan rongga menjadi semakin kecil, proses memampatkan tanah juga merubah susunan butiran menjadi lebih kompak. Cara gilasan dan tumbukan sangat cocok untuk tanah kohesif (berbutir halus), sedangkan cara gilasan dan getaran cocok untuk tanah non-kohesif (berbutir kasar). Alat pemadat kombinasi gilasan dan getaran yaitu Smoot wheel roller, cocok untuk tanah berbutri kasar. Sedangkan Pneumatic rubber tired roller cocok untuk tanah berbutir kasar maupun halus.
Berikut ini adalah usaha - usaha yang dilakukan dalam perbaikan tanah, antara lain adalah : 
1. Beton Pra cetak 
Sumber : Google.com
Beton pra cetak merupakan bahan beton yang telah dibuat di pabrik dengan bentuk sesuai cetakan, kemudian beton yang dicetak tersebut diangkut dan dipasang ke tempat lokasi konstruksi bangunan. Sistem beton pracetak adalah metode konstruksi yang mampu menjawab kebutuhan di era ini, selain itu juga praktis dan bermanfaatnya juga berdampak pada lingkungan serta mampu menghemat biaya konstruksi bangunan.

2. Serat Buatan atau Geotekstil

Sumber : Google.com
Geotekstil adalah lembaran sintesis yang tipis, fleksibel, permeable yang digunakan untuk stabilisasi dan perbaikan tanah dikaitkan dengan pekerjaan teknik sipil. Pemanfaatan geotekstil merupakan cara modern dalam usaha untuk perkuatan tanah lunak. Beberapa fungsi dari geotekstil yaitu :
a). Untuk memperkuat tanah lunak.
b). Untuk konstruksi teknik sipil yang mempunyai umur rencana cukup lama dan mendukung beban yang besar seperti jalan rel dan dinding penahan tanah.
c). Sebagai lapangan pemisah, penyaring drainase dan sebagai lapisan pelindung.
Jenis geotekstil dibagi menjadi 2 yaitu Woven Geotextile (Anyaman) dan Non-Woven Geotextile (Nir-Anyam). Pengunaan Woven Geotextile akan memberikan hasil yang lebih baik sebab arah gaya dapat disesuaikan dengan arah serat, sehingga deformasi dapat dikontrol dengan baik. Sedangkan pada Non-Woven Geotextile arah serat dalam struktur geotekstil tidak terarah, sehingga apabila dibebani maka akan terjadi deformasi yang sangat besar dan sulit dikontrol.

3. Menggunakan Alat Berat

Sumber : Google.com
Alat Berat atau Heavy Equipment adalah alat bantu yang digunakan oleh manusia untuk mengerjakan pekerjaan berat atau susah untuk dikerjakan dengan tenaga manusia / membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang berat. Di Indonesia sendiri, kita banyak mengenal berbagai tipe alat berat, namun pada dasarnya tipe alat berat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :
a). Loading equipment adalah alat yang digunakan untuk menggali, mengangkat material dari sumbernya ke unit pembawa material, yang jenisnya antara lain adalah hydraulic shovel, hydraulic excavator, wheel type loader dan track type loader.
b). Heavy support equipment adalah spare part alat berat atau alat berat yang digunakan sebagai sarana pendukung disekitar loading area, dumping area maupun area perjalanan dari loading hingga dumping area. Jenisnya yaitu track type tracktor / dozer, motor grader, wheel type tracktor / wheel dozer dan asphalt compactor.
c). Lifting equipment adalah alat berat yang digunakan sebagai alat pengangkat dengan berbagai jenis berat beban maksimal yang mampu diangkat oleh alat tersebut. Jenisnya : telescopic handler, pipelayer dan forklift.
d). Hauling equipment adalah alat berat yang digunakan sebagai alat pemindah material dari loading area. Jenisnya : off hihway truck, articulated dump truck dan scraper.
e). Drilling machine adalah spare part alat berat atau alat berat yang digunakan sebagai pengebor untuk membuat lubang yang akan digunakan sebagai tempat meletakkan bahan peledak untuk diledakkan. Dalam system pengeboran ini biasanya sebuah perusahaan blasting menggunakan air compressor yang dirakit dengan attachment bor untuk pelaksanaan kegiatan drilling.

4. Penggunaan Bahan Kimia

Sumber : Google.com

Sumber : Google.com

Usaha perbaikan tanah secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur tanah asli dengan bahan stabilitator yang dipakai harus memenuhi keriteria seperti dapat tercampur dengan tanah asli, dapat dipadatkan dengan baik, mudah dikerjakan dan mudah didapat, serta ekonomis.
Ada beberapa bahan stabilitator tanah antara lain adalah stabilisasi tanah dengan semen yang dapat diartikan sebagai pencampuran antara tanah yang telah dihancurkan, semen dan air. Kemudian dipadakan sehingga menghasilkan suatu material baru yang disebut Tanah-Semen (Soil Cement), dimana kekuatan karakteristik deformasi, daya tahan terhadap air, cuaca dan sebagainya dapat disesuaikan dengan kebutuhan untuk pekerjaan jalan, pondasi bangunan dan jalan, aliran sungai dan lain-lain.

5. Penyedotan atau Dewatering.
Sumber : Google.com

Dewatering adalah proses penurunan muka air tanah selama konstruksi berlangsung, selain itu juga diperuntukkan pencegahan kelongsoran akibat adanya aliran tanah pada galian atau bisa dipaparkan sebagai proses pemisahan antara cairan dengan padatan. Proses dewatering tidak dapat dilakukan sekaligus, tetapi harus secara bertahap, yaitu dengan jalan :
a.  Thickening merupakan proses pemisahan antara padatan dengan cairan yang mendasarkan atas kecepatan mengendap partikel atau mineral tersebut dalam suatu pulp sehingga solid factor yang dicapai sama dengan satu (% solid = 50%).
b.  Filtrasi adalah proses pemisahan antara padatan dengan cairan jalan menyaring (dengan filter) sehingga didapatkan solid factor sama dengan empat (% solid = 100%).
c.  Drying adalah proses penghilangan air dari padatan dengan jalan pemanasan, sehingga padatan itu betul-betul bebas dari cairan atau kering (% solid = 100%).

Tujuan diadakannya proses dewatering antara lain adalah untuk :
-  Mencegah rembesan.
-  Memperbaiki kestabilan tanah.
-  Mencegah pengembungan tanah.
-  Memperbaiki karakteristik dan kompaksi tanah terutama dasar.
-  Pengeringan lubang galian.
-  Mengurangi tekanan lateral.

Selain itu, terdapat faktor penentu dalam pemilihan dewatering antara lain :
-  Sifat tanah.
-  Ait tanah.
-  Ukuran dalam galian.
-  Daya dukung tanah.
-  Kedalam dan tipe pondasi.
-  Desain dan fungsi dari struktur.
-  Rencana pekerjaan.
Keuntungan dari proses dewatering ini adalah muka air tanah menurun, longsor berkurang, lereng lebih curam dan tekanan tanah berkurang. Sedangkan kerugiannya yaitu mata air sekeliling turun dan permukaan tanah turun.





Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Rabu, 20 Maret 2019

Bambu Sebagai Pengganti Besi Beton

 Jefri Harjawinata     Maret 20, 2019     Bambu dan Beton, Bambu Sebagai Pengganti Besi Beton, Beton Ramah Lingkungan     13 comments   

Haahh...... Beton Bertulang BAMBU? Emangnya kuat ? Terus gimana cara kerjakannya ? Itulah yang pertama kali terbesit dalam pikiran saya, gimana dengan kalian kawan - kawan.

Jika biasanya beton di kombinasikan dengan besi maka kita sering menyebutnya sebagai Beton Bertulang dan ini adalah jenis material yang sudah sangat terkenal karena sering digunakan dan memiliki kekuatan yang sangat baik sehingga sangat banyak digunakan dalam dunia konstruksi. 
Tapi kali ini kita mau bahas tentang material yang digunakan sebagai alternatif pengganti tulangan besi yaitu BAMBU.
Bambu Sebagai Pengganti Besi Beton, Bisakah?
Sumber : Google.com
Sebenarnya penggunaan material bambu sebagai pengganti besi, sudah dilakukan penelitian oleh beberapa pakar bidang Teknik Sipil di Indonesia. Misalnya yang pernah di lakukan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS dari Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB). Menurut beliau, material bambu memiliki kekuatan yang sejajar serat yang tinggi namun kekuatan tegak lurus seratnya rendah, karena itu, bambu akan terkesan reot ketika dimanfaatkan untuk konstruksi. 

Jika umumnya masyarakat hanya menggunakan bambu sebagai perancah, namun ibu Sri menggunakan material bambu ini sebagai konstruksi utama pengganti besi yang digunakan untuk membuat balok, kolom, plat lantai untuk bangunan rumah dua lantai miliknya. wah salut dengan beliau ya.... tidak hanya teori saja yang hebat tetapi beliau juga mempraktekan hasil penelitiannya pada rumahnya sendiri. 

Sekarang mari kita lihat apa saja kelebihan dan kekurangan dari penggunaan bambu sebagai pengganti tulangan besi.
Bambu Sebagai Pengganti Besi Beton, Bisakah?
Sumber : Google.com
A. Kelebihan Bambu Sebagai Pengganti Tulangan Besi.

Bambu Mudah Didapatkan dan Murah
Bambu bisa ditanam dan pertumbuhannya cepat sehingga dalam waktu lima tahun bambu sudah bisa dipanen sementara baja harus dibuat di pabrik dan membutuhkan energi dalam jumlah besar dan dalam satu kali produksi, hanya sedikit besi yang bisa dihasilkan. Namun, perlu dipertimbangkan juga apabila menggunakan bambu dalam jumlah besar, bagaimana dengan ekosistem alam dan kebutuhan bambunya apakah akan mencukupi atau tidak.

Bambu Lebih Tahan Gempa
Karena sifat material bambu yang membuatnya terlihat reot ini, maka membuat banyak orang berpikir bahwa material ini sangat berbahaya jika terkena goncangan seperti gempa, namun ternyata pandangan seperti ini tidak selalu benar ya. Karena konstruksi yang daktail dan dapat berdeformasi dengan baik justru lebih aman saat terjadi goncangan dibandingkan dengan bangunan yang kaku atau getas.

B. Kekurangan Bambu Sebagai Pengganti Tulangan Besi

Bambu Menyerap Air
Bambu adalah bahan yang mudah menyerap air, maka dalam penggunaannya sebagai pengganti tulangan besi dalam pembuatan beton, tentu air yang digunakan dalam campuran beton akan diserap oleh bambu yang kemudian membuat bambu menjadi gemuk dan bisa menyebabkan cracking nantinya pada beton.

Bambu Mudah Rusak atau Tidak Awet
Bambu juga adalah bahan yang mudah mengalami kerusakan sama seperti kayu. Maka perlu dilakukan perawatan dan pengawetan terlebih dahulu sebelum bambu digunakan. Hal ini gunakan untuk menghindari perusakan bambu oleh rayap dan rusaknya bambu akibat kadar air berlebih di dalam bambu.

Permukaan Bambu Licin
Permukaan bambu yang licin membuat bambu sulit untuk berikatan dengan campuran beton. maka dalam penggunaan bambu sebagai tulangan, perlu di lapisi dengan cat dan di berikan taburan pasir pada permukaannya sehingga permukaan bambu menjadi lebih kasar dan lengket sehingga dapat saling mengikat dengan campuran beton.
Bambu Sebagai Pengganti Besi Beton, Bisakah?
Sumber : Google.com



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 17 Maret 2019

Pengertian Fondasi Raft atau Fondasi Rakit

 Jefri Harjawinata     Maret 17, 2019     Fondasi rakit, Pondasi, Raft Foundation     No comments   

Salam Civil Engineer !! Kali ini kita mau bahas tentang salah satu jenis pondasi dangkal yaitu 'Raft Foundation' atau lebih kita kenal dengan 'Pondasi Rakit'.

Fondasi rakit adalah salah satu jenis fondasi dangkal berbentuk seperti rakit yang terbuat dari plat beton bertulang. Fondasi rakit ini biasa menjadi pilihan apabila daya dukung tanah rendah atau kecil sehingga tidak memungkinkan membuat bangunan atau konstruksi yang besar diatasnya.

Pondasi raft, pondasi rakit
Sumber : Google.com
Biasanya apabila daya dukung tanah kecil maka para engineer akan beralih ke penggunaan pondasi dalam yang tentunya akan memakan biaya yang lebih besar. Namun sebenarnya pondasi rakit ini bisa menjadi alternatif pilihan apabila ingin membangun konstruksi besar dengan daya dukung tanah yang kecil. Penggunaan pondasi rakit lebih ekonomis karena dapat menghemat biaya penggalian dan penulangan beton dibanding dengan penggunaan pondasi dalam. Selain itu dari segi Pelaksanaan, Pondasi rakit lebih praktis karena tidak memakan waktu yang lama dalam pekerjaannya dibandingkan pondasi dalam yang cenderung memakan waktu lebih lama untuk penggalian pondasi.
Pondasi raft, pondasi rakit
Sumber : Google.com
Pondasi Raft biasanya digunakan pada bangunan yang mempunyai basemen karena akan mengurangi resiko dari momen guling pada bangunan gedung bertingkat. Semakin tinggi suatu bangunan maka semakin besar momen guling yang terjadi sehingga untuk mengimbanginya didesain menggunakan lantai baseman atau pondasi dalam.  Pondasi rakit ini juga bisa kita temui sebagai pondasi yang digunakan untuk menopang tangki - tangki besar perusahaan atau bangunan bertingkat hingga 10 lantai.

Langkah pengerjaan pondasi rakit juga terbilang mudah. Berikut adalah langkah - langkah pengerjaan pondasi rakit : 
  1. Galian basemen sekaligus digunakan sebagai galian untuk pondasi rakit sehingga elevasi galian  mengikuti elevasi yang telah ditentukan konsultan dengan nilai CBR min 50%. dari luas bangunan. Apabila nilai CBR tidak memenuhi maka perlu dilakukan perbaikan tanah.
  2. Membuat lantai kerja
  3. Membuat dan merakit pembesian sesuai dengan gambar kerja
  4. Membuat bekisting dengan pasangan batako, sebagai dinding baseman.
  5. Memasang pembesian dengan sistem plat dua arah 
  6. Memasang pembesian untuk tulangan kolom dan dinding basemen
  7. Penyemprotan obat anti rayap
  8. Pengecekan pembesian sebelum pengecoran
  9. Pengecoran tiap - tiap bagian fondasi.
Kelebihan pondasi rakit selain ekonomis dari segi biaya dan efektif dari segi waktu pelaksanaan. Pondasi rakit juga sangat aman dari segi teknis yaitu apabila terjadi penurunan tanah maka seluruh pondasi akan turun bersama-sama karena menjadi satu kesatuan maka meminimalisir kerusakan bangunan atau minim resiko untuk membahayakan bangunan diatasnya. 
Berbeda dengan pondasi dalam yang cenderung dibuat pertitik pondasi, apabila terjadi penurunan pondasi di salah satu titik fondasi, maka akan mempengaruhi stabilitas dari bangunan diatasnya yang tentunya apabila terjadi penyaluran beban yang tidak merata akan menyebabkan bangunan collapse dan hancur.  

Namun Pondasi rakit juga bisa dikombinasikan dengan pondasi dalam apabila daya dukung tanah keras berada pada kedalaman yang jauh, tentunya pondasi ini akan sangat aman tapi perlu dipertimbangkan segi ekonomisnya juga ya.
Pondasi raft, pondasi rakit
Sumber  Google.com

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Selasa, 12 Maret 2019

Bronjong Apa Itu ?

 Jefri Harjawinata     Maret 12, 2019     Bronjong, Dinding Penahan Tanah, gabion, teknik sipil     3 comments   

Bronjong Apa Itu ? 

Jika kamu sudah pernah mengerjakan pekerjaan bronjong, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan apa itu bronjong atau sering disebut gabion. 
Bronjong adalah suatu konstruksi dasar dari bangunan maupun tanggul. Bronjong sering digunakan untuk mengatasi problem longsor akibat pergeseran tanah dan erosi akibat gerusan air. Bronjong umumnya dapat ditemukan pada tepi sungai maupun tebing yang kondisi tanahnya rawan terhadap longsor. 
Bronjong ini terbuat dari anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. kekuatan kawat baja ini sangat kuat sehingga membutuhkan mesin untuk menganyamnya. Ikatan yang dibuat juga menggunakan teknik khusus sehingga ikatan harus benar - benar kuat dan sulit untuk terlepas jadi bronjong bisa kuat dalam menahan erosi maupun longsor. 
Bentuk bronjong biasanya kotak seperti balok dan bagian dalamnya diisikan batu berukuran besar berfungsi untuk menahan pergerakan tanah dibelakannya. Berikut adalah gambar bronjong biar kamu lebih jelas ya...
Bronjong
Sumber : Google.com

Bronjong
Sumber : Google.com

Selain kawat baja galvanis tadi yang digunakan untuk menganyam bronjong, ada bahan lain lagi yang bisa digunakan sebagai alternatif yaitu kawat berlapis PVC. Biasanya kawat berlapis PVC ini digunakan untuk menambah estetika karena luarnya terlihat lebih menarik. 
Saya baca dibeberapa artikel juga katanya kawat yang dilapisi PVC ini lebih lebih unggul daripada kawat baja galvanis. misalnya kawat PVC memiliki dua lapisan yang lebih kuat dari galvanis dan juga tahan terhadap karat dan kadar asam yang tinggi. Berikut adalah hal - hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan Bronjong. 

Hal - Hal yang Perlu diperhatikan : 
1. Karakteristik kawat bronjong pabrikasi
Umumnya terbuat dari bahan baja karbon rendah berlapis galvanis tebal. Spesifikasinya sebagai berikut. 
  • Kawat Anyaman Minimum 0,26 kg/m2
  • Kawat Tulangan Tepi 0,275 kg/m2
  • Kawat Pengikat 0,24 kg/m2
2. Heavy Galvanized dan Lapis PVC
  • Diameter Tulangan Tepi : 4,4 mm
  • Diameter Anyaman : 3,7 mm
  • Diameter Pengikat : 3,0 mm
  • Kuat Tarik Kawat : 41 - 51 kg/mm2
  • Perpanjangan Diameter : 12% (maksimum)
3. Anyaman
  • Harus Merata berbentuk segi enam
  • Bukaan lubang kira - kira 80 mm x 110 mm (Toleransi 10%)
  • Kuat tarik anyaman sebesar 42 - 50 kN/m.
  • Keliling tepi dari anyaman kawat harus diikat kerangka bronjong.
  • Teranyam dengan tiga lilitan.
4. Setiap bronjong kawat pabrikasi harus diberi sekat jarak 1 meter. Sekat harus disatukan dengan cara dililitkan ke kawat pengikat pada bagian dasar bronjong. 

Sekarang apa saja kelebihan atau keunggulan penggunaan kawat bronjong dibandingkan metode kerja yang lain : 
Bronjong
Sumber : Google.com

1. Keunggulan Penggunaan Bronjong.
  • Fleksibel. Walaupun diisi dengan batuan dan diikat dengan kawat, tapi bronjong tetap bersifat fleksibel atau tidak kaku sehingga lebih efektif sewaktu menahan gaya akibat pergerakan tanah dibelakangnya. 
  • Strukturnya yang berpori memungkinkan air didalam tanah bisa keluar dengan sendirinya dan mengurangi tekanan yang terjadi pada bronjong. 
  • Dari segi Harga, ternyata penggunaan bronjong lebih murah jika dibandingkan dengan penggunaan Penahan Tanah dari beton. 



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Jumat, 05 Oktober 2018

Uji Kekuatan Beton dengan Hammer Test

 Jefri Harjawinata     Oktober 05, 2018     Hammer Test, Uji Beton     7 comments   

Kita tentu sering menemukan ada banyak bangunan dengan konstruksi dari beton bertulang. Bahkan beberapa bangunan sudah memiliki umur yang panjang alias bisa dibilang bangunan monumen atau bersejarah. 
Semakin tua umur bangunan, tentu semakin berkurang juga kekuatan dari struktur bangunan itu sendiri misalnya adalah bangunan dengan konstruksi beton bertulang. Menurut teori kita tahu bahwa beton mencapai umur maksimalnya saat berumur 28 hari, namun setelah itu sebenarnya beton masih mengalami peningkatan kekuatan, hanya saja kenaikannya tidak terlalu signifikan. Namun seraya umur beton mencapai lebih dari 50 tahun, maka kekuatan beton akan menurun, bukan lagi meningkat. Lantas timbul pertanyaan, bagaimana dengan bangunan - bangunan dari beton bertulang yang masih ada sampai sekarang ? apakah masih aman konstruksinya ? Nah, mari kita cari tau caranya menjawab pertanyaan ini. 

Salah satu alat yang bisa kita gunakan untuk mengetahui kekuatan tekan beton adalah HAMMER TEST. Hammer test yaitu suatu alat pemeriksaan mutu beton tanpa merusak beton. Dengan  menggunakan metode ini akan diperoleh cukup banyak data dalam waktu yang relatif singkat dengan biaya yang murah. 
Hammer Test
Sumber foto : Copyright PT. Hesa Laras Cemerlang
Metode pengujian ini dilakukan dengan memberikan beban berupa tumbukan pada permukaan beton dengan menggunakan suatu massa yang diaktifkan dengan menggunakan energi yang besarnya tertentu. Jarak pantulan yang timbul dari massa tersebut pada saat terjadi tumbukan dengan permukaan beton benda uji dapat memberikan indikasi kekerasan juga setelah kalibrasi, dapat memberikan pengujian ini adalah jenis Hammer. Alat ini sangat berguna untuk mengetahui keseragaman material beton pada struktur. Karena kesederhanaannya, pengujian dengan menggunakan alat ini sangat cepat, sehingga dapat mencakup area pengujian yang luas dalam waktu yang singkat. Alat ini sangat peka terhadap variasi yang ada pada permukaan beton, misalnya keberadaan partikel batu pada bagian - bagian tertentu dekat permukaan. 
Oleh karena itu, diperlukan pengambilan beberapa kali pengukuran disekitar setiap lokasi pengukuran, yang hasilnya kemudia dirata - ratakan British Standards (BS) mengisyaratkan pengambilan antara 9 - 25 kali pengukuran untuk setiap daerah pengujian seluas maksimum 300 mm2. Secara umum alat ini bisa digunakan untuk memeriksa keseragaman kwalitas beton pada struktur dan untuk mendapatkan perkiraan kuat tekan beton. 
Hammer Test
Sumber foto : Copyright PT. Hesa Laras Cemerlang

Kelebihan metode Hammer Test : 
  1. Murah 
  2. Pengukuran bisa dilakukan dengan cepat
  3. Mudah digunakan
  4. Tidak merusak objek
Kekurangan metode Hammer Test : 
  1. Hasil pengujian dipengaruhi oleh kerataan permukaan, kelembaban beton, sifat - sifat dan jenis agretgat kasar, derajat karbonisasi dan umur beton. oleh karena itu perlu diingat bahwa beton yang akan diuji haruslah dari jenis dan kondisi yang sama. 
  2. Sulit mengkalibrasi hasil pengujian
  3. Tingkat keandalannya rendah
  4. Hanya memberikan informasi mengenai karakteristik beton pada permukaan.

Pengumpulan data - data :
  1. Menyusun rencana jadwal pengujian, mempersiapkan peralatan yang diperlukan.
  2. Mencari data tentang letak detail konstruksi, tata ruang dan mutu bahan konstruksi selama pelaksanaan bangunan berlangsung.
  3. Menentukan titik test.
    • Titik test untuk kolom diambil sebanyak 5 (lima) titik, masing-masing titik test terdiri dari 8 (delapan) titik tembak
    • balok diambil sebanyak 3 (tiga) titik test masing-masing titik terdiri dari 5 (lima) titik tembak
    • pelat lantai diambil sebanyak 5 (lima) titik test masing-masing terdiri dari 5 (lima) titik tembak.
Pelaksanaan pengujian :

Hammer Test
Sumber foto : Copyright PT. Hesa Laras Cemerlang
  1. letakkan ujung plunger yang terdapat pada ujung alat hammer test pada titik yang akan ditembak dengan memegang hammer dengan arah tegak lurus atau miring bidang permukaan beton yang akan ditest.
  2. Plunger ditekan secara perlahan - lahan pada titik tembak dengan tetap menjaga kestabilan arah dari alat hammer. Pada saat ujung plunger akan lenyap masuk kesarangnya akan terjadi tembakan oleh plunger terhadap beton, dan tekan tombol yang terdapat dekat pangkal hammer.
  3. Lakukan pengetesan terhadap masing-masing titik tembak yang telah ditetapkan semula dengan cara yang sama.
  4. Tarik garis vertikal dari nilai pantul yang dibaca pada grafik 1 yaitu hubungan antara nilai pantul dengan kekuatan tekan beton yang terdapat pada alat hammer sehingga memotong kurva yang sesuai dengan sudut tembak hammer.
  5. Besar kekuatan tekan beton yang ditest dapat dibaca pada sumbu vertikal yaitu hasil perpotongan garis horizontal dengan sumbu vertikal.
    Hammer Test
    Sumber foto : Copyright PT. Hesa Laras Cemerlang
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Rabu, 04 Juli 2018

Macam - Macam Bantalan Rel

 Jefri Harjawinata     Juli 04, 2018     Jalan Rel, Jenis Bantalan, Macam - Macam Bantalan Rel     No comments   

Saya harap ketika sobat membaca artikel ini, minimal sobat sudah pernah lihat yang namanya kereta api ya atau mungkin kamu sendiri sudah pernah merasakan bagaimana rasanya naik kereta api, hehehe...... why i said like that ? karena tidak semua orang di negara kita Indonesia pernah melihat kereta api atau bahkan merasakan naik kereta api. 

Kereta api adalah salah satu transportasi massal yang banyak digunakan oleh masyarakat umum khususnya untuk menempuh perjalanan darat, baik itu untuk menempuh jarak yang dekat ataupun  yang jauh. Kereta api juga menjadi transportasi yang paling di sukai oleh masyarakat karena biayanya yang murah dan dapat menempuh perjalanan yang jauh dalam waktu yang singkat, seperti di negara - negara maju seperti Jepang, ada tuh kereta CEPAT yang dapat menempuh 581 Km/Jam, Luar biasa kan !!
Tetapi di artikel ini saya tidak membahas soal jenis kereta api, tapi saya mau cerita tentang salah satu bagian yang berada pada konstruksi jalan rel yaitu jenis - jenis atau macam - macam 'BANTALAN' rel. 

APA SIH BANTALAN REL ITU ??
Bantalan rel adalah landasan tempat rel bertumpu dan diikat dengan penambat rel, oleh karena itu harus cukup kuat untuk menahan beban kereta api yang berjalan di atas rel. Bantalan dipasang melintang rel pada jarak antara bantalan yang satu dengan lainnya sepanjang 0,6 meter (wikipedia.org)
Jenis Bantalan Rel
Sumber : Google.com

Gambar di atas adalah jenis - jenis dari bantalan rel. mari kita bahas jenis - jenis dari bantalan rel ini satu persatu.

JENIS BANTALAN REL
1. Bantalan Kayu
Bantalan kayu adalah jenis bantalan rel yang pertama kali di gunakan sebagai bantalan dalam konstruksi jalan rel  di bandingkan jenis bantalan lainnya. Biasanya bantalan kayu ini digunakan di jalan rel khususnya bagian jembatan karena kayu lebih elastis dari pada beton ataupun baja, jadi dengan menggunakan bantalan kayu, bisa mengurangi dampak getaran yang terjadi pada kereta api. Namun bantalan kayu ini juga punya kelemahan yaitu kelemahan yang umum terdapat pada bahan kayu seperti daya tahannya yang tidak terlalu lama terutama di daerah yang memiliki kelembapan dan curah hujan tinggi. Bantalan kayu yang tidak diawetkan dapat mencapai umur 3 - 15 tahun sedangkan bantalan kayu yang di awetkan dapat mencapai umur 25 - 40 tahun.
Bantalan Kayu

2. Bantalan Beton
Bantalan beton di buat dari beton bertulang prategang, dan pada bantalan beton ini juga sekaligus ditempatkan angker penambat. Keunggulan dari bantalan beton adalah daya tahan terhadap cuaca dibanding dengan bantalan kayu. Kelemahan dari bantalan beton adalah berat per unit dari bantalan itu sendiri sehingga dalam pelaksanaan pemasangan di lapangan akan sedikit membutuhkan upaya ekstra dengan menggunakan tenaga mekanis berupa alat berat khusus untuk pemasangan bantalan tersebut. Bantalan beton di perkirakan dapat mencapai umur pelayanan 60 tahun.
Bantalan Beton

3. Bantalan Plat Besi
Bantalan besi adalah jenis bantalan rel generasi kedua yang lebih awet setelah bantalan kayu. Bantalan besi memiliki kelebihan yaitu lebih awet di bandingkan bantalan kayu namun kekurangan dari bantalan plat besi ini adalah tidak dapat dipasang pada yang ter-elekrikfikasi maupun pada trek yang menggunakan persinyalan elektrik karena dapat mengganggu persinyalan pada lalu lintas kereta api. Bantalan Plat besi baja dapat mencapai umur pelayanan 45 tahun.
Bantalan Besi

4. Bantalan Slab
Adalah bantalan yang langsung menjadi satu dengan badan jalan yang dicor dalam bentuk slab. Pengerjaan harus sangat teliti untuk mendapatkan kualitas penggunaan yang nyaman.
Investasi untuk pembangunan lintasan dengan bantalan slab lebih besar dari bantalan beton atau baja, akan tetapi biaya perawatannya jauh lebih rendah. Tipe bantalan slab ini digunakan untuk membangun lintasan kereta api cepat, lintasan yang arus lalu lintas kereta apinya tinggi.
Bantalan slab beton
Sumber : Google.com




Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 24 Juni 2018

Keunggulan dan Kelemahan Angkutan Kereta Api

 Jefri Harjawinata     Juni 24, 2018     kelebihan dan kekurangan, Kereta Api, Keunggulan dan Kelemahan Angkutan Kereta Api     No comments   

Gambar 1
Sumber : Google.com
KEUNGGULAN ANGKUTAN KA :

1. Moda angkutan jalan rel adalah tipe moda angkutan yang memungkinkan jangkauan pelayanan orang/barang dalam jarak pendek, sedang dan jauh dengan kapasitas yang besar (angkutan massal), tergantung pada keadaan topografi daerah yang memungkinkan untuk dilalui secara baik oleh kereta (Gambar 2).
Gambar 2
Sumber : Google.com
2. Pemakaian energi untuk transportasi menduduki peringkat tertinggi (40,58%) dibandingkan industri lainnya (Gambar 3). Ini menempatkan tingkat penggunaan BBM untuk industri jasa sangat signifikan. Penghematan energi/BBM di bidang industri jasa akan memberikan dampak perekonomian yang cukup tinggi terhadap pemakaian energi nasional di Indonesia. Angkutan kereta api memiliki potensi penggunaan energi/BBM yang relatif kecil, seperti pada Tabel 2.1, dihitung dalam pemindahan satu ton barang dengan perhitungan tenaga kuda. Terlihat bahwa kereta api memiliki kebutuhan energi yang relatif kecil, bahkan dengan dikembangkan tenaga penggerak baterai dari sumber listrik memungkinkan penggunaan yang hemat energi, terutama mengurangi penggunaan BBM. Efek dari penggunaan energi yang relatif kecil bila dibandingkan dengan besar kapasitas angkutnya yang dapat terlayani akan dapat memberikan kemungkinan biaya produksi aktivitas manusia semakin kecil. Gambar 4 menjelaskan perbandingan pemakaian BBM angkutan kereta api dan moda lainnya dengan parameter orang/liter BBM.
Gambar 3
Sumber : Google.com
Gambar 4
Sumber : Google.com
3. Keselamatan perjalanan akan lebih baik dibandingkan moda lainnya, karena mempunyai jalur (track) dan fasilitas terminal tersendiri, sehingga tidak terpengaruh oleh kegiatan lalu lintas non kereta api yang menjadikan sangat kecil terjadinya konflik dengan moda lainnya

4. Keandalan waktu cukup tinggi, karena selain mempunyai jalur tersendiri, kecepatan relatif lebih konstan, sehingga kemudahan dalam pengaturan dan risiko keterlambatan kecil dan tidak terlalu dipengaruhi oleh cuaca.

5. Tingkat keandalan keselamatan perjalanan relatif tinggi, dapat sebagai angkutan wisata pada kawasan pariwisata (tourism trip).

6. Perkeretaapian merupakan angkutan yang ramah lingkungan, dengan emisi gas buang kecil dan pengembangan teknologi kereta berbasis energi listrik, memungkinkan sebagai moda angkutan yang mampu menjawab masalah lingkungan hidup manusia di masa datang.

7. Dapat dipergunakan sebagai pelayanan aktivitas khusus, karena daya angkut besar, dan memiliki jalur sendiri, sehingga perjalanan suatu aktivitas khusus dilaksanakan tanpa banyak memberikan dampak sosial. (misalnya, untuk Hankam, Pengiriman Sembako, Layanan Bahan Pabrik, dll.)

8. Kecepatan perjalanan KA bervariasi, dari kecepatan rendah hingga tinggi, misalnya dari KA berbasis batu bara dengan kecepatan 40-60 km/jam hingga KA Levitasi Magnetik dengan kecepatan 400-600 km/jam.

9. Mempunyai aksebilitas yang lebih baik dibandingkan angkutan air dan udara.

10. Biaya total variabel (biaya operasionalnya) perhitungan per hari cukup tinggi, namun biaya variabel dalam per ton tiap km sangat rendah (karena kapasitas angkut besar) dibandingkan dari perkembangan moda. Keuntungan lainnya : 
  • Memberikan pelayanan yang cepat
  • Barang-barang yang banyak dapat diangkut
  • Menawarkan akses yang baik sepanjang jalur itu. Rel KA dapat berfungsi sebagai magnet industri
  • Merupakan tipe transportasi yang bersih (relatif) Cocok untuk pengangkutan penumpang, murah, nyaman, aman, khususnya untuk jarak < 500 km
KEKURANGAN ANGKUTAN KA :

Meskipun demikian, dari beberapa keunggulan di atas masih terdapat aspek kelemahan angkutan perkeretaapian terutama pada aspek operasinya. Tabel di bawah menjelaskan beberapa aspek kelemahan pengoperasian moda angkutan kereta api terhadap angkutan lainnya, disamping itu masih terlihat beberapa aspek yang unggul seperti penentuan tarif dan penguasaan terminal.
Gambar 5
Sumber : Google.com

1. Memerlukan fasilitas infrastruktur khusus yang tidak bisa digunakan oleh moda angkutan lain, sebagai konsekuensinya perlu penyediaan alat angkut yang khusus (lokomotif dan gerbong).
2. Investasi yang dikeluarkan tinggi karena KA memerlukan sarana khusus.
3. Pelayanan jasa orang/barang hanya terbatas pada jalurnya (tidak door to door).
4. Teknologi sarana tinggi, sehingga tidak langsung dapat diterapkan pada jalur yang sudah ada.
5. Bila ada hambatan (kecelakaan) di jalur tersebut, maka tidak dapat segera dialihkan ke jalur lainnya.
6. Dapat menghambat perkembangan fisik kota, persilangan KA dan jalan raya dibatasi.
Kekurangan lainnya : 
a. Biaya operasional dan pemeliharaan tinggi
b. Untuk jarak yang dekat, biayanya tinggi
c. Pelayanan tidak fleksibel karena jalurnya tidak mudah dialihkan. Kalau akan mengubah jalur harus melalui stasiun
d. Rutenya tidak mudah dipindah misal harus memutar
e. Tidak dapat mengakomodasi muatan yang tak pantas.
f. Jalur yang sudah lama memberikan beban keruangan yang sangat besar
g. Mengganggu jenis transportasi yang lain misal jalan raya


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

PELAKSANAAN PERKERASAN LENTUR / FLEXIBLE

 Jefri Harjawinata     Juni 24, 2018     beton aspal, perkerasan lentur, Urutan Pengerjaan Lapis Permukaan Beton Aspal     No comments   

A. Urutan Pengerjaan Lapis Permukaan Beton Aspal 

  • Tentunya Lapis Pondasi Atas (LPA) sudah selesai dikerjakan dan siap untuk di beri lapisan permukaannya. 
  • Tentukan lebar jalan yang akan diberi Lapisan Beton Aspal (LBA)
  • Lapisan permukaan LPA di semprot dengan menggunakan Air Compresor bertujuan untuk menyingkirkan debu pada bagian permukaan LPA. 
  • Permukaan LPA diberi lapisan aspal cair (Prime Coat) sebagai bahan ikat antara LPA dengan LBA
  • Beton Aspal panas disebarkan dengan alat asphalt power/finisher. Dalam hal ini temperatur campuran harus di perhatikan atau di cek temperatur dari Beton Aspal.
  • Pemadatan awal dengan menggunakan alat Smooth Steel Drum Roller (SSDR)
  • Pemadatan tengah dengan menggunakan alat Pneumatic Tire Rolling (PTR)
  • Pemadatan akhir dengan menggunakan alat SSDR
  • Kemudian beton aspal di biarkan dingin sampai suhunya sama dengan suhu udara sekitarnya. Biasanya sekitar 2 – 4 jam
  • Jalan siap di pakai dan di lalui kendaraan. 

No
Jenis Pekerjaan
Jenis Alat
Berat Alat (Ton)
Jumlah Lintasan
Temperatur Pengerjaan (C°)
Durasi Pengerjaan (Menit)
1
Pemadatan Awal
SSDR
± 8
2 – 4 Lintasan
135 awal – 120 akhir
3 – 6
2
Pemadatan Tengah
PTR
± 12 - 18
15 – 18 Lintasan
120 awal – 100 akhir
10 – 12
3
Pemadatan Akhir
SSDR
± 8
3 – 5 Lintasan
100 awal – 70 akhir
4 – 6
Catatan : Setiap Persayaratan tersebut mempunyai konsekuensi terhadap kualitas dari hasil pengerjaan lapis permukaan tersebut. Sebagai contoh, Jika jumlah lintasan tidak sesuai, maka kepadatan tidak sempurna dan jika temperatur rendah maka ikatan dan pemadatan tidak akan sempurna. Untuk video pelaksanaannya, boleh lihat dibawah ini

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Konversi Kuat Tekan Beton F'c (MPa) ke K (Kg/cm2)
    Sumber : Google.com Beton terkenal karena kekuatannya dalam menahan gaya tekan. Kuat tekan beton merupakan parameter dari mutu/kualitas beto...
  • Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan
    Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca ...
  • CARA MENENTUKAN TIPE RUMAH
    Apa sih maksudnya TIPE RUMAH 21, 36, 45, 54 dll ? seringkali para developer menawarkan jasa pembuatan rumah ataupun menjual rumah dengan me...
  • Membuat Laporan Harian, Mingguan, Bulanan
    Apa sih itu Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan? dan Bagaimana sih cara membuatnya? Bisa jadi inilah pertanyaan yan...

Follow Kami

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram

HALAMAN

  • Home
  • About Me

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • APA ITU RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
      • Jenis - Jenis Fisher dan Fungsinya
  • ►  2024 (12)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2021 (11)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (11)
  • ►  2017 (16)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut Blog

Daftar Pengunjung Blog

MOTTO PENULIS

Sebanyak apapun Ilmu yang anda miliki, itu tidak akan berguna jika hanya untuk DIRI SENDIRI - Admin

Copyright © Ilmu Dasar Teknik Sipil | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates