Ilmu Dasar Teknik Sipil
  • HOME
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy policy
  • terms of service
  • Home
  • Struktur
    • GEDUNG
    • JEMBATAN
    • JALAN
    • BANGUNAN AIR
  • BAHAN
    • BETON
    • BAJA
    • KAYU
  • PROGRAM
    • SAP 2000
    • AUTOCAD
    • HEC RAS
    • PLAXIS
    • MICROSOFT PROJECT
  • TEKNIK FONDASI
    • FONDASI RUMAH
    • FOOTPLATE
    • BORPILE
  • LAINNYA
    • TEKNIK GEMPA
    • GEOTEKNIK
    • MANAJEMEN
    • MEKANIKA TANAH
  • Daftar Isi
Tampilkan postingan dengan label Dinding Penahan Tanah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dinding Penahan Tanah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 April 2019

Jenis Konstruksi Dinding Penahan Tanah

 Jefri Harjawinata     April 20, 2019     Bronjong, Dinding Penahan Tanah, Jenis Konstruksi Dinding Penahan Tanah, Retaining wall, Turap     No comments   

Apa itu Dinding Penahan Tanah? Dinding Penahan Tanah adalah salah satu konstruksi sipil yang berfungsi untuk menahan pergerakan tanah yang diakibatkan oleh gaya tekanan lateral suatu tanah maupun air. Gaya - gaya yang bekerja pada dinding penahan tanah yaitu berupa momen guling, gaya berat sendiri, gaya lateral tanah aktif/pasif, gaya gelincir dan gaya angkat(uplift). Dengan banyaknya gaya dan tekanan yang akan berpengaruh pada dinding penahan tanah maka konstruksinya perlu direncanakan dengan aman agar tidak berpotensi menyebabkan kerusakan pada strukturnya tersebut nantinya. 
Sumber : Google.com
Dinding penahan tanah memiliki banyak jenis tergantung dari aplikasi dan kasus yang akan digunakan baik untuk menahan tekanan tanah pada tebing/slope, timbunan/embankment, kolam tampungan retensi/pond, konstruksi basement, konstruksi pembendung air, penahan transport sedimen pada sungai, dan sebagainya. Pada dasarnya fungsi dari dinding penahan tanah adalah : 
1. Menahan tekanan lateral tanah aktif yang dapat berpotensi menyebabkan terjadinya keruntuhan lateral tanah misalnya tanah longsor.
2. Menahan tekanan lateral air yang dapat berpotensi menyebabkan  terjadinya keruntuhan tanah lateral akibat tekanan air yang besar. 
3. Mencegah terjadinya proses perembesan air secara lateral yang diakibatkan oleh kondisi elevasi muka air tanah yang cukup tinggi. Dalam hal ini juga berfungsi proses dewatering yaitu dengan memotong aliran air pada tanah. 

Maka apa saja jenis - jenis konstruksi dinding penahan tanah yang umumnya digunakan dalam pekerjaan konstruksi sipil, beberapa diantaranya adalah : 

1. Revetment, jenis konstruksi sederhana yang berfungsi untuk perkuatan lereng/tebing maupun untuk melindungi dari gerusan aliran sungai dan ombak pada alur pantai. Konstruksi jenis ini pada dasarnya tidak memiliki fungsi utama dalam menahan tekanan aktif lateral tanah namun lebih pada fungsi proteksi terhadap efek gerusan/erosi yang dapat merusak kestabilan lereng/tanggul yang tentunya dapat berpotensi menimbulkan terjadinya longsor/land slide.
Sumber : Google.com
2. Dinding Penahan Tanah Continguous Pile dan Soldier Pile, jenis konstruksi penahan continguous pile dan soldier pile merupakan konstruksi dinding penahan tanah yang digunakan untuk menahan tekanan lateral tanah aktif pada konstruksi bawah tanah seperti pada konstruksi basement suatu bangunan sama seperti jenis konstruksi dinding penahan diaphragm wall. Continguous pile dan soldier pile juga biasanya dikombinasikan dengan sistem angkur/anchord untuk meningkatkan daya dukung terhadap tekanan aktif lateral tanah dan berfungsi sebagai pemutus aliran air bawah tanah. Continguous pile dibuat di tempat in-situ dengan sistem bored pile berupa rangkaian besi beton bertulang maupun menggunakan profil baja serta dikombinasikan dengan bentonited dan dirangkai membentuk dinding penahan yang padat.


Sumber : Google.com
3. Dinding Penahan Tanah Tipe Diaphragm Wall, jenis konstruksi dinding penahan tanah tipe dinding bertulang (Diaphragm Wall) merupakan jenis konstruksi dinding penahan yang terbuat dari rangkaian besi beton bertulang yang dicor di tempat atau dengan sistem modular yang dibuat untuk membendung suatu konstruksi bawah tanah khususnya pada konstruksi basement suatu bangunan. Diaphragm wall dapat dikombinasikan dengan sistem anchord untuk menambah daya dukung terhadap tekanan aktif lateral tanah juga berfungsi dalam proses dewatering untuk memotong aliran muka air tanah (Cut-Off Dewatering).


Sumber : Google.com
4. Dinding Penahan Tipe Blok Beton (Block Concrete), jenis dinding penahan tanah tipe blok beton merupakan kumpulan blok-blok beton masif padat yang disusun secara vertikal dengan sistem pengunci/locking antar blok yang disusun. Umumnya blok beton dibuat secara modular di fabrikasi berupa beton precash dan kemudian proses pemasangannya di lakukan di lokasi. 


Sumber : Google.com

5. Dinding Penahan Bronjong (Gabion), konstruksi dinding penahan tanah jenis ini merupakan konstruksi yang berupa kumpulan  blok- blok  yang dibuat dari anyaman kawat logam galvanis yang diisi dengan agregat kasar berupa batu batu kerikil yang disusun secara vertikal ke atas dengan step-step meyerupai tangga-tangga. Kelebihan dari dinding penahan jenis gabion selain berfungsi untuk menahan tekanan tanah juga berfungsi untuk memperbesar konsentrasi resapan air ke dalam tanah (Infiltrasi).



Sumber : Google.com
6. Dinding Penahan Tipe Turap (Sheet Pile), jenis konstruksi dinding penahan tipe turap merupakan jenis konstruksi yang banyak digunakan untuk menahan tekanan tanah aktif lateral tanah pada timbunan maupun untuk membendung air (coverdam). Jenis konstruksi tipe turap/sheet pile umumnya terbuat dari material beton pra tegang (Prestrees Concrete) baik berbentuk corrugate-flat maupun dari material baja. Konstruksi dinding penahan tipe sheet pile berbentuk ramping dengan mengandalkan  tahanan jepit pada kedalaman tancapnya dan dapat pula dikombinasikan dengan sistem angkur/Anchord yang disesuaikan dengan hasil perancangan. Dalam pelaksanaannya kedalaman tancap sheet pile dapat mencapai elevasi sampai tanah keras.

Sumber : Google.com
7. Dinding penahan Tanah Tipe Jepit (Cantilever Retaining Wall), Jenis konstruksi dinding penahan tanah tipe ini umumnya digunakan untuk menahan tekanan tanah pada timbunan maupun pada tebing. Prinsip kerja dari jenis dinding penahan jenis ini yaitu dengan mengandalkan daya jepit/fixed pada dasar tubuh strukturnya. Oleh karena itu ciri khas dari dinding penahan jenis kantilever yaitu berupa model telapak/spread memanjang pada dasar strukturnya yang bersifat jepit untuk menjaga kestabilan dari struktur penahan. Umumnya konstruksi dinding penahan tipe jepit dibuat dari pasangan batu maupun dengan konstruksi beton bertulang.
Sumber : Google.com

BACA JUGA : Metode - Metode Perbaikan Tanah

8. Dinding Penahan Tanah Massa (Gravity Retaining Wall), jenis dinding penahan tanah ini banyak digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral pada timbunan tanah maupun pada tebing-tebing yang landai sampai terjal. Prinsip kerja dari dinding penahan ini cukup unik yaitu mengandalkan bobot massa dari badan konstruksinya dengan demikian kestabilan dari struktur dapat lebih stabil dikarenakan bobotnya yang berat dalam menahan tekanan tanah lateral. Material penyusun yang digunakan pada jenis konstruksi ini biasanya berupa material pasangan batu ataupun beton bertulang (Reinforced Concrete).
Sumber : Google.com

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Selasa, 12 Maret 2019

Bronjong Apa Itu ?

 Jefri Harjawinata     Maret 12, 2019     Bronjong, Dinding Penahan Tanah, gabion, teknik sipil     3 comments   

Bronjong Apa Itu ? 

Jika kamu sudah pernah mengerjakan pekerjaan bronjong, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan apa itu bronjong atau sering disebut gabion. 
Bronjong adalah suatu konstruksi dasar dari bangunan maupun tanggul. Bronjong sering digunakan untuk mengatasi problem longsor akibat pergeseran tanah dan erosi akibat gerusan air. Bronjong umumnya dapat ditemukan pada tepi sungai maupun tebing yang kondisi tanahnya rawan terhadap longsor. 
Bronjong ini terbuat dari anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. kekuatan kawat baja ini sangat kuat sehingga membutuhkan mesin untuk menganyamnya. Ikatan yang dibuat juga menggunakan teknik khusus sehingga ikatan harus benar - benar kuat dan sulit untuk terlepas jadi bronjong bisa kuat dalam menahan erosi maupun longsor. 
Bentuk bronjong biasanya kotak seperti balok dan bagian dalamnya diisikan batu berukuran besar berfungsi untuk menahan pergerakan tanah dibelakannya. Berikut adalah gambar bronjong biar kamu lebih jelas ya...
Bronjong
Sumber : Google.com

Bronjong
Sumber : Google.com

Selain kawat baja galvanis tadi yang digunakan untuk menganyam bronjong, ada bahan lain lagi yang bisa digunakan sebagai alternatif yaitu kawat berlapis PVC. Biasanya kawat berlapis PVC ini digunakan untuk menambah estetika karena luarnya terlihat lebih menarik. 
Saya baca dibeberapa artikel juga katanya kawat yang dilapisi PVC ini lebih lebih unggul daripada kawat baja galvanis. misalnya kawat PVC memiliki dua lapisan yang lebih kuat dari galvanis dan juga tahan terhadap karat dan kadar asam yang tinggi. Berikut adalah hal - hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan Bronjong. 

Hal - Hal yang Perlu diperhatikan : 
1. Karakteristik kawat bronjong pabrikasi
Umumnya terbuat dari bahan baja karbon rendah berlapis galvanis tebal. Spesifikasinya sebagai berikut. 
  • Kawat Anyaman Minimum 0,26 kg/m2
  • Kawat Tulangan Tepi 0,275 kg/m2
  • Kawat Pengikat 0,24 kg/m2
2. Heavy Galvanized dan Lapis PVC
  • Diameter Tulangan Tepi : 4,4 mm
  • Diameter Anyaman : 3,7 mm
  • Diameter Pengikat : 3,0 mm
  • Kuat Tarik Kawat : 41 - 51 kg/mm2
  • Perpanjangan Diameter : 12% (maksimum)
3. Anyaman
  • Harus Merata berbentuk segi enam
  • Bukaan lubang kira - kira 80 mm x 110 mm (Toleransi 10%)
  • Kuat tarik anyaman sebesar 42 - 50 kN/m.
  • Keliling tepi dari anyaman kawat harus diikat kerangka bronjong.
  • Teranyam dengan tiga lilitan.
4. Setiap bronjong kawat pabrikasi harus diberi sekat jarak 1 meter. Sekat harus disatukan dengan cara dililitkan ke kawat pengikat pada bagian dasar bronjong. 

Sekarang apa saja kelebihan atau keunggulan penggunaan kawat bronjong dibandingkan metode kerja yang lain : 
Bronjong
Sumber : Google.com

1. Keunggulan Penggunaan Bronjong.
  • Fleksibel. Walaupun diisi dengan batuan dan diikat dengan kawat, tapi bronjong tetap bersifat fleksibel atau tidak kaku sehingga lebih efektif sewaktu menahan gaya akibat pergerakan tanah dibelakangnya. 
  • Strukturnya yang berpori memungkinkan air didalam tanah bisa keluar dengan sendirinya dan mengurangi tekanan yang terjadi pada bronjong. 
  • Dari segi Harga, ternyata penggunaan bronjong lebih murah jika dibandingkan dengan penggunaan Penahan Tanah dari beton. 



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Konversi Kuat Tekan Beton F'c (MPa) ke K (Kg/cm2)
    Sumber : Google.com Beton terkenal karena kekuatannya dalam menahan gaya tekan. Kuat tekan beton merupakan parameter dari mutu/kualitas beto...
  • Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan
    Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca ...
  • CARA MENENTUKAN TIPE RUMAH
    Apa sih maksudnya TIPE RUMAH 21, 36, 45, 54 dll ? seringkali para developer menawarkan jasa pembuatan rumah ataupun menjual rumah dengan me...
  • Membuat Laporan Harian, Mingguan, Bulanan
    Apa sih itu Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan? dan Bagaimana sih cara membuatnya? Bisa jadi inilah pertanyaan yan...

Follow Kami

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram

HALAMAN

  • Home
  • About Me

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • APA ITU RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
      • Jenis - Jenis Fisher dan Fungsinya
  • ►  2024 (12)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2021 (11)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (11)
  • ►  2017 (16)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut Blog

Daftar Pengunjung Blog

MOTTO PENULIS

Sebanyak apapun Ilmu yang anda miliki, itu tidak akan berguna jika hanya untuk DIRI SENDIRI - Admin

Copyright © Ilmu Dasar Teknik Sipil | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates