Ilmu Dasar Teknik Sipil
  • HOME
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy policy
  • terms of service
  • Home
  • Struktur
    • GEDUNG
    • JEMBATAN
    • JALAN
    • BANGUNAN AIR
  • BAHAN
    • BETON
    • BAJA
    • KAYU
  • PROGRAM
    • SAP 2000
    • AUTOCAD
    • HEC RAS
    • PLAXIS
    • MICROSOFT PROJECT
  • TEKNIK FONDASI
    • FONDASI RUMAH
    • FOOTPLATE
    • BORPILE
  • LAINNYA
    • TEKNIK GEMPA
    • GEOTEKNIK
    • MANAJEMEN
    • MEKANIKA TANAH
  • Daftar Isi

Rabu, 16 Mei 2018

Mengenal Jenis - Jenis Fondasi

 Jefri Harjawinata     Mei 16, 2018     Fondasi, Fondasi dalam, Fondasi dangkal, Jenis Fondasi, Pondasi     No comments   

Sebelum kita bahas tentang jenis - jenis fondasi, saya senang untuk menceritakan sedikit tentang definisi dari fondasi. Fondasi adalah suatu bagian dari bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah, dan berfungsi sebagai penyaluran beban bangunan ke tanah. Fondasi biasanya memanjang hingga ke bawah tanah. 
Sebenarnya dari semua bagian dalam suatu bangunan, pondasi adalah yang paling penting dan kunci dari kekuatan bangunan tersebut, mengapa ? karena fondasi yang berfungsi sebagai penahan seluruh beban yang berada diatasnya dan gaya - gaya yang terjadi bangunan tersebut. Fondasi merupakan bagian dari struktur yang berfungsi meneruskan beban menuju lapisan tanah pendukung dibawahnya. Dalam struktur apapun, beban yang terjadi baik yang disebabkan oleh berat sendiri ataupun akibat beban rencana harus disalurkan ke dalam suatu lapisan pendukung dalam hal ini adalah tanah yang ada di bawah struktur tersebut. 
Sumber : Wikipedia.org
Setelah mengetahui definisi dari fondasi, mari kita bahas tentang jenis - jenis fondasi ini. Secara garis besar fondasi hanya dibagi menjadi 2 jenis yaitu : 1). Fondasi Dangkal dan 2). Fondasi Dalam. 

1. FONDASI DANGKAL
Fondasi dangkal adalah fondasi yang tidak membutuhkan galian tanah terlalu dalam karena lapisan tanah dangkal sudah cukup keras, apalagi bangunan yang akan dibangun hanya rumah sederhana. Kekuatan fondasi dangkal ada pada luas alasnya, karena fondasi ini berfungsi untuk meneruskan sekaligus meratakan beban yang diterima oleh tanah. Fondasi dangkal ini digunakan apabila beban yang diteruskan ke tanah tidak terlalu besar. Misalnya, rumah sederhana satu lantai atau dua lantai. Contoh fondasi dangkal yang sering kita temui di lapangan antara lain:
a). Fondasi Menerus (Batu Kali)
Fondasi ini sering di gunakan pada rumah sederhana 1 lantai di Indonesia. Fondasi ini dipasang menerus sepanjang dinding bangunan untuk menahan dinding serta mengikat kolom-kolom berdekatan. Fondasi menerus dibuat dalam bentuk memanjang dengan potongan persegi ataupun trapesium. Keuntungan memakai fondasi ini adalah beban bangunan dapat disalurkan secara merata, dengan catatan seluruh fondasi berdiri diatas tanah keras. Sementara kelemahan fondasi ini yaitu biaya untuk fondasi cukup besar terutama untuk daerah yang sulit batu kali, memakan waktu agak lama dalam pengerjaannya dan memerlukan tenaga kerja yang banyak. 

Sumber : Google.com
Sumber : Google.com

b) Fondasi Setempat 
Fondasi ini dapat digunakan pada rumah sederhana 2 lantai ataupun ruko. Fondasi ini sering kita kenal sebagai fondasi telapak. Fondasi setempat ini gunanya untuk mendukung kolom baik untuk rumah satu lantai maupun dua lantai. Jadi, fondasi ini diletakkan tepat pada kolom bangunan. Fondasi ini terbuat dari beton bertulang. Dasar fondasi telapak bisa berbentuk persegi panjang atau persegi.

Sumber : Google.com

2. FONDASI DALAM
Fondasi dalam adalah fondasi yang didirikan dipermukaan tanah dengan kedalaman tertentu dimana daya dukung dasar fondasi dipengaruhi oleh beban struktural dan kondisi permukaan tanah. Fondasi dalam biasanya dipasang pada kedalaman lebih dari 3 m di bawah elevasi permukaan tanah. Fondasi dalam dapat dijumpai dalam bentuk fondasi tiang pancang, dinding pancang dan caissons atau fondasi kompensasi. Fondasi dalam dapat digunakan untuk mentransfer beban ke lapisan tanah yang lebih dalam sampai didapat jenis tanah yang mampu mendukung beban struktur bangunan.
Jenis - jenis fondasi dalam diantaranya : 
a) Fondasi Tiang Pancang
Fondasi ini dapat di terapkan pada jenis gedung bertingkat seperti perkantoran, mall. Penggunaan fondasi tiang pancang sebagai fondasi bangunan dilakukan apabila tanah yang berada dibawah dasar bangunan tidak mempunyai daya dukung beban (bearing capacity) yang cukup untuk memikul beban bangunan dan beban yang bekerja padanya atau apabila tanah yang mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat bangunan dan seluruh beban yang bekerja berada pada lapisan yang sangat dalam dari permukaan tanah dengan kedalaman lebih dari 8 meter.
Fungsi dan kegunaan dari fondasi tiang pancang adalah untuk mentransfer beban-beban dari konstruksi di atasnya (super struktur) kelapisan tanah keras yang letaknya sangat dalam. Dalam pelaksanaan pemancangan pada umumnya dipancangkan tegak lurus dalam tanah, tetapi ada juga dipancangkan miring (battle pile) untuk dapat menahan gaya-gaya horizontal yang bekerja, Hal seperti ini sering terjadi pada dermaga dimana terdapat tekanan kesamping dari kapal dan perahu. Sudut kemiringan yang dapat dicapai oleh tiang tergantung dari alat yang dipergunakan serta disesuaikan dengan perencanaannya.

Sumber : Google.com
Sumber : Google.com

b) Fondasi Bored Pile
Salah satu fondasi yang dapat digunakan untuk gedung bertingkat seperti mall adalah fondasi bored pile. Fondasi Bore Pile adalah bentuk Fondasi Dalam yang dibangun di dalam tanah dengan kedalaman tertentu. Fondasi di tempatkan sampai ke dalaman yang dibutuhkan dengan cara membuat lobang yang dibor dengan alat bore pile. Setelah mencapai kedalaman yang dibutuhkan, kemudian dilakukan pemasangan begisting yang terbuat dari plat besi, kemudian dimasukkan rangka besi fondasi yang telah dirakit sebelumnya, lalu dilakukan pengecoran terhadap lobang yang sudah di bor tersebut. Pekerjaan fondasi ini tentunya dibantu dengan alat khusus, untuk mengangkat kesing dan rangka besi. Setelah dilakukan pengecoran, kesing tersebut dikeluarkan kembali.

Sumber : Google.com

c) Fondasi Sumuran
Untuk fondasi sumuran, dapat digunakan pada gedung ruko atau kantor. Fondasi sumuran merupakan sebuah bentuk peralihan antara fondasi dangkal dan fondasi dalam. Fondasi sumuran sangat tepat digunakan pada lapisan tanah keras yang berada pada kedalaman lebih dari 3m. Diameter fondasi sumuran biasanya antara 0.80 - 1.00 m dan ada kemungkinan dalam satu bangunan diameternya berbeda-beda, ini dikarenakan masing-masing kolom memikul beban yang berbeda. 


Sumber : Google.com
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Selasa, 15 Mei 2018

Cara Mengatasi Dinding Lembab

 Jefri Harjawinata     Mei 15, 2018     Cara Mengatasi Dinding Lembab, Dinding, Lembab     2 comments   

Sumber : Google.com
Bagaimana sih cara mengatasi dinding atau tembok yang lembab ? tentu saja sangat tidak enak dilihat apabila tembok lembab apalagi kalau sudah semakin parah, tembok yang lembab tersebut bisa mulai berjamur dan berlumut. Selain tidak enak dilihat, tentu aroma dari tembok yang berjamur juga akan menjadi tidak sedap, bahkan yang paling parah kalau sampai merusak dinding, tentunya akan berpengaruh pada kekuatan dinding tersebut kan ? 
Nah di artikel ini kita akan bahas caranya, namun terlebih dahulu kita perlu tahu faktor - faktor apa saja yang membuat dinding menjadi lembab. Sebenarnya secara garis besar, faktor utama penyebab lembabnya dinding adalah terpengaruh atau terkena AIR atau UAP AIR yang bisa berasal dari udara. 

Sekarang kita lihat apa saja situasi yang bisa menyebabkan dinding terkontaminasi atau terkena air. situasi yang pertama adalah : 

1. Terkena Air Hujan Langsung
Air hujan jika terkena dinding, maka lama kelamaan dinding tersebut akan menjadi lembab akibat lapisan cat yang mulai menipis dan kehilangan lapisan waterproofnya. Biasanya air hujan bisa mengenai dinding dari percikan air hujan yang jatuh di tanah ataupun ada kebocoran di atap rumah. 
sumber : Google.com
2. Dinding Berbatasan dengan Kamar Mandi
Kamar mandi adalah ruangan yang sering berhubungan dengan air, jadi akan sangat menjadi penyebab lembabnya dinding. Biasanya pada dinding kamar mandi, di pasang keramik agar air tidak terkena dinding, namun apabila dinding tersebut tetap lembab, coba di perhatikan bagian sela keramik atau nat keramik, apakah ada bagian yang retak atau rusak, karena hal ini akan menjadi pintu masuk dari aliran air. 
sumber : Google.com
3. Pipa yang didalam dinding Bocor. 
Kalau kasus ini biasanya terjadi pada bangunan bertingkat, soalnya kalau tidak tingkat ngapain pake pipa dalam dinding, hehe.... (bercanda). Biasanya pipa di pasang dalam dinding sebagai jalur air dari lantai bawah ke atas maupun sebaliknya. Jadi kasus pipa bocor dalam dinding ini perlu tukang yang ahli untuk menanganinya. 

Sumber : Google.com
 4. Rumah di dekat aliran air seperti sungai/irigasi.
Salah satu situasi dinding lembab adalah rumah berada di dekat aliran air seperti sungai atau irigasi. Alasanya dinding menjadi lembab di karenakan uap air yang terkena dinding dan alasan lainnya adalah air tanah yang tinggi di lokasi juga dapat menerobos naik ke dinding menyebabkan dinding bagian bawah rumah juga dapat menjadi lembab. 
Sumber : Google.com
Sekarang bagamana kita dapat mengatasi masalah dinding lembab ini ?? ada beberapa cara, bergantung situasi terjadinya lembab tersebut dan tingkat kerusakan yang terjadi, yang pertama adalah : 

1. Jika dinding lembab karena faktor eksternal (luar) seperti terkena air hujan, pengaruh uap air, maka langkah yang dapat di lakukan adalah kita cukup membobok atau menghancurkan bagian plesteran dinding yang rusak tersebut dan di plester ulang dengan campuran yang lebih tua misalnya campuran 1PC : 2PS, kemudian di berikan waterproof saat pengecatan, dan gunakan cat yang berkualitas baik. 

2. Jika dinding lembab karena penyebabnya pipa yang bocor di dalam dinding, maka perlu di bobok dinding tersebut hingga ketemu pipanya, lalu perbaiki pipa yang rusak tersebut, dan kemudian di plester ulang, aci, dan di cat. 

3. Jika penyebabnya adalah karena dinding kamar mandi yang terkena rembesan air, maka keramik yang dipasang pada dinding, perlu di periksa bagian yang muncul lembab tersebut, pasti ada nat keramik yang rusak, cukup pada bagian itulah yang kita perbaiki.


Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Senin, 14 Mei 2018

Analisis Struktur Balok Dengan SAP 2000

 Jefri Harjawinata     Mei 14, 2018     Analisis Struktur, Analisis Struktur Balok Dengan SAP 2000, Belajar SAP 2000, Simple Beam     4 comments   

SAP 2000 (structure Analysis Program) adalah software yang dibuat oleh Prof. Edward L. Wilson dari University of California at Berkeley, US sekitar tahun 1970. pada tahun 1975 dibentuklah perusahaan Computer & Structure, Inc. dipimpin oleh Ashraf Habibullah yang bertujuan untuk melayani keperluan komersial.
Program SAP2000 dapat melakukan perhitungan analisis struktur statik / dinamik, saat melakukan desain penampang beton bertulang maupun struktur baja, SAP2000 juga menyediakan metode interface (antarmuka) yang secara grafis mudah digunakan dalam proses penyelesaian analisis struktur.

Analisis Struktur adalah salah satu basic ilmu yang harus kita pahami dalam dunia teknik sipil. Dahulu sebelum ada program SAP 2000, para insinyur sipil menghitung analisis struktur dengan cara manual, kalian bisa bayangkan sendirikan gimana ribetnya hitung analisis struktur kalau manual ?? 
Tapi kita tentu sangat bersyukur berkat kemajuan teknologi dan SDM, maka terciptalah software yang sangat membantu kita dalam menganalisis suatu struktur bangunan. 
 
Jadi diartikel kali ini saya mau memberikan tutorial tentang bagaimana kita dapat menganalisis struktur balok dengan menggunakan program SAP 2000. Yang pasti, walaupun kita mahir dalam menggunakan SAP ataupun software lainnya untuk analisis struktur, kita wajib harus tahu alias jangan sampai lupa juga tentang perhitungan manualnya ya !!

Oke, disini saya mau bahas salah satu contoh soal yang saya temukan di salah satu artikel blog. Ini artikelnya : https://siteknikpedia.blogspot.co.id/2016/11/belajar-mudah-analisa-struktur-1.html

Jadi dari pada kita buat soal lagi, mending langsung kita bahas aja soal yang udah ada ini ya. 

sumber : https://siteknikpedia.blogspot.co.id


Berdasarkan perhitungan manual yang di lakukan oleh blog sumber refrensi, hasil yang didapat adalah : 

RAV = 1 Ton/m
RBV = 1 Ton/m

Sekarang mari kita eksekusi soal ini dengan menggunakan SAP 2000. langkah - langkahnya sebagai berikut : 

1. Buka Aplikasi SAP 2000

2. Pilih File - New Model

3. Pilih Beam dan jangan lupa atur satuannya jadi Ton,m,

4. kemudian span length di ganti 2 ( ini adalah panjang bentang di soal, setiap interval/jarak 2 m) 

5. nah sampai sini, beginilah tampilannya sementara. Punya kalian sudah sama belum ?

6. sekarang kita klik tumpuan rol yang ada di tengah itu, caranya tahan klik kanan terus tarik dari kiri ke kanan di bagian tumpuannya. jadinya kayak gini nanti (Ada tanda x di situkan)

7. kemudian kita pilih assign - joint - restrain (seperti gambar)

8. kemudian kita pilih titik hitam paling ujung sebelah kanan itu. 

9. Nah sekarang tumpuannya sudah hilangkan 

10. Berikut kita klik lagi bagian tengah tadi (tumpuan sebelumnya) disini kita mau input beban

11. kemudian pilih joint loads - forces (lihat gambar) 

12. masukan beban pada forces global z = -2 (lihat gambar) di kasih min (-) ya, soalnya beban ke bawah, kalau di input 2 nanti arahnya ke atas. 

13. sekarang atur beban matinya (lihat Gambar) 

14. ganti self weight multipiler pada DEAD = 1 menjadi DEAD = 0, kemudian pilih modify load. 

15. sekarang bebannya udah masuk, tinggal kita run (lihat gambar) 

16. klik run now
17. kemudian beginilah hasil deformasi yang terjadi

18. langkah selanjutnya, mari kita cek RAV dan RBV (lihat gambar), kemudian pilih oke

19. Hasilnya adalah RAV = 1 dan RBV = 1 (lihat gambar)

Gimana punya kalian, hasilnya sama gak ? kalau sama, saya ucapkan selamat karena kalian berhasil. tapi kalau tidak, yah silahkan di komen di bawah, masalahnya apa, nanti kita bahas sama - sama. 
Nah, sekarang kita cek nilai MOMEN dan GESER nya. Menurut sumber blog, jawabanya adalah : 
 
Mari kita lihat hasil kita : 

1. MOMEN
Langkahnya sama kayak kita mau lihat RAV dan RBV tadi. hanya saja disini, kita pilih yang Frames/Cables ya

kemudian kita pilih, Moment 3-3 (Lihat gambar) 
Hasilnya adalah 

2. GAYA GESER
Langkahnya sama kayak cari momen, hanya saja yang kita pilih sekarang adalah Shear 2-2
Dan hasilnya adalah : 


Akhirnya selesai juga ya !! Kesimpulannya adalah, setiap kita melakukan analisis struktur alangkah lebih baik kalau kita cek hitungannya secara manual dan juga menggunakan program. Dengan begitu hasil yang di dapat pun pasti akan lebih akurat dan terjamin keamanannya.
Capek juga buat artikelnya, banyak gambar sih, nanti kita belajar di Youtube aja ya, pasti akan lebih mudah. Terimakasih sudah berkunjung !!
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 13 Mei 2018

Menghitung Volume Kuda - Kuda

 Jefri Harjawinata     Mei 13, 2018     ilmu sipil, Kuda - kuda, Volume     22 comments   

Mendengar kata Volume, pasti bukan hal asing lagi di telinga kita para engineer sipil terutama yang bagian Estimator nih, alias yang buat RAB. sebenarnya sih tidak ada hal yang sulit kalau kita paham. contohnya ketika kita mau hitung volume kubus adalah : 
sumber : Google.com

sebagai contoh, misalnya kita namain aja setiap sisi dengan sebutan panjang, lebar dan tinggi. misalnya panjang 5 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 5 meter, maka volumenya adalah 5x5x5 = 125 m3 (meter kubik). mudahkan ? 

Sekarang yang mau kita bahas adalah bagaimana cara menghitung volume kalau itu adalah sebuah rangka kuda - kuda yang sudah jadi ? kalau masih balok ajakan gampang ya, tinggal hitung volumenya kayak contoh di atas, Panjang x Lebar x Tinggi. 
Sewaktu saya kuliah dan di hadapkan pada pelajaran manajemen konstruksi dan belajar untuk membuat RAB, salah satu hal yang sulit bagi saya adalah menghitung volume konstruksi kuda - kuda ini, setelah saya pelajari dan paham ternyata tidak sulit kok. 
Nah.. jadi di artikel ini saya mau berbagi dengan teman - teman semua, bagaimana caranya kita menghitung volume kuda - kuda ini. 

kuda - kuda
sumber : Jharwinata.blogspot.co.id


seperti contoh gambar diatas, kita mau bahas bagaimana hitung volume kuda - kuda diatas : 

Penyelesaian : 
Yang pertama kita lakukan adalah kita perlu menjumlahkan setiap panjang balok kayu yang ada. 

Panjang = (3.5x2) + (1,75x2) + (1,5x2) + 1,8 + 6 = 21.3 meter

kemudian kita kalikan lagi dengan luas penampang balok yang kita gunakan, misalnya kita gunakan balok ukuran 8/12 cm, maka : 

Volume = Panjang x luas penampang balok
             = 21.3 x 0.08 x 0.12
             = 0,20448 m3 (selesai)

Gimana, mudahkan ?? hehehe..... nah, volume diatas barulah volume untuk 1 kuda - kuda, kalau misalnya ada lebih dari 1 rangka kuda - kuda, artinya kita tinggal kalikan aja volume 1 kuda - kuda dengan jumlah kuda - kuda yang ada. Contohnya ada 3 rangka kuda - kuda, maka volume total 3 rangka kuda - kuda ini adalah : 

Volume total = 0,20448 x 3 
                   = 0,61344 m3

kalau kita mau cari tahu harganya, berarti hanya perlu mengkalikan volume total dengan harga satuan. contohnya harga satuan pekerjaan kuda - kuda 1 m3 adalah Rp. 7.000.000,00 (Tujuh Juta Rupiah) maka total harga yang harus di anggarkan adalah : 

Harga Anggaran = volume total x harga satuan
                        = 0,61344 x Rp. 7.000.000,00
                        = Rp. 4.294.080,00 

Gimana mudahkan ?? Nah untuk lebih jelasnya, kamu bisa lihat pada video dibawah ini, sekalian gimana cara hitung RAB nya juga. Trimakasih!!

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 12 Mei 2018

Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan

 Jefri Harjawinata     Mei 12, 2018     Baja, Baja konvensional, Baja ringan, Material, Perbedaan Baja Konvensional dan Baja Ringan     No comments   

Oke di artikel ini, kita mau bahas tentang apa sih bedanya Baja Konvensional dan Baja Ringan ? sebenarnya kalau dari namanya aja pasti kita sudah tau bedanya. Umumnya kalau baja biasanya kita tau ukurannya pasti besar, memiliki beban berat, dan biasa di gunakan untuk konstruksi - konstruksi besar seperti Menara Pemancar, Jembatan, Gudang - gudang besar, dan masih banyak lagi. Nah kalau baja ringan, pasti langsung yang tersirat dipikiran kita karena ada kata 'ringan' pasti adalah baja tapi memiliki beban yang ringan. 
Yups, sebenarnya secara sederhana apa yang kita simpulkan sudah benar, tapi disini kita mau lihat segi teknis yang lebih mendalam lagi tentang perbedaan dari BAJA DAN BAJA RINGAN. 

BAJA KONVENSIONAL

baja konvensional
SUMBER : GOOGLE.COM
Definisi Baja adalah logam paduan, dimana logam besi (Fe) yang berfungsi sebagai unsur dasar dicampur dengan beberapa elemen lainnya, termasuk unsur karbon (C). Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% - 2.1% dari berat total baja tersebut sesuai grade-nya. Walaupun unsur utama pembentuk baja adalah besi (Fe) dan Karbon (C) tetapi ada unsur kimia lain lagi yang terlibat dalam pembentukan baja ini, diantarannya yaitu mangan, fosfor, sulfur, silikon, oksigen, nitrogen dan alumunium. 


BAJA RINGAN

baja ringan
SUMBER : GOOGLE.COM
Definisi dari Baja Ringan adalah Baja berkualitas tinggi dimana baja ringan ini memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan baja konvensional  tetapi memiliki tampilan fisik yang unik yaitu lebih tipis dan memiliki beban yang ringan. Baja ringan memiliki tegangan tarik tinggi yaitu (G550) maksudnya kuat tariknya bisa mencapai 550 MPa. selain itu, baja ringan ini memiliki modulus geser 80.000 MPa dan Modulus Elastisitasnya 200.000 MPa, sama kayak baja konvensional kan ?? 
Dalam pemilihan baja ringan pun tidak sembarangan, misalnya kita akan memilih baja ringan untuk di gunakan pada struktur bangunan contohnya atap maka kita akan gunakan baja ringan dengan kuat tarik 550 MPa sedangkan jika akan digunakan pada bagian non struktur maka cukup dengan menggunakan baja ringan dengan tegangan tarik yang lebih rendah misalnya kualitas G300 atau G250, yang pasti harganya pun berbeda. 

Nah sekarang kita mau lihat perbedaan yang signifikan dari baja konvensional dan baja ringan ini. yang pertama adalah : 

1. Proses Pembentukan
Dari segi proses pembentukannya, baja konvensional dibentuk saat masih berwujud liquid atau cairan dengan suhu yang sangat panas. Cairan baja tersebut akan dituang ke cetakan dengan teknik khusus yang tidak sembarang orang mampu melakukannya.
Beda halnya dengan baja ringan yang dibentuk saat suhu cairan baja mulai agak dingin. Perbedaan suhu tersebut menjadi faktor penyebab berat dan tidaknya massa besi baja itu.

2. Berat
Seperti yang singgung di awal artikel, yang pasti perbandingan berat dari baja ringan dan baja konvensional menjadi sangat signifikan. Baja Konvensional dengan bentuk dan ukurannya yang besar lebih baik jika di gunakan menjadi struktur utama seperti tiang kolom atau pilar karena akan lebih efektif dalam penyaluran beban sedangkan baja ringan akan lebih efisien jika digunakan pada struktur yang lebih membutuhkan kuat tarik tinggi tapi materialnya tetap ringan seperti pembuatan atap karena akan menggurangi beban yang harus di terima gedung/konstruksi tersebut. 

3. Komposisi Karbon. 
Kadar kandungan karbon dalam baja ringan sekitar 0.16% - 0.29% dari total berat sedangkan kadar karbon dalam baja konvensional mencapai 0.3% - 1.7 % dari berat total. Perbedaan komposisi kandungan karbon ini sangat mempengaruhi kekuatan dan daktalitas baja. Semakin banyak kandungan karbon, maka tingkat kekerasan dan kekuatan tarik akan tinggi tapi hal ini akan membuatnya menjadi getas dan pastinya tidak ulet. 

4. Kekuatan
Dari segi kekuatan, baja konvensional masih lebih unggul di bandingkan baja ringan karena baja konvensional banyak mengandung karbon sehingga menjadikan baja konvensional lebih kaku dan kuat dalam menerima beban tapi tentunya tidak ulet ya !!. 

5. Daktalitas
Nah kalau soal daktalitas pasti baja ringanlah pemenangnya, karena lebih daktail atau lentur di bandingkan dengan baja konvensional. 


Oke, sampailah kita pada kesimpulan bahwa BAJA RINGAN dan BAJA KONVENSIONAL memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing, Soo... pilihlah material mana yang akan kalian gunakan dengan tentunya menyesuaikan kondisi lapangan dan proyek yang akan di kerjakan. berikut adalah contoh proyek yang saya kerjakan, dengan menggunakan kombinasi antara pipa Galvanis sebagai tiang, beton sebagai kolom, dan konstruksi atap dengan Baja Ringan. 
kombinasi baja dan beton
TERIMAKASIH



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 10 Mei 2018

Apa itu Manajemen Proyek ?

 Jefri Harjawinata     Mei 10, 2018     civil enginner, manajemen, manajemen proyek, teknik sipil     No comments   

sumber : Google.com

Apa sih manajemen proyek itu ?? sebelum kita membahas tentang definisi dari manajemen proyek, alangkah lebih baiknya kalau kita tahu dulu tentang kata 'manajemen' dan 'proyek'. 

'Manajemen' secara umum dapat di definisikan sebagai suatu seni dalam ilmu dan pengorganisasian seperti menyusun perencanaan, membangun organisasi dan pengorganisasiannya, pergerakan, serta pengendalian atau pengawasan. Atau biar lebih gampang di pahami, manajemen merupakan suatu ilmu pengetahuan yang sistematis agar dapat memahami mengapa dan bagaimana manusia saling bekerja sama agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain maupun golongan tertentu dan masyarakat. 

'Proyek' adalah sebuah kegiatan yang bersifat sementara yang telah ditetapkan awal pekerjaannya dan waktu selesainya dan biasanya di batasi oleh waktu dan anggaran atau pendanaan. untuk mencapai tujuan dan hasil yang spesifik dan unik, dan pada umumnya untuk menghasilkan sebuah perubahan yang bermanfaat atau yang mempunyai nilai tambah. 

sumber : Google.com

Jadi, Manajemen Proyek adalah sebuah disiplin ilmu yang mengkaji tentang perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan, pengendalian, untuk dapat mencapai tujuan - tujuan proyek. Dalam ilmu manajemen proyek ini, kita akan mempelajari tentang bagaimana kita dapat memanfaatkan sumber daya seoptimal mungkin untuk mencapai sasaran yang telah di tentukan. fungsi dasar dari manajemen proyek ini adalah pengelolaan WAKTU, TENAGA, UPAH, MUTU. Pengelolaan aspek - aspek tersebut jika di lakukan dengan benar maka hal ini merupakan kunci keberhasilan dalam penyelenggaraan suatu proyek. 

Dengan adanya manajemen proyek maka akan terlihat batasan mengenai tugas, wewenang, dan tanggung jawab dari pihak-pihak yang terlibat dalam proyek baik langsung maupun tidak langsung, sehingga tidak akan terjadi overlapping atau tugas yang di lakukan secara bersamaan. 
Apabila fungsi - fungsi manajemen proyek di realisasikan dengan jelas dan terstruktur, akan tujuan akhir dari sebuah proyek akan terwujud yaitu: 

1. TEPAT WAKTU
2. TEPAT JUMLAH
3. TEPAT KUALITAS
4. TEPAT BIAYA
5. Tidak ada masalah Sosial
6. K3 dapat tercapai dengan baik. 

Selain itu, dalam manajemen proyek kita akan belajar banyak hal untuk manajemen, seperti belajar tentang manajemen biaya, yaitu kita akan belajar bagaimana membuat RAB. kita juga akan belajar tentang manajemen waktu, yaitu kita akan belajar untuk membuat time schedule atau waktu pelaksanaan proyek, dan kita juga akan belajar tentang manajemen TENAGA, yaitu kita akan belajar untuk menangani masalah sosial yang timbul diproyek, dan masih banyak lagi yang bisa kita pelajari dalam bidang ilmu manejemen proyek ini. 
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Rabu, 09 Mei 2018

5 Aplikasi Populer Teknik Sipil

 Jefri Harjawinata     Mei 09, 2018     Aplikasi Teknik Sipil, autocad, HEC-RAS, Microsoft Project, Plaxis, SAP 2000, software     No comments   


Program atau software adalah suatu aplikasi yang di buat untuk mempermudah kita dalam mengerjakan suatu pekerjaan, misalnya program yang sering kita pakai adalah dari microsoft office seperti word, excel, powerpoint, dll.
Sebagai seorang teknik sipil, kita juga tidak terlepas dari penggunaan software – software yang sangat membantu kita dalam bidang pekerjaan teknik sipil ini. Adapun software - software yang kita gunakan mempunyai fungsi yang berbeda – beda, ada software yang dapat kita gunakan untuk menggambar, ada juga untuk analisis struktur, dan ada juga yang dapat di gunakan untuk manajemen. Nah…….. berikut saya mau berbagi tentang pengenalan 5 (lima) software yang populer di bidang teknik sipil, dan sangat berguna pada dunia pekerjaan teknik sipil di Indonesia.

1. AUTOCAD
sumber : Google.com
AUTOCAD adalah software yang sangat umum di gunakan untuk menggambar atau mendesain struktur. software ini akan membantu kita untuk menggambar dalam 2D ataupun 3D, dan aplikasi ini sangat populer untuk digunakan dalam menggambar segala jenis konstruksi jadi biasanya segala jurusan teknik sipil gunakan aplikasi ini untuk menggambar. 


2.  SAP 2000
sumber : Google.com
Kalau software SAP 2000 ini digunakan untuk menganalisa kelayakan suatu konstruksi khususnya adalah gedung - gedung bertingkat. Dalam penggunaanya, aplikasi ini hampir mirip dengan aplikasi temanya yaitu Etabs. Aplikasi ini bertujuan untuk mencari gaya dan momen yang terjadi pada struktur yang di rencanakan. Jadi yang biasanya menggunakan aplikasi ini adalah mereka yang konsentrasi di bidang struktur. 

3. HEC-RAS
Sumber : Google.com
Bagi yang konsentrasi di bidang Bangunan AIR, pasti tidak asing lagi sama aplikasi yang satu ini, HEC RAS (Hydrologic Engineering Center's River Analysis System). HEC-RAS merupakan aplikasi untuk memodelkan aliran di sungai dan digunakan untuk analisis bangunan air seperti bendungan dan waduk. Aplikasi ini di buat oleh U.S Army Corps of Enginners (USACE). 


4. PLAXIS
sumber : Google.com
Orang sipil kerja di perusahaan tambang ? bukannya itu bidangnya geoteknik ya ?? Orang teknik sipil itu segala cuaca, nyatanya bisa ilmu geoteknik juga nih, sampai belajar aplikasinya juga, hehehe.... Nah, kamu harus bisa nih aplikasi yang satu ini kalau mau kerja di bidang geoteknik. Plaxis adalah aplikasi yang di peruntukan untuk kalian yang tertarik ilmu geoteknik. Dengan aplikasi ini kamu bisa mendapatkan informasi perihal stabilitas lereng lokasi proyek untuk mencegah longsor dan berbagai runtuhan yang tidak diinginkan.


5. MICROSOFT PROJECT
Buat yang tertarik di bidang Manajemen, ini adalah aplikasi yang harus kalian kuasai, Microsoft Project. kalau udah bisa Microsoft Excel di tambah lagi bisa gunain ini aplikasi, wah di jamin, gak bakalan sulit nyari kerja di bidang teknik sipil sob !!

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Konversi Kuat Tekan Beton F'c (MPa) ke K (Kg/cm2)
    Sumber : Google.com Beton terkenal karena kekuatannya dalam menahan gaya tekan. Kuat tekan beton merupakan parameter dari mutu/kualitas beto...
  • Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan
    Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca ...
  • CARA MENENTUKAN TIPE RUMAH
    Apa sih maksudnya TIPE RUMAH 21, 36, 45, 54 dll ? seringkali para developer menawarkan jasa pembuatan rumah ataupun menjual rumah dengan me...
  • Membuat Laporan Harian, Mingguan, Bulanan
    Apa sih itu Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan? dan Bagaimana sih cara membuatnya? Bisa jadi inilah pertanyaan yan...

Follow Kami

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram

HALAMAN

  • Home
  • About Me

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • APA ITU RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
      • Jenis - Jenis Fisher dan Fungsinya
  • ►  2024 (12)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2021 (11)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (11)
  • ►  2017 (16)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut Blog

Daftar Pengunjung Blog

MOTTO PENULIS

Sebanyak apapun Ilmu yang anda miliki, itu tidak akan berguna jika hanya untuk DIRI SENDIRI - Admin

Copyright © Ilmu Dasar Teknik Sipil | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates