Ilmu Dasar Teknik Sipil
  • HOME
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy policy
  • terms of service
  • Home
  • Struktur
    • GEDUNG
    • JEMBATAN
    • JALAN
    • BANGUNAN AIR
  • BAHAN
    • BETON
    • BAJA
    • KAYU
  • PROGRAM
    • SAP 2000
    • AUTOCAD
    • HEC RAS
    • PLAXIS
    • MICROSOFT PROJECT
  • TEKNIK FONDASI
    • FONDASI RUMAH
    • FOOTPLATE
    • BORPILE
  • LAINNYA
    • TEKNIK GEMPA
    • GEOTEKNIK
    • MANAJEMEN
    • MEKANIKA TANAH
  • Daftar Isi

Senin, 20 April 2020

Cara Pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP)

 Jefri Harjawinata     April 20, 2020     ACP, Alummunium Composite Panel, Cara Pasang ACP, Cara Pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP)     No comments   

Pengertian dan Definisi ACP
Alummunium Composite Panel (ACP)

ACP merupakan singkatan dari Alummunium Composite Panel merupakan material perpaduan antara Alumunium dan bahan komposit. ACP dapat di definisikan sebagai panel datar yang terdiri dari inti berbahan  non-alumunium yang disatukan diantara dua lembar alumunium.Lembaran ACP adalah lembaran yang kaku, kuat tetapi memiliki berat yang relatif ringan. Jenis ACP berdasarkan lapisan catnya terdiri dari 2 macam, yaitu : 1). Jenis Polyester (PE), biasanya digunakan untuk interior dan 2). Jenis Poly Vinyl De Flouride (PVDF) yang umumnya digunakan untuk eksterior.

Alummunium Composite Panel (ACP)

Cara Pemasangan ACP
Karena ACP merupakan plat lembaran yang cukup besar, yaitu berukuran kisaran 1,22 x 2,44 meter atau 1,22 x 4,88 meter maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah lembaran tersebut harus potong sesuai profil yang diinginkan.
1. Pemotongan lembaran ACP sesuai dengan profil yang dinginkan.
Alummunium Composite Panel (ACP)
Alummunium Composite Panel (ACP)

2. Lembaran yang sudah dipotong sesuai profil yang diinginkan kemudian sisi - sisinya lembaran tersebut di router untuk dapat ditekuk. Standar ketebalan ACP yaitu 4mm maka kedalam router yang dibutuhkan juga tidak melebihi 4mm, namun tetap  harus mudah untuk ditekuk. Lebar tekukan ACP umumnya adalah 2 cm dari sisi terluar. 

3. Pemasangan Rangka Hollow untuk ACP
Lembaran ACP yang akan dipasangkan perlu dibuatkan rangkanya terlebih dahulu. Rangka ACP yang dibuat biasanya menggunakan besi hollow ukuran 2x2 cm. Dalam tahap pengerjaan rangka ACP ini juga perlu ketelitian dan teknik yang baik karena rangka yang buat haruslah rapi, lurus, dan memiliki sudut yang baik, maka dalam pemasangan rangka ini, perlu diperhatikan sisi vertikal dan horisontal dari rangka. Rangka ACP inilah yang akan menjadi bentuk dari ACP itu sendiri. 
Alummunium Composite Panel (ACP)

4. Setelah rangka terpasang maka langkah selanjutnya adalah pemasangan ACP sesuai dengan rangka yang sudah terpasang. Nah pada bagian ini, kita bisa melihat apa fungsi dari tekukan yang dibuat sebelumnya pada ACP.
Alummunium Composite Panel (ACP)

Tekukan yang dibuat ini adalah untuk menyatukan bidang ACP dengan menggunakan skrup. Dan pada sambungan antara rangka ACP dengan eksisting objek yang mau dibungkus, biasanya menggunakan besi siku/bracket untuk perkuatan pada eksisting objeknya. 
Alummunium Composite Panel (ACP)

5. Langkah terakhir setelah ACP terpasang adalah pemberian sealant/silikon untuk menutupi celah - celah dari ACP dan untuk memperindah tampilan dari ACP itu sendiri. 
Alummunium Composite Panel (ACP)

Alummunium Composite Panel (ACP)

Pada dasarnya sebenarnya pekerjaan pemasangan ACP bukanlah suatu pekerjaan yang sulit, hanya saja diperlukan keberanian terhadap ketinggian, karena umumnya pemasangan ACP berkaitan dengan bangunan - bangunan yang tinggi. ACP juga memiliki warna dan tekstur yang beraneka ragam, misalnya motif keramik, kayu, batu, dll. Selain itu ada banyak merk ACP yang ada saat ini, maka kalian bisa memilih sesuai kebutuhan kalian. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa nonton di video yang ada dibawah ini.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Senin, 13 April 2020

Cara Pemasangan Dinding Partisi Gypsum

 Jefri Harjawinata     April 13, 2020     Dinding partisi, Gypsum, Pemasangan Gypsum     No comments   

Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum
Dinding partisi gypsum menjadi pilihan yang sangat tepat untuk bangunan - bangunan modern saat ini, karena kemudahan pekerjaan pemasangannya dan juga sangat memungkinkan untuk merubah bentuk ataupun fungsi ruangan sesuai dengan yang diinginkan. 
Jika dulunya kita sering menggunakan pasangan batu bata untuk dinding, maka tentu dibutuhkan waktu pengerjaan yang lama karena untuk pemasangan dinding batu, biasanya kita perlu menyusun batunya terlebih dulu, kemudian pasangan batu tersebut perlu di plester dan di aci, barulah dinding bisa dilakukan pengecetan. Apabila suatu waktu kita mungkin ingin merubah bentuk denah ruangan, hal ini akan sulit dilakukan karena dinding maupun ruangan tersebut bisa dikatakan permanent karena akan sangat sulit untuk dibongkar kembali dan merubah bentuknya. 

Dinding partisi gypsum menjadi pilihan banyak orang karena pengerjaan pemasangannya yang cepat, mudah dan sangat dimungkinkan untuk merubah bentuk ruangan sesuai dengan keinginan kita. Namun, yang perlu diingat adalah karena bahan penutup dinding ini adalah gypsum, maka tentu sangat tidak mungkin untuk berinteraksi dengan air ataupun kondisi yang lembab. Oleh sebab itu, pemilihan penggunaan dinding gypsum juga perlu diperhatikan peruntukan bangunannya. Maka, pada artikel ini, kita akan melihat bagaimana Cara Pemasangan Dinding Partisi Gypsum yang baik dan benar. 

1. Markingan Area Dinding Gypsum
Sama seperti halnya pemasangan dinding dari batu, yaitu daerah pemasangan dinding gypsum perlu dimarking terlebih dahulu untuk mengetahui lebar dan panjangnya suatu ruangan sesuai dengan rencana. Tujuan markingan ini adalah untuk memasangkan rangka dinding terlebih dahulu.

2. Pemasangan Rangka Metal Stud/U runner
Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum
Setelah markingan area dinding telah selesai maka bisa mulai untuk pemasangan rangka dinding partisi. Rangka dinding partisi gypsum menggunakan rangka metal stud dan u runner, dan pada bagian - bagian sambungan partisi biasanya menggunakan rivet gun.

3. Pemasangan Glasswool
Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum

Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum

Setelah rangka partisi selesai di pasang, kemudian kita perlu menyiapkan pelapis glasswool/rockwool/ecowool, dan sejenisnya untuk dimasukan kedalam rangka partisi, dan berfungsi sebagai lapis kedap suara agar setiap ruangan nantinya tidak menimbulkan suara - suara yang dapat mengganggu aktivitas pada ruangan disebelahnya.

4. Pemasangan Gypsum Board
Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum

Langkah selanjutnya adalah pemasangan papan gypsum. Umumnya papan gypsum yang ada berukuran 120x240 cm dengan ketebalan bervariasi. Ukuran gypsum ini sering menjadi patokan dalam membuat rangka dinding, misalnya rangka dinding yang dibuatpun memiliki ukuran yang sama dengan ukuran papan gypsum yaitu 120x240 cm, tujuannya adalah mempercepat pemasangan untuk bidang yang besar dan efektif dalam penggunaan bahan, karena dapat meminimalisir barang tersisa akibat pemotongan ukuran yang tidak tepat. Papan gypsum dipasangkan pada rangka yang telah kita buat dengan menggunakan skrup dan bor.

5. Compound Gypsum dan Perataan Permukaan
Setelah rangka dan papan gypsum terpasang, maka langkah berikutnya adalah kita perlu melakukan compound pada bidang permukaan yang tidak rata akibat lubang skrup. Tidak lupa juga kita menutup pertemuan antar gysum dengan menggunakan kain kasa gypsum agar sambungan permukaan tersebut bisa tertutup dengan baik dan terlihat lebih rapi. Setelah menutup seluruh permukaan yang tidak rata dengan menggunakan compound, maka selanjutnya kita perlu meratakan permukaan tersebut dengan menggunakan amplas. Dalam pengerjaan gypsum ini, salah satu langkah yang cukup memakan banyak waktu pekerjaan adalah pekerjaan coumpund dan perataan karena itu dibutuhkan kesabaran.

6.  Pengecatan Gypsum
Nah langkah terakhir setelah semua terpasang adalah pengecetan. Permukaan gypsum yang rata akan sangat memudahkan kita dalam pekerjaan pengecetan ini dan tentunya hasil pengecetan pun akan terlihat jauh lebih baik dibandingkan dengan permukaan dinding batu yang di aci. Nah biar lebih jelas, silahkan nonton video dibawah ini!!

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 05 Maret 2020

Mengenal Peralatan Instalasi Pipa Hydrant

 Jefri Harjawinata     Maret 05, 2020     alat hydrant, alat pemadam kebakaran, fungsi hydrant, hydrant, pemadam kebakaran     No comments   

Pernahkah kalian melihat fire hydrant? biasanya fire hydrant ini bisa kita temui pada bangunan - bangunan publik seperti bank, hotel, mall, rumah sakit, atau bisa kita temui juga pada jalur jalan - jalan utama. Fire hydrant yang sering kita lihat seperti Box Hydrant ataupun Pilar Hydrant sebenarnya hanyalah bagian akhir dari sistem jaringan instalasi Fire Hydrant. Maka untuk lebih jelasnya, pada artikel ini kita akan membahas tentang peralatan - peralatan yang digunakan pada sistem instalasi fire hydrant dan juga garis besar dari sistem instalasi fire hydrant itu sendiri.

PENGERTIAN FIRE HYDRANT
Fire hydrant adalah sistem instalasi air yang digunakan khususnya untuk keperluan pemadam kebakaran. Seperti instalasi air pada umumnya, untuk mengalirkan air tersebut perlu menggunakan pipa sebagai jalur lewat air. Pipa yang digunakan untuk instalasi fire hydrant umumnya menggunakan pipa khusus bertekanan tinggi seperti pipa hitam (Black Steel). Air yang nantinya akan dialirkan juga pasti terlebih dahulu perlu ditampung agar memiliki debit air yang cukup untuk keperluan atau kebutuhan. Oleh sebab itu, perlu memiliki bak penampungan atau (reservoir) yang mampu untuk memasok air yang bisa memandamkan kebakaran selama 30 menit. Model atau bentuk reservoir pun berbeda - beda, tergantung kondisi lapangan dan perencanaannya misalnya bak penampungan ini bisa dibuat dibawah tanah (Ground Water Tank), pada intinya fungsi dari reservoir ini adalah untuk menampung air. 

PERALATAN FIRE HYDRANT
1. Hydrant Pump (Pompa Hydran)
Main Pump

Jockey Pump
Hydrant Pump atau pompa hydrant adalah pompa yang bekerja untuk mendistribusikan air menuju jaringan hydrant. Pompa Hydrant ada tiga jenis yaitu Jockey Pump, Elektrik Pump, Diesel Pump. Masing - masing pompa tersebut memiliki tugas tersendiri. Misalnya Elektrik pump bertugas untuk mendistribusikan air ke seluruh sistem hydrant, kemudian diesel pump menjadi backup dari elektrik pump apabila saat terjadi kebakaran dan listrik padam. Jockey pump berfungsi untuk menstabilkan tekanan air yang dihasilkan oleh elektrik pump dan diesel pump. 

2. Header

Pipa header adalah pipa penghubung utama yang memiliki ukuran lebih besar dibandingkan pipa lainnya. Pipa header berfungsi menyambungkan distribusi air dari pipa pengeluaran (discharge) pompa hydrant ke jaringan sistem distribusi hydrant. Ukuran pipa header ini bergantung besarnya spesifikasi pompa yang digunakan.

3. Box Hydrant
Indoor Box Hydrant
Outdoor Box Hydrant

Box Hydrant adalah box yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan alat hydrant seperti Hose Nozzle, Fire Hose (Selang), Hydrant Valve (Kran), Hose Rack (Gantungan). Box hydrant pada umumnya ada 2 jenis yaitu hydrant box indoor dan hydrant box outdoor. Box Hydrant indoor digunakan pada bagian dalam bangunan dan box hydrant outdoor diletaknya pada luar dari bangunan.

4. Gate Valve

Gate valve merupakan jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran dengan cara mengangkat gerbang penutupnya yang berbentuk bulat atau persegi panjang.

5. Check Valve
Check valve adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur cairan hanya mengalir ke satu arah saja dan mencegah aliran ke arah sebaliknya (backflow). check valve tidak menggunakan tuas untuk mengatur aliran misalnya untuk membuka atau menutup tetapi menggunakan gravitasi dan tekanan dari aliran itu sendiri. Mengingat fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow) maka check valve sering digunakan sebagai pengaman dalam sistem perpipaan di sebuah rangkaian hydrant.

6. Hydrant Pillar

Pilar Hydrant adalah salah satu bagian dari instalasi hydrant yang memiliki fungsi sebagai output/keluaran air yang memiliki tekanan tinggi yang disalurkan dari reservoir. Pilar hydrant umumnya diletakkan dibagian luar (outdoor) bangunan dan ditemani oleh box hydrant outdoor. Pada pilar hydrant terdapat sambungan output untuk menyambungkan fire hose yang siap untuk digunakan. Umumnya ada dua jenis pilar hydrant yaitu one way dan two way, harga pilar two way lebih mahal dibandingkan dengan one way.

7. Siamese Connection

Fungsi dari siamese connection pada instalasi hydrant adalah sebagai backup apabila terjadi kekurangan pasokan air pada reservoir utama, dimana apabila pasokan air pada reservoir utama tidak mencukupi ataupun habis maka melalui siamese ini kita bisa menyambungkan selang air melalui mobil pemadam kebakaran untuk langsung dapat disalurkan melalui jaringan instalasi hydrant menuju titik yang diinginkan.

8. Safety Valve

Safety valve merupakan valve yang sangat berbeda dari valve lainnya. Safety valve digunakan untuk mempertahankan tekanan yang akan di distribusikan ke jaringan pipa pemadam kebakaran agar tidak melebihi kemampuan tekanan yang diharapkan. Cara kerja safety valve tergolong unik karena didesain khusus untuk melepaskan tekanan berlebih yang ada di equipment dan sistem perpipaan pada jaringan hydrant. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada peralatan hydrant dan lebih pentin lagi untuk menghindari kecelakaan para pekerja. Apabila tekanan ataupun temperatur yang diterima oleh safaety valve melebihi batas yang telah ditetapkan, maka valve ini akan melepaskan kenaikan tekanan sebelum terjadi tekanan yang lebih ekstrim.

9. Strainer

Saringan (Strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring kotoran baik yang berupa padat, cair ataupun gas. Strainer digunakan pada jaringan pipa hydrant untuk menyaring kotoran pada air yang dibawa oleh aliran air, sehingga mutu air yang dikeluarkan menjadi lebih baik. Sangat penting juga untuk memperhatikan arah aliran, ini bisa kita perhatikan pada badan strainer. Pada badan strainer terdapat arah panah yang menunjukan arah aliran tersebut.

10. Flexible Joint

Fungsi flexible joint fire hydrant adalah sebagai pentolerir bagi tekanan udara yang masuk ke dalam pipa. Dengan adanya flexible joint yang dipasangkan pada sambungan - sambungan pipa air, maka apabila akan dilakukan pemasangan kembali komponen - komponen perpipaan seperti valve, reducer, maupun pemasangan pompa setelah dilakukan maintenance atau inspeksi, maka tidak akan mengalami kesulitan karena flexible joint merupakan sambungan yang dapat memberikan kelenturan pada pipa.

11. Pressure Gauge
Pressure Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan fluida (Gas atau Liquid) dalam tabung tertutup. PG pada instalasi pipa hydrant dapat digunakan untuk memantau tekanan air yang terdapat dalam pipa hydrant. Satuan dari alat ukut tekanan ini berupa psi (pound per square inch), psf (pound per square foot), mmHg (milimeter of mercury), inHg (inch of mercury), bar ataupun atm (atmosphere).

12. Pressure Switch
Pressure switch berfungsi untuk system control berdasarkan tekanan, pressure switch dapat diatur pada tekanan berapa bar aktif dan berhenti.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Jumat, 27 Desember 2019

SOLUSI KETERLAMBATAN PROYEK KONTRUKSI

 Jefri Harjawinata     Desember 27, 2019     PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN, penambahan waktu kontrak, PERPANJANGAN WAKTU, proyek terlambat     No comments   

Perpanjangan waktu, pemberian kesempatan
Sumber : Google.com
Salam civil untuk kita semua!! Salah satu topik yang hangat dan sering dicari saat akhir tahun adalah topik mengenai pelaksanaan pekerjaan khususnya manajemen kontrak, Mengapa? Karena seperti yang kita ketahui bahwa sistem anggaran saat ini seluruh pekerjaan yang menggunakan kontrak tahun tunggal diwajibkan sudah diselesaikan pada tahun anggaran berjalan. Oleh sebab itu, bulan Desember adalah bulan paling sibuk bagi beberapa kementerian/lembaga/SKPD/Institusi yang masih berkutat dengan strategi menghabiskan anggaran. 

Masalah yang paling sering terjadi adalah apabila hingga masa pelaksanaan pekerjaan berakhir, pekerjaan masih belum selesai atau terjadi sesuatu yang menyebabkan jadwal pelaksanaan pekerjaan menjadi tertunda. Maka apa yang perlu kita lakukan? Apakah pekerjaan tersebut akan terputus atau apakah ada denda yang perlu kita berikan akibat dari keterlambatan pelaksanaan tersebut?  Nah mari kita bahas topik ini bersama - sama.

Sebelumnya yang perlu kita ketahui bahwa proses pengadaan barang dan jasa tentu tidak terlepas dari permasalahan - permasalahan yang mungkin muncul baik saat perencanaan, persiapan pengadaan hingga pelaksanaan. Permasalahan yang muncul bisa terjadi akibat kesalahan dari PPK/KPA maupun Penyedia barang/jasa. Oleh sebab itu sangatlah penting untuk mengetahui dan memahami KONTRAK yang digunakan pada pengadaan barang/jasa tersebut.
Perpanjangan waktu, pemberian kesempatan
Sumber : Google.com
Dengan demikian, kontrak yang dibuat haruslah mengatur peraturan-peraturan yang digunakan untuk mengikat pihak - pihak yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, hal ini juga mencakup sanksi yang akan digunakan apabila salah satu pihak melakukan kesalahan yang mengakibatkan pekerjaan tersebut menjadi terganggu dari segi kualitas, kuantitas, dan waktu pekerjaan. Khusus pada pembahasan kali ini, kita mau melihat bagaimana jika terjadi keterlambatan waktu pelaksanaan pekerjaan yang melewati batas waktu pelaksanaan kontrak. 

Banyak kekeliruan pemahaman antara Perpanjangan Waktu Kontrak dengan Pemberian Kesempatan oleh sebab itu terjadi banyak sengketa kontrak akibat kurangnya pemahaman soal hal ini. Untuk mencegah gagal paham ini, maka saya senang untuk membuat ringkasan tentang perbedaan antara Perpanjangan Waktu Kontrak dengan Pemberian Kesempatan.


DEFINISI

PERPANJANGAN WAKTU KONTRAK 
Addendum Perpanjangan Waktu Kontrak adalah perubahan kontrak yang berupa perpanjangan waktu pelaksanaan kontrak karena adanya perubahan kondisi lapangan, force majeure, dan/atau peristiwa kompensasi yang menuntut perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan. 

PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN 
Pemberian Kesempatan Penyelesaian Pekerjaan adalah pemberian kesempatan dari PPK kepada penyedia untuk menyelesaikan pekerjaan akibat terjadinya keterlambatan penyelesaian pekerjaan karena kesalahan penyedia barang/jasa. 

DASAR HUKUM
Sumber : Google.com


PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN
  • Pasal 93 Perpres 54 Tahun 2010
  • Peraturan Kepala LKPP Nomor 14 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis
  • Peraturan Kepala LKPP Nomor 15 Tahun 2012 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
  • Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 243/PMK.05/2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.05/2014 tentang Pelaksanaan Anggaran Dalam Rangka Penyelesaian Pekerjaan Yang Tidak Terselesaikan Sampai Dengan Akhir Tahun Anggaran.
PERPANJANGAN WAKTU KONTRAK
- Pasal 87 Perpres 54 Tahun 2010
- Peraturan Kepala LKPP Nomor 14 Tahun 2012 tentang petunjuk Teknis
- Peraturan Kepala LKPP Nomor 15 Tahun 2012 tentang Standar Dokumen Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

PENYEBAB

PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN
Keterlambatan akibat kesalahan penyedia barang/jasa

PERPANJANGAN WAKTU KONTRAK
Force Majeure, Peristiwa Kompensasi, Perubahan Kondisi Lapangan.

PERSYARATAN

PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN
Pemberian Kesempatan yang tidak melampaui tahun anggaran. 

PERPANJANGAN WAKTU KONTRAK
Kriteria Force Majeure
- Ada pernyataan force majeure dari instansi berwenang (bencana alam, bencana social, kerusuhan, kejadian luar biasa, gangguan industri).
- Untuk Force Majeure diluar yang disebutkan diatas tidak diperlukan pernyataan dari instansi yang berwenang tetapi diperlukan bukti/data terjadi force majeure misalnya data curah hujan dari BMKG, pemotongan anggaran oleh kementrian keuangan, atau terjadi kondisi yang tidak dapat dikendalikan oleh para pihak.
- Kejadian force majeure menuntut perpanjangan waktu pelaksanaan pekerjaan. 
Kriteria Peristiwa Kompensasi
- PPK mengubah jadwal yang dapat mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan
- Keterlambatan pembayaran kepada penyedia
- PPK tidak memberikan gambar – gambar, spesifikasi dan/atau instruksi sesuai jadwal yang dibutuhkan
- PPK mengistruksikan kepada pihak penyedia untuk melakukan pengujian tambahan yang setelah dilaksanakan pengujian ternyata tidak ditemukan kerusakan/kegagalan/penyimpangan
- PPK memerintahkan penundaan pelaksanaan pekerjaan
- Ketentuan lain dalam SSKK

ADDENDUM KONTRAK

PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN
- Tidak diperlukan addendum perpanjangan waktu
- Khusus untuk pemberian kesempatan melampaui tahun anggaran diperlukan addendum perubahan pembebanan anggaran. 

PERPANJANGAN WAKTU KONTRAK
Diperlukan addendum/perubahan kontrak

JAMINAN PELAKSANAAN

PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN
- Diperpanjang s.d batas waktu sesuai pemberian kesempatan
- Apabila denda keterlambatan berdasarkan 1/1000 dari bagian kontrak yang belum diselesaikan maka besaran jaminan pelaksanaan tetap 5% dari nilai kontrak
- Apabila denda keterlambatan sebesar 1/1000 dari nilai kontrak, maka besaran jaminan dan pemberian kesempatan mengakibatkan denda lebih besar dari 5% maka penyedia barang/jasa menambah nilai jaminan pelaksanaan sehingga menjadi 1/1000 dikalikan jumlah hari kesanggupan penyelesaian pekerjaan dikalikan nilai kontrak, atau paling banyak sebesar 9% dari nilai kontrak

PERPANJANGAN WAKTU KONTRAK
- Diperpanjang sampai dengan batas waktu perpanjangan penyelesaian kontrak yang ditetapkan dalam addendum kontrak
- Besaran Jaminan pelaksanaan sebesar 5% dari nilai kontrak

DENDA KETERLAMBATAN

PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN
- 1/1000 per hari dari bagian kontrak apabila penyelesaian masing – masing pekerjaan yang tercantum pada bagian kontrak tersebut tidak tergantung satu sama lain dan memiliki fungsi yang berbeda,dimana fungsi masing – masing bagian kontrak tersebut tidak terkait satu sama lain dalam pencapaian kinerja pekerjaan. 
- 1/1000 per hari dari total nilai kontrak, apabila penyelesaian masing-masing yang tercantum pada bagian kontrak tersebut tergantung satu sama lain dan tidak memiliki fungsi yang berbeda, dimana fungsi masing-masing bagian kontrak tersebut terkait satu sama lain dalam pencapaian kinerja pekerjaan

PERPANJANGAN WAKTU KONTRAK : TIDAK DIKENAKAN DENDA

Sumber : Google.com

BERAPA LAMA

PEMBERIAN KESEMPATAN PENYELESAIAN PEKERJAAN : 
Pemberian kesempatan maksimalnya adalah 90 Hari dengan pembagian waktu sebagai berikut : 
1. Diberikan waktu Kurang dari 50 hari.
2. Diberikan waktu 50 Hari
3. Diberikan waktu 90 Hari.
4. Diberikan waktu 90 hari dengan pembagian 2 waktu.  


PERPANJANGAN WAKTU KONTRAK
Sesuai kebutuhan perpanjangan waktu yang diperlukan akibat penyebab perpanjangan waktu. 

Semoga dengan penjelasan diatas, kita semua jadi tidak gagal paham lagi dan bisa menggunakan peraturan yang berlaku untuk manfaat dan kepentingan kita bersama. Salam Civil 



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Jumat, 20 Desember 2019

Metode Pekerjaan Lapis Tipis Aspal Pasir (Latasir)

 Jefri Harjawinata     Desember 20, 2019     flexibel pavement, Lapis tipis aspal pasir, Latasir, pekerjaan jalan     No comments   

Latasir
Lapisan tipis aspal pasir atau yang biasa kita sebut sebagai Latasir, umumnya digunakan pada lapis permukaan perkerasan, bisa  digunakan diatas lapis penetrasi makadam (lapen) ataupun diatas permukaan beton (rigid pavement). Jenis campuran latasir terdiri atas dua kelas, yaitu Latasir kelas A SS-A (Sand Sheet - A) dengan ukuran nominal agregat atau pasir 9,5 mm dan Latasir kelas B atau SS-B (Sand Sheet - B) dengan ukuran nominal butir agregat pasir 2,36 mm.
Latasir bisa diproduksi secara manual ataupun mekanis dengan menggunakan AMP dan metode pengerjaan dilapanganpun bisa dilakukan dengan cara manual menggunakan penghampar tenaga kerja manusia ataupun dengan menggunakan metode mekanis menggunakan alat penghampar yaitu finisher, tergantung volume pekerjaan dan ijin direksi lapangan.

1. Latasir Kelas B (SS-B)
a. Metode Pelaksanaan
Latasir

  • Agregat dan Aspal digoreng atau dicampurkan terlebih dahulu dengan cara dipanaskan sesuai dengan suhu yang memenuhi persyaratan teknis agar material tidak rusak. misalnya aspal apabila terlalu panas suhu yang digunakan untuk menggoreng aspal maka aspal akan mengalami pemuaian atau hidrasi sehingga dapat membuat aspal menjadi getas/kaku. 
  • Permukaan badan jalan yang akan di latasir terlebih dahulu dibersihkan dan disemprotkan dengan aspal cair (primecoat/tackcoat). 
  • Latasir dihamparkan ke badan jalan yang sudah disiapkan
  • Pemadatan menggunakan alat pemadat roda besi dan roda karet. 
No
ASUMSI
1
Pekerjaan dilakukan secara manual
2
Lokasi pekerjaan menyebar disepanjang jalan
3
Kondisi jalan sedang-baik
4
Jam kerja efektif perhari 7 Jam
5
Tebal padat rencana 2 cm
6
-
No
Berat Isi
(Ton/m3)
Komposisi Bahan
(%)
1
Latasir
2,22 T/m3
Latasir
2,22 T/m3
2
Agregat 1 (5-10 mm dan 10-15 mm)
1,45 T/m3
Agregat 1 (5-10 mm dan 10-15 mm)
13,97 %
3
Agregat 2 (0-5 mm)
1,55 T/m3
Agregat 2 (0-5 mm)
40,76 %
4
Pasir Halus
1,45 T/m3
Pasir Halus
31,44 %
5
-
-
Semen
6,99 %
6
-
-
Aspal
6,84 %
No
Pemakaian Bahan Dalam 1m3
1
Agregat 1
0,0051 m3
2
Agregat 2
0,0140 m3
3
Pasir Halus
0,0116 m3
4
Filler
3,7243 Kg
5
Aspal
3,3410 Kg
No
Tandem Roller 6-9 Ton
1
Kecepatan rata – rata alat
1,50 Km/Jam
2
Lebar efektif
1,60 m
3
Jumlah Lintasan
6 Lintasan
4
Faktor efisiensi alat
0,68
5
Koefisien alat
0,0035 Jam
b. Tahapan Pelaksanaan 
Latasir
  • Penghamparan campuran boleh dilakukan apabila permukaan badan jalan dalam kondisi kering dan diperkirakan tidak akan terjadi hujan ketika pelaksanaan berlangsung. 
  • Bilamana persyaratan kerataan hasil hamparan tidak terpenuhi atau bilamana benda uji inti dari lapisan beraspal dalam satu segmen tidak memenuhi persyaratan tebal atau kepadatan sebagaimana ditetapkan dalam spesifikasi ini, maka panjang yang tidak memenuhi syarat supaya dibongkar atau dilapisi kembali dengan  tebal lapisan nominal minimum yang dipersyaratkan dengan jenis campuran yang sama. Panjang yang tidak memenuhi syarat ditentukan dengan benda uji tambahan sebagaimana diperintahkan oleh Direksi pekerjaan dan selebar satu hamparan. 
  • Bila perbaikan telah diperintahkan maka jumlah volume yang diukur untuk pembayaran haruslah volume yang seharusnya dibayar bila pekerjaan aslinya dapat diterima. Tidak ada waktu dan atau pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk pekerjaan atau volume tambahan yang diperlukan untuk perbaikan.
  • Seluruh lubang uji yang dibuat dengan mengambil benda uji (coredrill) atau lainnya agar segera ditutup kembali dengan bahan campuran beraspal oleh Penyedia Jasa dan dipadatkan hingga kepadatan serta kerataan permukaan sesuai dengan rencana. 
  • Setelah selesai pekerjaan tersebut kemudian diadakan pengukuran mutual check bersama. 
  • Hasil pengukuran mutual check bersama dituangkan dalam gambar dan ditanda tangani bersama. 
  • Perhitungan volume dan pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas, diperhitungkan dalam satuan m2. 
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Konversi Kuat Tekan Beton F'c (MPa) ke K (Kg/cm2)
    Sumber : Google.com Beton terkenal karena kekuatannya dalam menahan gaya tekan. Kuat tekan beton merupakan parameter dari mutu/kualitas beto...
  • Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan
    Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca ...
  • Membuat Laporan Harian, Mingguan, Bulanan
    Apa sih itu Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan? dan Bagaimana sih cara membuatnya? Bisa jadi inilah pertanyaan yan...
  • CARA MENENTUKAN TIPE RUMAH
    Apa sih maksudnya TIPE RUMAH 21, 36, 45, 54 dll ? seringkali para developer menawarkan jasa pembuatan rumah ataupun menjual rumah dengan me...

Follow Kami

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram

HALAMAN

  • Home
  • About Me

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • APA ITU RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
      • Jenis - Jenis Fisher dan Fungsinya
  • ►  2024 (12)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2021 (11)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (11)
  • ►  2017 (16)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut Blog

Daftar Pengunjung Blog

MOTTO PENULIS

Sebanyak apapun Ilmu yang anda miliki, itu tidak akan berguna jika hanya untuk DIRI SENDIRI - Admin

Copyright © Ilmu Dasar Teknik Sipil | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates