Ilmu Dasar Teknik Sipil
  • HOME
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy policy
  • terms of service
  • Home
  • Struktur
    • GEDUNG
    • JEMBATAN
    • JALAN
    • BANGUNAN AIR
  • BAHAN
    • BETON
    • BAJA
    • KAYU
  • PROGRAM
    • SAP 2000
    • AUTOCAD
    • HEC RAS
    • PLAXIS
    • MICROSOFT PROJECT
  • TEKNIK FONDASI
    • FONDASI RUMAH
    • FOOTPLATE
    • BORPILE
  • LAINNYA
    • TEKNIK GEMPA
    • GEOTEKNIK
    • MANAJEMEN
    • MEKANIKA TANAH
  • Daftar Isi

Senin, 01 Juni 2020

Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan

 Jefri Harjawinata     Juni 01, 2020     ilmu lapangan, istilah proyek     3 comments   

Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca artikel ini. Kenapa saya mengatakan demikian? karena ketika nanti kamu akan terjun di real project di lapangan, kamu akan sering mendengarkan atau menggunakan istilah - istilah berikut untuk dapat berkomunikasi dengan orang - orang dilapangan. 

Berdasarkan pengalaman saya dilapangan, maka saya senang untuk membagikan istilah - istilah berikut kepada rekan - rekan sipil sekalian terutama buat kalian yang masih baru akan memulai karir kalian di proyek - proyek sipil. Istilah - istilah yang akan kalian dapatkan di artikel ini tidak akan pernah kalian temui di bangku kuliah, karena istilah ini terlahir di dunia proyek lapangan bukan dibangku kuliah kalian atau dunia akademisi. 

1. Bodeman
Bodeman adalah sebutan untuk landasan dari bekisting balok. Pemasangan bodeman biasa dilakukan sekaligus untuk mengatur elevasi balok. 

2. Tembereng 
Tembereng adalah sebutan untuk bagian dari bekisting balok bagian sisi kiri dan kanan. Istilah tembereng ini sering digunakan oleh tukang diwilayah pulau jawa. Bekisting balok biasanya menggunakan multiplek ukuran 9mm atau 12mm tergantung dari ukuran dimensi balok yang akan di cor. 

3. Suri - Suri
Suri - suri adalah sebutan untuk kayu balok yang digunakan untuk alas atau tumpuan bodeman. Umumnya menggunakan kayu kelas III sudah cukup dengan ukuran 6/12 atau 5/10 cm. Jarak antar suri - suri umumnya adalah 40-50 cm dan panjangnya adalah 1,5 meter - 2 meter.

4. Gelagar
Gelagar adalah kayu balok berukuran 8/12 cm atau 6/12 cm yang digunakan sebagai tumpuan dari suri-suri. Umumnya menggunakan kayu kelas III sudah cukup kuat dan gelagar sendiri akan di topang oleh perancah yaitu skafolding. 

5. Jester
Jester adalah metode pelaksanaan pekerjaan bekisting balok dan pelat yang merupakan bagian dari bodeman. Fungsi jester dalam bodeman adalah sebagai pengunci dan pembuka bekisting balok dan pelat ketika selesai dicor. Letak jester pada balok terletak ditepi yang berhubungan langsung dengan kolom. Jester akan rusak ketika membongkar bekisting namun memang tujuannya adalah dirusak agar bekisting yang lain tidak ikut rusak. 
sumber : ilmuproyek.com

6. Balok Sekor
Balok sekor merupakan balok berukuran 5/7 atau 5/5 cm yang digunakan untuk pendukung bekisting agar bekisting lebih kokoh atau kuat sewaktu di cor. 

7. Tierod 
Tierod adalah sebutan untuk alat bantu berupa besi yang berfungsi untuk mengunci bekisting pada kolom. Tierod ini biasanya menggunakan besi beton berdiameter 10 mm kemudian disambung dengan as drat dan plat besi. Panjang tierod tergantung dari ukuran kolom struktur misalnya jika kolom yang dibuat ukuran 50x50 cm maka panjang tierod harus lebih dari 50 cm untuk satu sisi, misalnya bisa digunakan 70 cm.
Tierod juga sangat penting khususnya saat pengecoran kolom, karena tierod ini yang menjadi pengunci pada kolom agar tidak bergeser atau bergerak sewaktu pengecoran. Apabila tierod menggunakan besi yang kecil atau tierod tidak di kunci dengan baik maka kemungkinan bentuk kolom tidak akan simetris karena terjadi pergerakan sewaktu pengecoran.
Sumber : Ilmuproyek.com

Sumber : Ilmuproyek.com

8. Sponengan 
Jika kalian melihat plesteran atau acian pada sudut bagian bangunan seperti sudut balok,kolom,dinding, sudut siku yang sangat baik dan rapi pada pinggiran itulah yang disebut dengan sponengan. Pembuatan sponengan terbilang sulit karena sudut yang dibuat haruslah 90 derajat dan sangat rapi sehingga cukup memakan waktu yang lama untuk membuat sponengan.

9. Openingan 
Openingan adalah bukaan pada dinding yang akan dipasangkan pintu maupun jendela. Basicly Sponengan dan openingan hampir sama, karena sama-sama membentuk sudut pada pinggiran menjadi sudut siku tetapi openingan jauh lebih banyak memakan waktu karena sudut yang dibuat cukup banyak. oleh karena itu, pekerjaan ini biasanya dihitung borongan per openingan. 

10. Kepalaan
Kepalaan adalah istilah untuk acuan plesteran yang akan dikerjakan. Jadi sebelum melakukan plesteran, seorang tukang akan membuat kepala plesteran terlebih dahulu. Bentuknya memanjang vertikal dengan ukuran 5 cm dan tebal sesuai ketebalan plesteran yang diinginkan.  Fungsi dari kepala plester agar memudahkan tukang sewaktu menggunakan jidar plesteran dinding. 
sumber : Google.com

11. Jidar 
Jidar adalah alat bantu yang digunakan untuk pekerjaan plesteran maupun acian pada dinding. Jidar bisa menggunakan alumunium hollow karena memiliki permukaan yang lebih licin,halus, dan rapi. Jidar digunakan untuk meratakan plesteran maupun acian. 
Sumber : Mortartigaroda.com

Sumber : Google.com

12. Kamprot 
Kamprot adalah istilah yang digunakan untuk plesteran kasar atau plesteran awal. Pekerjaan ini biasanya digunakan pada plesteran yang memiliki ketebalan lebih dari dari 2 cm. Sebelum diplester baiknya dikamprot terlebih dahulu sampai 1 cm dengan cara adukan semen pasir dilemparkan ke arah dinding. Setelah kering, kemudian baru diplester halus.

13. Sparingan 
Sparingan adalah sistem pemipaan listrik maupun air yang dipasang didalam beton. Pipa listrik tersebut digunakan sebagai cover kabel listrik. Sistem pemasangan sparing listrik biasanya sebelum pengecoran jika ingin ditanamkan didalam beton. 
Sumber : Ilmuproyek.com

Sumber : Ilmuproyek.com

14. Relat
Relat adalah tumpuan yang digunakan untuk proses perataan pengecoran plat basement. Tujuannya adalah agar hasil pengecoran bisa datar karena finishing terakhir adalah floorhardener atau lantai kasar. Relat biasanya menggunakan pipa besi yang dipasang sesuai dengan tinggi rencana cor plat. Fungsi relat ini sama dengan kepala plesteran, hanya saja relat digunakan untuk pengecoran. 
Sumber : Google.com

15. Sipatan
Sipatan merupakan bahasa pengukuran yang digunakan untuk memberi tanda pada bangunan dengan level tertentu. Biasanya untuk menentukan pinjaman 1 meter pada kolom. Pekerjaan sipatan bisa menggunakan alat waterpass kemudian diberi tanda atau marking menggunakan benang yang diberi tinta hitam.
sumber : ilmuproyek.com

16. Opname
Opname adalah istilah yang digunakan untuk proses permohonan pembayaran upah atau termin sesuai dengan progres lapangan. Biasanya diajukan oleh mandor atau subkon kepada main kontraktor. 

17. Shaft
Shaft adalah sebuat lubang pada plat beton berbentuk persegi panjang yang berfungsi untuk jalur perpipaan misalnya pipa air bersih, air kotor, pipa pemadam kebakaran, pipa air hujan dan sebagainya. Pekerjaan ini baiknya dilakukan pada saat pekerjaan struktur yaitu dengan memblockout persegi panjang pada plat lantai yang akan dicor. 


Demikian itulah beberapa istilah - istilah yang akan kalian temukan dan gunakan pada dunia konstruksi khususnya dilapangan. Pelajarilah istilah ini agar kalian bisa mengerti atau nyambung dengan pembicaraan para sesepuh dilapangan ya!! 

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Minggu, 24 Mei 2020

Keramik Meledak? Penyebab dan Solusinya

 Jefri Harjawinata     Mei 24, 2020     Keramik meledak, Keramik Meledak? Penyebab dan Solusinya, keramik rusak, Popping Keramik     2 comments   


Popping Keramik
Sumber : Google.com
Pernahkah anda melihat atau mendengarkan cerita keramik yang sudah lama terpasang tiba - tiba menggelembung dan meledak? mungkin tidak banyak yang mengalami situasi seperti ini, tapi ada beberapa rekan - rekan yang mengalami hal seperti dan kebingungan sebenarnya apa yang terjadi dengan keramik tersebut, padahal keramiknya sudah lama terpasang.

Istilah untuk kejadian seperti yang terjadi diatas ini dikenal sebagai 'Popping Keramik'. Popping keramik adalah suatu kejadian dimana keramik yang telah terpasang meledak atau meletus yang diakibatkan oleh beberapa faktor penyebab. Biasanya sebelum terjadi popping, keramik terlebih dahulu akan menunjukan gejala seperti mengembang sedikit demi sedikit, dan kemudian akan terjadi letusan keramik yang suaranya cukup besar untuk membuat kita kaget. 

Lantas faktor apa saja yang menyebabkan kondisi popping keramik ini? Nah berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya popping keramik diantaranya yaitu : 

1. Perubahan suhu temperatur tanah sebagai landasan dari pemasangan keramik. Tanah dibawah keramik sebagai landasan keramik apabila terjadi perubahan suhu, khususnya apabila suhu udara yang panas, maka tanah tersebut akan memuai dan mengeluarkan uap panas yang terperangkap didalamnya. Penguapan ini bisa mengakibatkan keramik terangkat atau meledak secara tiba-tiba karena udara dibawah keramik akan mencari jalan untuk keluar.

2. Faktor banjir yang menggenangi keramik. Air yang menggenangi permukaan keramik, bisa menjadi faktor penyebab popping keramik. Apabila air yang tergenang tersebut dapat masuk melalui celah - celah keramik, baik itu melalui nat pada keramik ataupun retak pada keramik maka tentu air tersebut akan tersimpan didalam tanah landasan keramik dan suatu saat akan memuai apabila suhu udara menjadi panas.

3. Pemasangan perekat yang tidak merata dan menyebabkan ada bagian bawah lantai yang kosong. Udara yang terjebak ketika mengalami pemuaian akan mendorong keramik ke atas. Selain itu apabila ada pori - pori yang memungkinkan air untuk masuk ke dalam rongga ini, apabila dimasuki air akan menjadi lembab lalu berjamur. 

4. Penurunan permukaan tanah. Umumnya terjadi pada kondisi tanah yang tidak stabil atau pengambilan air tanah secara berlebihan. Kondisi ini menyebabkan keramik menjadi bergelombang karena permukaan tanah disekitarnya mengalami penurunan.

5. Nat yang terlalu rapat dan tidak memberikan ruang bagi muai-susut keramik sehingga lantai keramik akan terdorong sehingga terangkat ke atas. 

6. Pemasangan awal pekerjaan keramik yang kurang baik, kualitas campuran spesi keramik yang tidak tepat, dan cara pemasangan keramik yang kurang baik atau terburu-buru oleh pekerja yang tidak berpengalaman. 
Popping Keramik
Sumber : Google.com
Apabila terjadi popping keramik maka cara memperbaikinya adalah dengan mengganti bagian-bagian yang terlepas tersebut. Hal ini tentu tidak akan terjadi jika kita mengetahui penyebab terjadinya popping dan mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan agar tidak terjadi popping. Nah berikut adalah langkah-langkah yang bisa kita lakukan untuk menghindari terjadinya popping keramik yaitu : 

1. Sewaktu memasangkan nat keramik, pastikan jaraknya cukup ideal yaitu berkisar 2-3 mm. Jika ingin lebih rapi pemasangan nat keramik, kita bisa menggunakan tile spacer  untuk mengatur jarak nat antara keramik. 

2. Gunakan perekat khusus yang tahan terhadap pemuaian dan susut pada keramik maupun beton. Perekat khusus ini juga mampu mengurangi penyusutan air. Kelebihan lainnya yaitu proses curing atau pengeringan campuran perekat akan menjadi lebih cepat sehingga menghemat waktu pengerjaan dan biaya. 

3. Gunakan adukan semen dan pasir yang berkualitas. Perbandingan yang disarankan untuk semen dan pasir adalah 1:4. Pastikan mortar ini tercampur dengan baik dan kualitas pasir yang digunakan juga baik dan tidak tercampur dengan tanah. 

4. Pada beberapa bagian antar keramik atau nat, kita bisa menggunakan sealant sebagai pengganti nat. Disarankan setiap luasan keramik 25 meter persegi. Penggunaan sealant ini untuk mengatasi muai-susut yang terjadi karena sifat sealant yang elastis bisa memberikan ruang pergerakan pada keramik.
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Senin, 20 April 2020

Cara Pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP)

 Jefri Harjawinata     April 20, 2020     ACP, Alummunium Composite Panel, Cara Pasang ACP, Cara Pemasangan Alumunium Composite Panel (ACP)     No comments   

Pengertian dan Definisi ACP
Alummunium Composite Panel (ACP)

ACP merupakan singkatan dari Alummunium Composite Panel merupakan material perpaduan antara Alumunium dan bahan komposit. ACP dapat di definisikan sebagai panel datar yang terdiri dari inti berbahan  non-alumunium yang disatukan diantara dua lembar alumunium.Lembaran ACP adalah lembaran yang kaku, kuat tetapi memiliki berat yang relatif ringan. Jenis ACP berdasarkan lapisan catnya terdiri dari 2 macam, yaitu : 1). Jenis Polyester (PE), biasanya digunakan untuk interior dan 2). Jenis Poly Vinyl De Flouride (PVDF) yang umumnya digunakan untuk eksterior.

Alummunium Composite Panel (ACP)

Cara Pemasangan ACP
Karena ACP merupakan plat lembaran yang cukup besar, yaitu berukuran kisaran 1,22 x 2,44 meter atau 1,22 x 4,88 meter maka langkah awal yang perlu dilakukan adalah lembaran tersebut harus potong sesuai profil yang diinginkan.
1. Pemotongan lembaran ACP sesuai dengan profil yang dinginkan.
Alummunium Composite Panel (ACP)
Alummunium Composite Panel (ACP)

2. Lembaran yang sudah dipotong sesuai profil yang diinginkan kemudian sisi - sisinya lembaran tersebut di router untuk dapat ditekuk. Standar ketebalan ACP yaitu 4mm maka kedalam router yang dibutuhkan juga tidak melebihi 4mm, namun tetap  harus mudah untuk ditekuk. Lebar tekukan ACP umumnya adalah 2 cm dari sisi terluar. 

3. Pemasangan Rangka Hollow untuk ACP
Lembaran ACP yang akan dipasangkan perlu dibuatkan rangkanya terlebih dahulu. Rangka ACP yang dibuat biasanya menggunakan besi hollow ukuran 2x2 cm. Dalam tahap pengerjaan rangka ACP ini juga perlu ketelitian dan teknik yang baik karena rangka yang buat haruslah rapi, lurus, dan memiliki sudut yang baik, maka dalam pemasangan rangka ini, perlu diperhatikan sisi vertikal dan horisontal dari rangka. Rangka ACP inilah yang akan menjadi bentuk dari ACP itu sendiri. 
Alummunium Composite Panel (ACP)

4. Setelah rangka terpasang maka langkah selanjutnya adalah pemasangan ACP sesuai dengan rangka yang sudah terpasang. Nah pada bagian ini, kita bisa melihat apa fungsi dari tekukan yang dibuat sebelumnya pada ACP.
Alummunium Composite Panel (ACP)

Tekukan yang dibuat ini adalah untuk menyatukan bidang ACP dengan menggunakan skrup. Dan pada sambungan antara rangka ACP dengan eksisting objek yang mau dibungkus, biasanya menggunakan besi siku/bracket untuk perkuatan pada eksisting objeknya. 
Alummunium Composite Panel (ACP)

5. Langkah terakhir setelah ACP terpasang adalah pemberian sealant/silikon untuk menutupi celah - celah dari ACP dan untuk memperindah tampilan dari ACP itu sendiri. 
Alummunium Composite Panel (ACP)

Alummunium Composite Panel (ACP)

Pada dasarnya sebenarnya pekerjaan pemasangan ACP bukanlah suatu pekerjaan yang sulit, hanya saja diperlukan keberanian terhadap ketinggian, karena umumnya pemasangan ACP berkaitan dengan bangunan - bangunan yang tinggi. ACP juga memiliki warna dan tekstur yang beraneka ragam, misalnya motif keramik, kayu, batu, dll. Selain itu ada banyak merk ACP yang ada saat ini, maka kalian bisa memilih sesuai kebutuhan kalian. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa nonton di video yang ada dibawah ini.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Senin, 13 April 2020

Cara Pemasangan Dinding Partisi Gypsum

 Jefri Harjawinata     April 13, 2020     Dinding partisi, Gypsum, Pemasangan Gypsum     No comments   

Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum
Dinding partisi gypsum menjadi pilihan yang sangat tepat untuk bangunan - bangunan modern saat ini, karena kemudahan pekerjaan pemasangannya dan juga sangat memungkinkan untuk merubah bentuk ataupun fungsi ruangan sesuai dengan yang diinginkan. 
Jika dulunya kita sering menggunakan pasangan batu bata untuk dinding, maka tentu dibutuhkan waktu pengerjaan yang lama karena untuk pemasangan dinding batu, biasanya kita perlu menyusun batunya terlebih dulu, kemudian pasangan batu tersebut perlu di plester dan di aci, barulah dinding bisa dilakukan pengecetan. Apabila suatu waktu kita mungkin ingin merubah bentuk denah ruangan, hal ini akan sulit dilakukan karena dinding maupun ruangan tersebut bisa dikatakan permanent karena akan sangat sulit untuk dibongkar kembali dan merubah bentuknya. 

Dinding partisi gypsum menjadi pilihan banyak orang karena pengerjaan pemasangannya yang cepat, mudah dan sangat dimungkinkan untuk merubah bentuk ruangan sesuai dengan keinginan kita. Namun, yang perlu diingat adalah karena bahan penutup dinding ini adalah gypsum, maka tentu sangat tidak mungkin untuk berinteraksi dengan air ataupun kondisi yang lembab. Oleh sebab itu, pemilihan penggunaan dinding gypsum juga perlu diperhatikan peruntukan bangunannya. Maka, pada artikel ini, kita akan melihat bagaimana Cara Pemasangan Dinding Partisi Gypsum yang baik dan benar. 

1. Markingan Area Dinding Gypsum
Sama seperti halnya pemasangan dinding dari batu, yaitu daerah pemasangan dinding gypsum perlu dimarking terlebih dahulu untuk mengetahui lebar dan panjangnya suatu ruangan sesuai dengan rencana. Tujuan markingan ini adalah untuk memasangkan rangka dinding terlebih dahulu.

2. Pemasangan Rangka Metal Stud/U runner
Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum
Setelah markingan area dinding telah selesai maka bisa mulai untuk pemasangan rangka dinding partisi. Rangka dinding partisi gypsum menggunakan rangka metal stud dan u runner, dan pada bagian - bagian sambungan partisi biasanya menggunakan rivet gun.

3. Pemasangan Glasswool
Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum

Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum

Setelah rangka partisi selesai di pasang, kemudian kita perlu menyiapkan pelapis glasswool/rockwool/ecowool, dan sejenisnya untuk dimasukan kedalam rangka partisi, dan berfungsi sebagai lapis kedap suara agar setiap ruangan nantinya tidak menimbulkan suara - suara yang dapat mengganggu aktivitas pada ruangan disebelahnya.

4. Pemasangan Gypsum Board
Cara Pemasagan Dinding Partisi Gypsum

Langkah selanjutnya adalah pemasangan papan gypsum. Umumnya papan gypsum yang ada berukuran 120x240 cm dengan ketebalan bervariasi. Ukuran gypsum ini sering menjadi patokan dalam membuat rangka dinding, misalnya rangka dinding yang dibuatpun memiliki ukuran yang sama dengan ukuran papan gypsum yaitu 120x240 cm, tujuannya adalah mempercepat pemasangan untuk bidang yang besar dan efektif dalam penggunaan bahan, karena dapat meminimalisir barang tersisa akibat pemotongan ukuran yang tidak tepat. Papan gypsum dipasangkan pada rangka yang telah kita buat dengan menggunakan skrup dan bor.

5. Compound Gypsum dan Perataan Permukaan
Setelah rangka dan papan gypsum terpasang, maka langkah berikutnya adalah kita perlu melakukan compound pada bidang permukaan yang tidak rata akibat lubang skrup. Tidak lupa juga kita menutup pertemuan antar gysum dengan menggunakan kain kasa gypsum agar sambungan permukaan tersebut bisa tertutup dengan baik dan terlihat lebih rapi. Setelah menutup seluruh permukaan yang tidak rata dengan menggunakan compound, maka selanjutnya kita perlu meratakan permukaan tersebut dengan menggunakan amplas. Dalam pengerjaan gypsum ini, salah satu langkah yang cukup memakan banyak waktu pekerjaan adalah pekerjaan coumpund dan perataan karena itu dibutuhkan kesabaran.

6.  Pengecatan Gypsum
Nah langkah terakhir setelah semua terpasang adalah pengecetan. Permukaan gypsum yang rata akan sangat memudahkan kita dalam pekerjaan pengecetan ini dan tentunya hasil pengecetan pun akan terlihat jauh lebih baik dibandingkan dengan permukaan dinding batu yang di aci. Nah biar lebih jelas, silahkan nonton video dibawah ini!!

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Kamis, 05 Maret 2020

Mengenal Peralatan Instalasi Pipa Hydrant

 Jefri Harjawinata     Maret 05, 2020     alat hydrant, alat pemadam kebakaran, fungsi hydrant, hydrant, pemadam kebakaran     No comments   

Pernahkah kalian melihat fire hydrant? biasanya fire hydrant ini bisa kita temui pada bangunan - bangunan publik seperti bank, hotel, mall, rumah sakit, atau bisa kita temui juga pada jalur jalan - jalan utama. Fire hydrant yang sering kita lihat seperti Box Hydrant ataupun Pilar Hydrant sebenarnya hanyalah bagian akhir dari sistem jaringan instalasi Fire Hydrant. Maka untuk lebih jelasnya, pada artikel ini kita akan membahas tentang peralatan - peralatan yang digunakan pada sistem instalasi fire hydrant dan juga garis besar dari sistem instalasi fire hydrant itu sendiri.

PENGERTIAN FIRE HYDRANT
Fire hydrant adalah sistem instalasi air yang digunakan khususnya untuk keperluan pemadam kebakaran. Seperti instalasi air pada umumnya, untuk mengalirkan air tersebut perlu menggunakan pipa sebagai jalur lewat air. Pipa yang digunakan untuk instalasi fire hydrant umumnya menggunakan pipa khusus bertekanan tinggi seperti pipa hitam (Black Steel). Air yang nantinya akan dialirkan juga pasti terlebih dahulu perlu ditampung agar memiliki debit air yang cukup untuk keperluan atau kebutuhan. Oleh sebab itu, perlu memiliki bak penampungan atau (reservoir) yang mampu untuk memasok air yang bisa memandamkan kebakaran selama 30 menit. Model atau bentuk reservoir pun berbeda - beda, tergantung kondisi lapangan dan perencanaannya misalnya bak penampungan ini bisa dibuat dibawah tanah (Ground Water Tank), pada intinya fungsi dari reservoir ini adalah untuk menampung air. 

PERALATAN FIRE HYDRANT
1. Hydrant Pump (Pompa Hydran)
Main Pump

Jockey Pump
Hydrant Pump atau pompa hydrant adalah pompa yang bekerja untuk mendistribusikan air menuju jaringan hydrant. Pompa Hydrant ada tiga jenis yaitu Jockey Pump, Elektrik Pump, Diesel Pump. Masing - masing pompa tersebut memiliki tugas tersendiri. Misalnya Elektrik pump bertugas untuk mendistribusikan air ke seluruh sistem hydrant, kemudian diesel pump menjadi backup dari elektrik pump apabila saat terjadi kebakaran dan listrik padam. Jockey pump berfungsi untuk menstabilkan tekanan air yang dihasilkan oleh elektrik pump dan diesel pump. 

2. Header

Pipa header adalah pipa penghubung utama yang memiliki ukuran lebih besar dibandingkan pipa lainnya. Pipa header berfungsi menyambungkan distribusi air dari pipa pengeluaran (discharge) pompa hydrant ke jaringan sistem distribusi hydrant. Ukuran pipa header ini bergantung besarnya spesifikasi pompa yang digunakan.

3. Box Hydrant
Indoor Box Hydrant
Outdoor Box Hydrant

Box Hydrant adalah box yang digunakan untuk menyimpan perlengkapan alat hydrant seperti Hose Nozzle, Fire Hose (Selang), Hydrant Valve (Kran), Hose Rack (Gantungan). Box hydrant pada umumnya ada 2 jenis yaitu hydrant box indoor dan hydrant box outdoor. Box Hydrant indoor digunakan pada bagian dalam bangunan dan box hydrant outdoor diletaknya pada luar dari bangunan.

4. Gate Valve

Gate valve merupakan jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran dengan cara mengangkat gerbang penutupnya yang berbentuk bulat atau persegi panjang.

5. Check Valve
Check valve adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengatur cairan hanya mengalir ke satu arah saja dan mencegah aliran ke arah sebaliknya (backflow). check valve tidak menggunakan tuas untuk mengatur aliran misalnya untuk membuka atau menutup tetapi menggunakan gravitasi dan tekanan dari aliran itu sendiri. Mengingat fungsinya yang dapat mencegah aliran balik (backflow) maka check valve sering digunakan sebagai pengaman dalam sistem perpipaan di sebuah rangkaian hydrant.

6. Hydrant Pillar

Pilar Hydrant adalah salah satu bagian dari instalasi hydrant yang memiliki fungsi sebagai output/keluaran air yang memiliki tekanan tinggi yang disalurkan dari reservoir. Pilar hydrant umumnya diletakkan dibagian luar (outdoor) bangunan dan ditemani oleh box hydrant outdoor. Pada pilar hydrant terdapat sambungan output untuk menyambungkan fire hose yang siap untuk digunakan. Umumnya ada dua jenis pilar hydrant yaitu one way dan two way, harga pilar two way lebih mahal dibandingkan dengan one way.

7. Siamese Connection

Fungsi dari siamese connection pada instalasi hydrant adalah sebagai backup apabila terjadi kekurangan pasokan air pada reservoir utama, dimana apabila pasokan air pada reservoir utama tidak mencukupi ataupun habis maka melalui siamese ini kita bisa menyambungkan selang air melalui mobil pemadam kebakaran untuk langsung dapat disalurkan melalui jaringan instalasi hydrant menuju titik yang diinginkan.

8. Safety Valve

Safety valve merupakan valve yang sangat berbeda dari valve lainnya. Safety valve digunakan untuk mempertahankan tekanan yang akan di distribusikan ke jaringan pipa pemadam kebakaran agar tidak melebihi kemampuan tekanan yang diharapkan. Cara kerja safety valve tergolong unik karena didesain khusus untuk melepaskan tekanan berlebih yang ada di equipment dan sistem perpipaan pada jaringan hydrant. Hal ini untuk mencegah kerusakan pada peralatan hydrant dan lebih pentin lagi untuk menghindari kecelakaan para pekerja. Apabila tekanan ataupun temperatur yang diterima oleh safaety valve melebihi batas yang telah ditetapkan, maka valve ini akan melepaskan kenaikan tekanan sebelum terjadi tekanan yang lebih ekstrim.

9. Strainer

Saringan (Strainer) gunanya adalah sebagai alat penyaring kotoran baik yang berupa padat, cair ataupun gas. Strainer digunakan pada jaringan pipa hydrant untuk menyaring kotoran pada air yang dibawa oleh aliran air, sehingga mutu air yang dikeluarkan menjadi lebih baik. Sangat penting juga untuk memperhatikan arah aliran, ini bisa kita perhatikan pada badan strainer. Pada badan strainer terdapat arah panah yang menunjukan arah aliran tersebut.

10. Flexible Joint

Fungsi flexible joint fire hydrant adalah sebagai pentolerir bagi tekanan udara yang masuk ke dalam pipa. Dengan adanya flexible joint yang dipasangkan pada sambungan - sambungan pipa air, maka apabila akan dilakukan pemasangan kembali komponen - komponen perpipaan seperti valve, reducer, maupun pemasangan pompa setelah dilakukan maintenance atau inspeksi, maka tidak akan mengalami kesulitan karena flexible joint merupakan sambungan yang dapat memberikan kelenturan pada pipa.

11. Pressure Gauge
Pressure Gauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan fluida (Gas atau Liquid) dalam tabung tertutup. PG pada instalasi pipa hydrant dapat digunakan untuk memantau tekanan air yang terdapat dalam pipa hydrant. Satuan dari alat ukut tekanan ini berupa psi (pound per square inch), psf (pound per square foot), mmHg (milimeter of mercury), inHg (inch of mercury), bar ataupun atm (atmosphere).

12. Pressure Switch
Pressure switch berfungsi untuk system control berdasarkan tekanan, pressure switch dapat diatur pada tekanan berapa bar aktif dan berhenti.

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Konversi Kuat Tekan Beton F'c (MPa) ke K (Kg/cm2)
    Sumber : Google.com Beton terkenal karena kekuatannya dalam menahan gaya tekan. Kuat tekan beton merupakan parameter dari mutu/kualitas beto...
  • Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan
    Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca ...
  • CARA MENENTUKAN TIPE RUMAH
    Apa sih maksudnya TIPE RUMAH 21, 36, 45, 54 dll ? seringkali para developer menawarkan jasa pembuatan rumah ataupun menjual rumah dengan me...
  • Membuat Laporan Harian, Mingguan, Bulanan
    Apa sih itu Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan? dan Bagaimana sih cara membuatnya? Bisa jadi inilah pertanyaan yan...

Follow Kami

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram

HALAMAN

  • Home
  • About Me

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • APA ITU RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
      • Jenis - Jenis Fisher dan Fungsinya
  • ►  2024 (12)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2021 (11)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (11)
  • ►  2017 (16)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut Blog

Daftar Pengunjung Blog

MOTTO PENULIS

Sebanyak apapun Ilmu yang anda miliki, itu tidak akan berguna jika hanya untuk DIRI SENDIRI - Admin

Copyright © Ilmu Dasar Teknik Sipil | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates