Ilmu Dasar Teknik Sipil
  • HOME
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy policy
  • terms of service
  • Home
  • Struktur
    • GEDUNG
    • JEMBATAN
    • JALAN
    • BANGUNAN AIR
  • BAHAN
    • BETON
    • BAJA
    • KAYU
  • PROGRAM
    • SAP 2000
    • AUTOCAD
    • HEC RAS
    • PLAXIS
    • MICROSOFT PROJECT
  • TEKNIK FONDASI
    • FONDASI RUMAH
    • FOOTPLATE
    • BORPILE
  • LAINNYA
    • TEKNIK GEMPA
    • GEOTEKNIK
    • MANAJEMEN
    • MEKANIKA TANAH
  • Daftar Isi

Kamis, 06 April 2017

Apa sih perbedaan bahan tambah mineral dan kimia ?

 Jefri Harjawinata     April 06, 2017     Bahan, bahan tambah mineral dan kimia, Beton     No comments   

bahan tambah beton


Diartikel ini saya mau bercerita sedikit tentang perbedaan bahan tambah mineral dan bahan tambah kimia khususnya pada pembuatan beton. soalnya berdasarkan pengalaman saya, tidak banyak enginer yang bisa membedakan tentang bahan tambah mineral dan bahan tambah kimia pada campuran adukan beton, yah emang sih semuanya termasuk bahan tambah, tapi tentu sebagai seorang enginer anda harus bisa menjelaskan dong kepada orang non sipil tentang hal ini 

saya yakin pasti rekan - rekan enginer sekalian sudah tahu tentang apa itu bahan tambah, jadi saya hanya akan menyungging sedikit aja tentang arti dari bahan  tambah. Bahan tambah ialah selain unsur pokok (air,semen, dan aggregat) yang ditambahkan pada adukan beton, sebelum, segera atau selama pengadukan beton. Tujuannya ialah untuk mengubah satu atau lebih sifat-sifat beton sewaktu masih dalam keadaan segar atau setelah mengeras. Bahan tambah seharusnya hanya berguna kalau sudah ada evaluasi yang teliti tentang pengaruhnya pada beton, khususnya dalam kondisi dimana beton diharapkan akan digunakan. 


Jadi apa perbedaanya bahan tambah mineral dan bahan tambah kimia ?

Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive). Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksanaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan.
Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimaksudkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja kekuatannya. 

Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

TAHAP ANALISIS BANGUNAN MENGGUNAKAN SAP 2000

 Jefri Harjawinata     April 06, 2017     Belajar SAP 2000, Program Teknik Sipil, SAP 2000     No comments   

Analisis struktur bangunan menggunakan bantuan program SAP 2000 untuk mendapatkan keluaran berupa momen lentur, gaya geser, dan gaya aksial yang bekerja pada struktur, kemudian hasil keluaran SAP 2000 tersebut akan digunakan untuk perhitungan elemen struktur kolom, balok, dan plat menggunakan bantuan program Micrososft Excel.
Berikut adalah tahap-tahap analisis bangunan pada SAP 2000 :
1.    Buka program SAP 2000, kemudian sesuaikan unit satuan yang terdapat pada jendela kerja pojok kanan bawah sesuaikan dengan kebutuhan. Contoh : kN,m,C
2.    Membuat model bangunan

Klik File , New Model , kemudian akan muncul gambar seperti berikut :
Gambar 1 Gride lines
Kemudian pilih satuan yang akan digunakan pada kotak kecil di atas, Lalu pilih Grid Only, dan akan muncuk kotak Quick Grid Lines kemudian klik OK untuk melakukan pengaturan grid melalui Edit Grid Data. Di dalam Quick Grid Lines kita dapat mengatur grid Sumbu X, Y dan Sumbu Z. Sumbu X merupakan proyeksi dari bentang bangunan sepanjang sumbu X, dan Sumbu Y merupakan proyeksi dari bentang. Sepanjang sumbu Y, sedangkan Z menunjukkan tinggi bangunan. Pengaturan grid bisa dilakukan di dalam kotak dialog Quick Grid Lines, namun pengaturan secara detail dapat diatur melalui edit grid data.
Gambar 2 Quick grid lines


3.      Mengatur Grid
Klik kanan pada jendela kerja pilih Edit Grid Data, kemudian akan muncul kotak dialog seperti berikut : Kemudian pilih Modify/Show System...
Gambar 3 Coordinate/Gid Systems
Setelah itu akan muncul kotak pengaturan panjang bangunan, lebar bangunan, dan tinggi bangunan seperti gambar berikut :
Gambar 4 Define grid data

Setelah pengaturan grid sesuai dengan perencanaan,selanjutnya tentukan material dan penampang elemen struktur yang akan dibahas pada artikel berikut atau coba langsung lihat video tutorialnya di sini 'click here'
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Senin, 03 April 2017

Pengertian Beton

 Jefri Harjawinata     April 03, 2017     Bahan, Beton, Definisi Beton     3 comments   


Civil Engineer siapa yang tidak kenal dengan material satu ini, yang penggunaannya sangat banyak karena hampir sebagian besar bangunan atau konstruksi pasti menggunakan material ini yaitu beton. nah karena beton ini udah sering kita gunakan dalam pekerjaan, maka terlebih dahulu kita juga harus mengenal si beton ini, biar bisa makin akrab ya 😊 
oke jadi pertama kita harus tau dulu tentang siapa beton ini, atau definisi dari beton. Beton merupakan salah satu bahan kontruksi yang banyak dipergunakan dalam struktur bangunan modern. Beton sangat banyak digunakan untuk kontruksi di samping kayu dan baja. Hampir 60% material yang digunakan dalam konstruksi adalah beton (concrete) yang dipadukan dengan baja (composite) atau jenis lainnya, hhmm.... banyak juga ya 😎

Beton diperoleh dengan mencampurkan material semen , agregat halus , agregat kasar, air , dan kadang – kadang ditambah dengan material lain. Untuk mendapatkan kualitas beton yang baik harus memperhatikan material – material pembentuknya dan komposisinya. Tidak saja kualitas material yang baik akan tetapi juga diperhatikan mengenai keseragaman secara keseluruhan. Parameter – parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah : a). kualitas semen, b). proporsi semen terhadap campuran, c). kekuatan dan kebersihan agregat, d). interaksi atau adhesi antara pasta semen dengan agregat, e). pencampuran yang cukup dari bahan – bahan pembentuk beton, f). penempatan yang benar, penyelesaian dan pemadatan beton, g). perawatan beton, dan h). kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dalam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak dieskpos (Nawy, 1985:24)
Disamping kualitas bahan penyusunnya, kualitas pelaksanaan pun menjadi penting dalam pembuatan beton. Kualitas pekerjaan suatu konstruksi sangat dipengaruhi oleh pelaksana pekerjaan beton langsung, seperti disebutkan oleh N.Jackson : “The quality of the concrete in the structure depends on the workmanship on site” (Jackson, 1977:146) serta L.J. Murdock dan K.M.Brock yang mengatakan “Kecakapan tenaga kerja adalah salah satu faktor penting dalam produksi suatu bangunan yang bermutu, dan kunci keberhasilan untuk mendapatkan tenaga kerja yang cakap adalah pengetahuan dan daya tarik pada pekerjaan yang sedang dikerjakan” (Murdock, 1991:6). 
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Hukum Tentang Konstruksi

 Jefri Harjawinata     April 03, 2017     Aspek Hukum Konstruksi, Hukum Konstruksi, Menajemen Proyek, Payung Hukum     1 comment   

Indonesia merupakan negara hukum, oleh sebab itu segala hal dan aspek-aspek dasar didalam kehidupan warga dan negara Indonesia diatur oleh hukum. Salah satunya adalah hukum yang mengatur tentang pelaksanaan proyek atau lebih dikenal dengan ‘Aspek Hukum Konstruksi’. Aspek hukum kontruksi sangat penting dipelajari oleh mahasiswa bidang teknik sipil terlebih lagi seorang insinyur sipil, oleh karena hal ini akan menjadi dasar atau landasan jika seorang insiyur sipil akan merencanakan suatu proyek. Dengan mengetahui aspek-aspek hukum kontruksi, hal ini akan membantu seorang insiyur sipil untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan dan menjadi lebih paham tentang hal-hal yang boleh dan tidak, juga untuk menghindari penipuan atau kecurangan dalam menjalankan proyek.
            Apakah dibutuhkan payung hukum ? tentu, hukum sangat diperlukan karena hukumlah yang akan menentukan kebenaran. Dengan adanya hukum yang mengatur tentang konstruksi, tentu akan sangat membantu dan menolong pihak-pihak yang terlibat dalam urusan tentang hukum kontruksi. Payung hukum dibutuhkan karena mencakup beberapa hal diantarannya adalah :
  1. Kontrak 
  2. KKN dalam Proyek
  3. Kegagalan dalam proyek
  4. Hak dan kewajiban stakeholder dalam proyek
  5. Claim arbitrase Negosiasi
  6. Resiko lain dalam Proyek

Pengertian Tender
Tender adalah proses pelelangan proyek, dimana pemilik proyek ingin mendapatkan mitra kerja yang menyediakan jasa kontruksi sesuai yang diinginkan oleh pemilik proyek tersebut. Menurut Soeharto(1997), tender adalah proses pemilihan kontraktor yang meliputi rangkaian kegiatan mulai dari mengidentifikasi keperluan jasa kontraktor oleh pemilik, mempersiapkan paket lelang, sampai tanda tangan kontrak untuk mengangani implementasi fisik proyek. Menurut Nugraha(1985) tender adalah proses pemilihan konsultan perencana, pengawas, maupun kontraktor yang meliputi proses prakualifikasi, pengumuman pelelangan, penjelasan pekerjaan, pembukaan tender, proses evaluasi tender, penetapan, dan penunjukan pemenang.


Dalam pelelangan proyek atau tender, sering terjadi kecurangan-kecurangan oleh pihak-pihak tertentu yang bertujuan untuk merugikan pihak lain demi mendapatkan keuntungan pribadi. Umumnya instansi yang telah memenangkan tender akan membuat kontrak dengan owner dari proyek tersebut, yang dimana kontrak itu mengatur tentang persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh penyedia jasa dan owner yang bersifat mengikat dan diatur berdasarkan UUD 1945, khususnya hukum yang mengatur tentang pekerjaan yang berhubungan.
Jasa Konstruksi Secara Umum
Jasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultasi perencanaan pekerjaan konstruksi, layanan jasa pelaksanaan pekerjaan konstruksi, dan layanan jasa konsultasi pengawasan pekerjaan konstruksi. Para pihak dalam suatu pekerjaan konstruksi terdiri dari pengguna jasa dan penyedia jasa. Pengguna jasa dan penyedia jasa dapat merupakan orang perseorangan atau badan usaha baik yang berbentuk badan hukum maupun yang bukan berbentuk badan hukum. Penyedia jasa konstruksi yang merupakan perseorangan hanya dapat melaksanakan pekerjaan konstruksi yang berisiko kecil, yang berteknologi sederhana, dan yang berbiaya kecil. Sedangkan pekerjaan konstruksi yang berisiko besar dan/atau yang berteknologi tinggi dan/atau yang berbiaya besar hanya dapat dilakukan oleh badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas atau badan usaha asing yang dipersamakan.

sekian yang dapat saya bagikan ya, semoga bermanfaat !! 



Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg

Sabtu, 01 April 2017

Peralatan Pekerjaan Konstruksi Jalan

 Jefri Harjawinata     April 01, 2017     Alat Berat, Alat Ringan & Alat Berat, beton aspal, flexibel pavement, Jalan, perkerasan lentur, Struktur Perkerasan Jalan Raya     7 comments   

Hallo guys para civil engineering yang hebat - hebat, pada artikel kali ini saya mau cerita sedikit tentang alat - alat apa aja yang digunakan untuk pekerjaan konstruksi jalan pada salah satu proyek yang pernah saya ikuti, khususnya tipe jalan flexibel pavement atau yang sering kita kenal sebagai jalan dengan bahan ikat aspal ( beton aspal ) tapi kalau omongin beton aspal ke orang awam, pasti mereka tidak ngerti, dipikir beton dicampur aspal, hahaha...... seperti pengalaman saya sih 😋. jadi ketika berbicara tentang konstruksi jalan, perhatikan juga lawan bicara anda ya guys !! 
Oke langsung aja saya mau jelaskan nih pada saat pembangunan suatu proyek, selain diperlukan bahan bangunan berkualitas tinggi dibutuhkan juga adanya peralatan yang memadai, baik peralatan sederhana maupun alat berat yang diperlukan pada pelaksanaan proyek. Alat kerja ini diperlukan dapat memudahkan manusia. Penggunaan alat - alat tersebut dapat mendukung kelancaran dari pembangunan proyek tersebut dan meningkatkan efisiensi kerja dari para pekerjanya. Dalam menggunakan alat - alat kerja perlu ditinjau dari segi ekonomi apakah dalam pemakaian alat-alat kerja tersebut cukup menguntungkan jika dibandingkan dengan tenaga manusia.
Faktor - faktor yang mempengaruhi pemilihan jenis dan jumlah alat kerja antara lain:
a.         Kondisi di lapangan.
b.        Biaya, waktu, dan pekerja yang tersedia.
c.         Kemampuan dan kapasitas alat.
d.        Kemampuan dan ketrampilan pekerja.
e.         Luas, tinggi, dan volume pekerjaan.
f.         Macam dan jenis pekerjaan di lapangan.
Jenis-jenis alat kerja yang digunakan pada proyek konstruksi jalan  antara lain sebagai berikut:
5.2.1        Excavator
Excavator adalah alat yang digunakan untuk pekerjaan galian dan timbunan tanah. Excavator ini memiliki lengan (arm) yang dapat berputar, sehingga dapat lebih mudah untuk menggali tanah dengan kedalaman tertentu.
Pada proyek konstruksi jalan, Excavator digunakan untuk menggali tanah dalam pekerjaan cut and fill lahan proyek, gambar excavator dapat dilihat pada Gambar 5.6.
excavator
Gambar 5.6.  Excavator

5.2.2        Dump Truck
Dump Truck adalah sebuah truk yang mempunyai bak material yang dapat di miringkan sehingga untuk menurunkan material hanya dengan memiringkan bak materialnya sehingga muatan akan dapat meluncur kebawah. Untuk memiringkan bak di gunakan oleh pompa hidrolik.
Pada proyek konstruksi jalan, Dump truk digunakan untuk mengangkut material seperti agregat pondasi kelas A, aspal, pasir dan material timbunan. Dump truck yang di pakai dalam proyek ini adalah dump truck merk Mitsubishi Fuso 220PS kapasitas . Alat angkut dump truck ini di datangkan langsung dari kontraktor pelaksana. Gambar dump truck dapat dilihat pada Gambar 5.7 dump truck Mitsubishi Fuso 220PS
dump truk
Gambar 5.7.  Dump truck

5.2.3 Water Tank Truck
Water tank truck digunakan untuk mengangkut air, yang digunakan untuk pekerjaan pemadatan lapis pondasi agregat kelas A, setelah penghamparan material selesai kemudian di padatkan dan di siram air menggunakan water tank. Water tank yang di gunakan proyek ini memiliki kapasitas sebesar 5000 liter.
 Pada proyek ini, water tank di datangkan langsung dari kontraktor. Berikut adalah alat untuk menyiram yaitu water tank dapat di lihat pada Gambar 5.8.
Truk Air
Gambar 5.8.  Water Tank Truck

5.2.4        Vibratory Roller
Vibratory roller adalah alat pemadat yang menggabungkan antar tekanan dan getaran. Vibratory roller mempunyai efisiensi pemadatan yang baik. Alat ini memungkinkan digunakan secara luas dalam tiap jenis pekerjaan pemadatan. Akibat sama efek ditimbulkan oleh vibratory roller adalah gaya dinamis terhadap tanah cenderung mengisi bagian-bagian kosong terdapat diantara butir-butirnya sehingga akibatnya tanah menjadi padat, dengan susunan yang lebih kompak.
Pada proyek ini, alat penggilas Vibratory roller yang digunakan adalah tipe HAMM 3410 dan di datangkan langsung dari kontraktor. Gambar alat berat Vibratory roller dapat di lihat pada Gambar 5.9 di bawah ini.
Alat pemadat-Vibratory roller
Gambar 5.9. Vibratory roller

5.2.5  Motor Grader
Sebagai bagian dari alat berat, motor grader berfungsi sebagai alat perata atau penghampar yang biasanya digunakan untuk meratakan dan membentuk permukaan tanah. Selain itu, dimanfaatkan pula untuk mencampurkan dan menebarkan tanah dan campuran aspal.
Pada proyek ini motor grader yang digunakan adalah merk komatsu tipe GD 555 berjumlah 1 dan di pakai untuk menghamparkan material lapis pondasi agregat kelas A. Alat tersebut di datangkan langsung dari kontraktor pelaksana. Gambar alat berat motor grader dapat di lihat pada Gambar 5.10.

Motor Grader

Gambar 5.10. Motor Grader

5.2.6  Pneumatic Tire Roller
Untuk pneumatic tire roller, alat terdiri atas roda-roda ban karet yang dipompa (pneumatic) maka area pekerjaan juga perlu dibebaskan dari benda-benda tajam yang dapat merusak roda. Susunan dari roda muka dan roda belakang selang-seling sehingga bagian yang tidak tergilas oleh roda bagian muka maka akan digilas oleh roda bagian belakangnya. Alat ini baik sekali digunakan pada penggilasan bahan yang bergranular, juga baik digunakan pada penggilasan lapisan hot mix sebagai “penggilas antara”. Pada pekerjaan proyek ini, alat berat pneumatic roller ini di pakai merk SAKAI TS-200 dengan jumlah 2 unit yang langsung di datangkan dari kontaktor. Gambar alat pemadat pneumatic tire roller dapat di lihat pada gambar 5.11.

pneumatic tire Roller
Gambar 5.11. Pneumatic tire Roller

5.2.7    Tandem roller
Tandem roller adalah alat penggilas atau pemadat terdiri atas berporos 2 (two axle) dan berporos 3 (three axle tandem rollers). Penggunaan dari penggilas ini umumnya untuk mendapatkan permukaan yang agak halus, misalnya pada penggilasan aspal beton dan lain-lain. Tandem roller ini memberikan lintasan yang sama pada masing-masing rodanya, beratnya antara 8 - 14 ton, penambahan berat yang diakibatkan oleh pengisian zat cair (ballasting) berkisar antara 25% - 60% dari berat penggilas. Untuk mendapatkan penambahan kepadatan pada pekerjaan penggilasan biasanya digunakan three axle tandem roller. Sebaiknya tandem roller jangan digunakan untuk menggilas batu-batuan yang keras dan tajam karena akan merusak roda-roda penggilasnya. Pada proyek ini, alat penggilas tandem roller di datangkan langsung dari kontraktor. Gambar alat berat tandem roller dapat di lihat pada Gambar 5.12 di bawah ini. 
Tandem Roller

Gambar 5.12. Tandem Roller

5.2.8   Asphalt finisher
Alat ini berfungsi untuk menghamparkan aspal olahan dari mesin pengolah aspal, serta meratakan lapisannya. Konstruksi Asphalt Finisher cukup besar sehingga membutuhkan trailer untuk mengangkut alat ini ke medan proyek. Asphalt Finisher memiliki roda yang berbentuk kelabang atau disebut dengan crawler track dengan  hopper  yang tidak beralas. Sedangkan di bawah  hopper tersebut terdapat pisau yang juga selebar hopper. Pada saat proses penghamparan, awalnya dimulai dengan memasukkan aspal ke hopper. Kemudian aspal akan langsung turun ke permukaan dan disisir oleh pisau. Untuk mendapatkan tingkat kerataan yang diinginkan akan diatur oleh pisau tersebut.
Pada proyek ini, alat asphalt finisher yang digunakan merk NIGATA NFB6C dengan jumlah 1 unit. Alat tersebut di datangkan langsung dari kontraktor. Gambar asphalt finisher dapat di lihat pada Gambar 5.13.
Asphalt Finisher

Gambar 5.13.  Asphalt Finisher

5.2.9   Alat-Alat konvensional
Alat-alat konvensional adalah peralatan sederhana yang digunakan untuk membantu pekerjaan yang dilakukan oleh para tukang. Alat-alat konvensional tersebut seperti sekop tangan, sapu lidi, garuk, traffic cone, kereta dorong dan lainnya. Gambar alat-alat konvensional dapat dilihat pada Gambar 5.14.
Alat-alat Konvensional

Gambar 5.14. Alat-alat Konvensional

5.2.10   Termometer Iframerah
Termometer inframerah adalah alat untuk mendeteksi temperatur secara optik—selama objek diamati, radiasi energi sinar inframerah diukur, dan disajikan sebagai suhu. Alat ini menawarkan metode pengukuran suhu yang cepat dan akurat dengan objek dari kejauhan dan tanpa disentuh – situasi ideal di mana objek bergerak cepat, jauh letaknya, sangat panas, berada di lingkungan yang bahaya, dan/atau adanya kebutuhan menghindari kontaminasi objek (seperti makanan, alat medis, obat-obatan, produk atau test, dll.)
Pada proyek ini, alat termometer iframerah digunakan untuk mengukur suhu dari beton aspal yang di angkut oleh dump truck dan juga mengukur suhu dari beton aspal saat penghamparan beton aspal hotmix dengan menggunakan alat  asphalt finisher.
Termometer inframerah

Gambar 5.15. Termometer inframerah

5.2.11 Aspal Distributor
Aspal distributor adalah truk yang dilengkapi dengan tangki aspal, pompa, dan batang penyemprot. Pada proyek ini, aspal distributor di datangkan langsung dari kontraktor. Bentuk aspal distributor diperlihatkan pada Gambar 5.16.
Aspal distributor

Gambar 5.16. Aspal distributor
5.2.12 Alat Core Drill
Core Drill adalah alat yang digunakan untuk menentukan/mengambil sample perkerasan dilapangan sehingga bisa diketahui tebal perkerasannya serta untuk mengetahui karakteristik campuran perkerasan.
Pada proyek ini, alat core drill di datangkan dari pihak kontraktor. Bentuk alat core drill dapat dilihat pada gambar 5.17.
 Core Drill test

Gambar 5.17. Alat Core Drill

5.2.13 Alat Sand cone
Alat Sand cone adalah alat yang digunakan untuk pemeriksaan kepadatan tanah di lapangan dengan menggunakan pasir Ottawa sebagai parameter kepadatan yang mempunyai sifat kering, bersih, keras, tidak memiliki bahan pengikat sehingga dapat mengalir bebas. Pada proyek ini, alat sand cone di datangkan langsung dari laboratorium milik kontraktor. Gambar alat sand cone dapat dilihat pada gambar 5.18.
Sand cone

Gambar 5.18. Alat Sand cone
5.2.14 Alat CBR
Alat CBR (California Bearing Ratio) adalah alat yang digunakan untuk menentukan tebal suatu bagian perkerasan. Alat CBR merupakan suatu perbandingan antara beban percobaan (test load) dengan beban standar (standart load) dan dinyatakan dalam presentase. Alat CBR Lapangan yang di gunakan pada proyek ini, di datangkan dari kontraktor.
Alat CBR

Gambar 5.19. Alat CBR

oke para master civil engineer, sekian sedikit penjelasan yang dapat saya bagikan buat kalian. semoga bermanfaat ya guys 😎👍 Tonton juga video pengerjaannya dibawah ini. 
Read More
  • Share This:  
  •  Facebook
  •  Twitter
  •  Google+
  •  Stumble
  •  Digg
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Popular Posts

  • Konversi Kuat Tekan Beton F'c (MPa) ke K (Kg/cm2)
    Sumber : Google.com Beton terkenal karena kekuatannya dalam menahan gaya tekan. Kuat tekan beton merupakan parameter dari mutu/kualitas beto...
  • Mahasiswa Teknik Sipil Wajib Baca!! Istilah Proyek di Lapangan
    Sebelumnya saya senang mengucapkan selamat karena kamu sangat beruntung jika kamu adalah seorang mahasiswa teknik sipil yang sedang membaca ...
  • CARA MENENTUKAN TIPE RUMAH
    Apa sih maksudnya TIPE RUMAH 21, 36, 45, 54 dll ? seringkali para developer menawarkan jasa pembuatan rumah ataupun menjual rumah dengan me...
  • Membuat Laporan Harian, Mingguan, Bulanan
    Apa sih itu Laporan Harian, Laporan Mingguan, dan Laporan Bulanan? dan Bagaimana sih cara membuatnya? Bisa jadi inilah pertanyaan yan...

Follow Kami

  • Follow on Twitter
  • Like on Facebook
  • Subscribe on Youtube
  • Follow on Instagram

HALAMAN

  • Home
  • About Me

Blog Archive

  • ▼  2025 (2)
    • ▼  Agustus (2)
      • APA ITU RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
      • Jenis - Jenis Fisher dan Fungsinya
  • ►  2024 (12)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  September (2)
  • ►  2021 (11)
    • ►  Oktober (4)
    • ►  Agustus (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2020 (8)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2019 (30)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (2)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (15)
    • ►  Maret (4)
  • ►  2018 (17)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (11)
  • ►  2017 (16)
    • ►  April (10)
    • ►  Maret (6)
  • ►  2016 (2)
    • ►  April (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)

Laporkan Penyalahgunaan

Pengikut Blog

Daftar Pengunjung Blog

MOTTO PENULIS

Sebanyak apapun Ilmu yang anda miliki, itu tidak akan berguna jika hanya untuk DIRI SENDIRI - Admin

Copyright © Ilmu Dasar Teknik Sipil | Powered by Blogger
Design by Hardeep Asrani | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com | Distributed By Gooyaabi Templates